alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

KONI : Berharap Gubernur Aceh Segera Tetapkan Lahan Lokasi Arena Pon

Mobile_AP_Rectangle 1

BANDA ACEH, RADARJEMBER.ID – Pembangunan arena Pekan Olahraga Nasional (PON) di provinsi ujung barat Indonesia pada 2024 terkendala dengan penetapan lahan. Hal itu dikatakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh.

Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abubakar di Banda Aceh mengatakan, kendala penetapan lahan tersebut menyebabkan pemerintah pusat belum bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan arena PON.

“Lahan rencana lokasi pembangunan arena PON sudah dikunjungi Menpora bersama Gubernur Aceh dan Gubernur Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Luas tanahnya mencapai 110 hektare di Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, Aceh dan Sumatera Utara terpilih sebagai tuan rumah PON 2024. Kedua provinsi tersebut juga sudah membagi cabang olahraga yang dipertandingkan. Aceh mendapat 33 cabang olahraga dan Sumatera Utara 34 cabang olahraga.

Kamaruddin Abubakar mengatakan persoalannya saat ini adalah surat keputusan penetapan lahan tersebut untuk pembangunan arena PON belum dikeluarkan Gubernur Aceh.

Waktu penyelenggaraan PON 2024, menurut Kamaruddin yang didampingi Bendahara KONI Aceh Kenedy Husien, tinggal dua tahun enam bulan lagi. Sementara, pembangunan arena pesta olahraga terbesar di Indonesia membutuhkan waktu paling singkat dua tahun.

- Advertisement -

BANDA ACEH, RADARJEMBER.ID – Pembangunan arena Pekan Olahraga Nasional (PON) di provinsi ujung barat Indonesia pada 2024 terkendala dengan penetapan lahan. Hal itu dikatakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh.

Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abubakar di Banda Aceh mengatakan, kendala penetapan lahan tersebut menyebabkan pemerintah pusat belum bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan arena PON.

“Lahan rencana lokasi pembangunan arena PON sudah dikunjungi Menpora bersama Gubernur Aceh dan Gubernur Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Luas tanahnya mencapai 110 hektare di Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar,” katanya.

Sebelumnya, Aceh dan Sumatera Utara terpilih sebagai tuan rumah PON 2024. Kedua provinsi tersebut juga sudah membagi cabang olahraga yang dipertandingkan. Aceh mendapat 33 cabang olahraga dan Sumatera Utara 34 cabang olahraga.

Kamaruddin Abubakar mengatakan persoalannya saat ini adalah surat keputusan penetapan lahan tersebut untuk pembangunan arena PON belum dikeluarkan Gubernur Aceh.

Waktu penyelenggaraan PON 2024, menurut Kamaruddin yang didampingi Bendahara KONI Aceh Kenedy Husien, tinggal dua tahun enam bulan lagi. Sementara, pembangunan arena pesta olahraga terbesar di Indonesia membutuhkan waktu paling singkat dua tahun.

BANDA ACEH, RADARJEMBER.ID – Pembangunan arena Pekan Olahraga Nasional (PON) di provinsi ujung barat Indonesia pada 2024 terkendala dengan penetapan lahan. Hal itu dikatakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh.

Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abubakar di Banda Aceh mengatakan, kendala penetapan lahan tersebut menyebabkan pemerintah pusat belum bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan arena PON.

“Lahan rencana lokasi pembangunan arena PON sudah dikunjungi Menpora bersama Gubernur Aceh dan Gubernur Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Luas tanahnya mencapai 110 hektare di Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar,” katanya.

Sebelumnya, Aceh dan Sumatera Utara terpilih sebagai tuan rumah PON 2024. Kedua provinsi tersebut juga sudah membagi cabang olahraga yang dipertandingkan. Aceh mendapat 33 cabang olahraga dan Sumatera Utara 34 cabang olahraga.

Kamaruddin Abubakar mengatakan persoalannya saat ini adalah surat keputusan penetapan lahan tersebut untuk pembangunan arena PON belum dikeluarkan Gubernur Aceh.

Waktu penyelenggaraan PON 2024, menurut Kamaruddin yang didampingi Bendahara KONI Aceh Kenedy Husien, tinggal dua tahun enam bulan lagi. Sementara, pembangunan arena pesta olahraga terbesar di Indonesia membutuhkan waktu paling singkat dua tahun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/