Zaenal, pemilik Panther, mengatakan, kecelakaan terjadi saat dirinya mengendarai mobil dengan pelan, sekitar 20 kilometer per jam. Saat itu, kondisi ruas jalan begitu padat akibat banyaknya truk tebu dan kendaraan lain yang melintas. Baru saja mengerem, tiba-tiba dari arah yang sama, sebuah mobil sedan menyeruduk dari belakang, tepatnya di ujung kanan mobilnya.
"Tadi memang tidak bisa ngebut karena agak padat kendaraan. Di depan saya ada truk tebu, dan di belakang ada bapak ini (mobil sedan). Agak longgar sedikit, bapak ini mau nyalip, ternyata kena ke mobil saya," tuturnya.
Seketika itu kedua mobil tersebut berhenti menepi. Mobil hitam berukuran kecil itu nampak ringsek pada bagian depannya. Penutup ban sebelah kiri hingga kaca pintu mobil pun hancur. Pecahan kaca itu berserakan di tengah jalan. Sedangkan mobil milik Zaneal yang ditabrak, hanya mengalami sedikit lecet di bagian belakang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Sementara itu, Sunardi, pemilik sedan asal Kecamatan Silo mengakui, dirinya tak bisa mengendalikan rem saat mobilnya mendekati Panther merah. Sementara truk tebu yang hendak ia salip juga berjalan dengan sangat pelan.
"Terlalu mepet juga karena truknya nggak bisa cepat. Saya juga agak mepet tadi ke mobil Panther ini," tuturnya.
Selang beberapa menit, kecelakaan tersebut langsung ditangani oleh Polsek Mayang, yang tak jauh dari TKP. Bripka Oemar Byq, petugas dari Polsek Mayang, mengatakan, tidak ada kerugian bagi korban. Namun terjadi kerusakan pada kendaraan milik Sunardi. Pada kecelakaan tersebut, kedua belah pihak memutuskan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.
"Setelah kami tanyakan dan ajak komunikasi keduanya, ternyata kedua belah pihak meminta untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Karena di sini yang mengalami kerugian adalah yang menabrak. Keduanya juga tidak ada cekcok sejak awal kejadian," tuturnya.
Reporter: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Mahrus Sholih Editor : Safitri