alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Pilih Keluar Kerja Pabrik Kini Sukses Jadi Pengusaha Jangkrik

Mobile_AP_Rectangle 1

MOJOKERTO-RADARJEMBER.ID-Miji Astutik, 30, kala itu meminta sang suami berhenti menjadi pegawai sebuah perusahaan terkemuka kala itu di Probolinggo. Dia lantas mengajak dia beternak jangkrik yang dinilainya lebih menjanjikan.

Siapa sangka, mereka kini sukses meraup omzet jutaan hingga belasan juta rupiah setiap bulan, namun Kholili, 38, terpaksa menuruti kemauan sang istri. Alasan mundur cukup masuk akal, penghasilan tidak selalu cukup untuk sebulan.
Lalu, menjadi pegawai harus bekerja mulai pagi sampai sore. Sehingga, waktu untuk keluarga sangat terbatas. Bahkan, Kholili juga jarang berkumpul dengan keluarga besarnya. Mujiati lantaran hal tersebut, mendesak suami keluar dari perusahaan.

“Saya akhirnya minta suami berhenti saja menjadi karyawan perusahaan atau resign. Kemudian saya ajak beternak jangkrik,” terang Miji sambil bercerita tentang asal muasal dia dan suami beternak jangkrik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ide beternak jangkrik memang inisiatif Miji. Sebab, saudaranya pun beternak jangkrik. Dia melihat, beternak jangkrik sangat menjanjikan secara ekonomi. Banyak pemilik burung berkicau, ayam hias dan ayam jago yang membutuhkan untuk pakan.

- Advertisement -

MOJOKERTO-RADARJEMBER.ID-Miji Astutik, 30, kala itu meminta sang suami berhenti menjadi pegawai sebuah perusahaan terkemuka kala itu di Probolinggo. Dia lantas mengajak dia beternak jangkrik yang dinilainya lebih menjanjikan.

Siapa sangka, mereka kini sukses meraup omzet jutaan hingga belasan juta rupiah setiap bulan, namun Kholili, 38, terpaksa menuruti kemauan sang istri. Alasan mundur cukup masuk akal, penghasilan tidak selalu cukup untuk sebulan.
Lalu, menjadi pegawai harus bekerja mulai pagi sampai sore. Sehingga, waktu untuk keluarga sangat terbatas. Bahkan, Kholili juga jarang berkumpul dengan keluarga besarnya. Mujiati lantaran hal tersebut, mendesak suami keluar dari perusahaan.

“Saya akhirnya minta suami berhenti saja menjadi karyawan perusahaan atau resign. Kemudian saya ajak beternak jangkrik,” terang Miji sambil bercerita tentang asal muasal dia dan suami beternak jangkrik.

Ide beternak jangkrik memang inisiatif Miji. Sebab, saudaranya pun beternak jangkrik. Dia melihat, beternak jangkrik sangat menjanjikan secara ekonomi. Banyak pemilik burung berkicau, ayam hias dan ayam jago yang membutuhkan untuk pakan.

MOJOKERTO-RADARJEMBER.ID-Miji Astutik, 30, kala itu meminta sang suami berhenti menjadi pegawai sebuah perusahaan terkemuka kala itu di Probolinggo. Dia lantas mengajak dia beternak jangkrik yang dinilainya lebih menjanjikan.

Siapa sangka, mereka kini sukses meraup omzet jutaan hingga belasan juta rupiah setiap bulan, namun Kholili, 38, terpaksa menuruti kemauan sang istri. Alasan mundur cukup masuk akal, penghasilan tidak selalu cukup untuk sebulan.
Lalu, menjadi pegawai harus bekerja mulai pagi sampai sore. Sehingga, waktu untuk keluarga sangat terbatas. Bahkan, Kholili juga jarang berkumpul dengan keluarga besarnya. Mujiati lantaran hal tersebut, mendesak suami keluar dari perusahaan.

“Saya akhirnya minta suami berhenti saja menjadi karyawan perusahaan atau resign. Kemudian saya ajak beternak jangkrik,” terang Miji sambil bercerita tentang asal muasal dia dan suami beternak jangkrik.

Ide beternak jangkrik memang inisiatif Miji. Sebab, saudaranya pun beternak jangkrik. Dia melihat, beternak jangkrik sangat menjanjikan secara ekonomi. Banyak pemilik burung berkicau, ayam hias dan ayam jago yang membutuhkan untuk pakan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/