alexametrics
23.6 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Perkuat Peran SPI Cegah Kekerasan Seksual di Kampus

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Satuan Pengawas Intern (SPI) di perguruan tinggi negeri bakal terus diperkuat oleh Kementrian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), karena mereka itu memiliki tugas untuk mencegah praktik korupsi dan kekerasan seksual. 

Chatarina Muliana Girsang, Inspektur Jenderal Kemendikbud Ristek menegaskan, kekerasan seksual masuk tiga dosa besar pendidikan.Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan di Indonesia, selain itu ada perundungan intoleransi. 

“Kejahatan seksual sebagai kejahatan fenomena gunung es, karena kasus yang dilaporkan jauh lebih sedikit.Hal ini tentu merupakan tantangan tersendiri bagi kita, karena kejahatan seksual di kampus seringkali terjadi,” papar Chatarina di hadapan wartawan, Kamis (31/3). 

Mobile_AP_Rectangle 2

Ia beranggapan, kekerasan seksual dinilai akan menghambat terwujudnya pelaksanaan program strategis Kampus Merdeka. Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi, mulai September 2021 lalu mampu memantik keberanian para korban dan warga kampus untuk melaporkan kejadian itu.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Satuan Pengawas Intern (SPI) di perguruan tinggi negeri bakal terus diperkuat oleh Kementrian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), karena mereka itu memiliki tugas untuk mencegah praktik korupsi dan kekerasan seksual. 

Chatarina Muliana Girsang, Inspektur Jenderal Kemendikbud Ristek menegaskan, kekerasan seksual masuk tiga dosa besar pendidikan.Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan di Indonesia, selain itu ada perundungan intoleransi. 

“Kejahatan seksual sebagai kejahatan fenomena gunung es, karena kasus yang dilaporkan jauh lebih sedikit.Hal ini tentu merupakan tantangan tersendiri bagi kita, karena kejahatan seksual di kampus seringkali terjadi,” papar Chatarina di hadapan wartawan, Kamis (31/3). 

Ia beranggapan, kekerasan seksual dinilai akan menghambat terwujudnya pelaksanaan program strategis Kampus Merdeka. Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi, mulai September 2021 lalu mampu memantik keberanian para korban dan warga kampus untuk melaporkan kejadian itu.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Satuan Pengawas Intern (SPI) di perguruan tinggi negeri bakal terus diperkuat oleh Kementrian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), karena mereka itu memiliki tugas untuk mencegah praktik korupsi dan kekerasan seksual. 

Chatarina Muliana Girsang, Inspektur Jenderal Kemendikbud Ristek menegaskan, kekerasan seksual masuk tiga dosa besar pendidikan.Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan di Indonesia, selain itu ada perundungan intoleransi. 

“Kejahatan seksual sebagai kejahatan fenomena gunung es, karena kasus yang dilaporkan jauh lebih sedikit.Hal ini tentu merupakan tantangan tersendiri bagi kita, karena kejahatan seksual di kampus seringkali terjadi,” papar Chatarina di hadapan wartawan, Kamis (31/3). 

Ia beranggapan, kekerasan seksual dinilai akan menghambat terwujudnya pelaksanaan program strategis Kampus Merdeka. Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi, mulai September 2021 lalu mampu memantik keberanian para korban dan warga kampus untuk melaporkan kejadian itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/