alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Indonesia Produksi Vaksin Gandeng Cina

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Indonesia bakal mampu memproduksi vaksin sendiri dan melibatkan negara Cina, kepastian itu diperkuat setelah perusahaan swasta nasional berencana melakukan investasi di bidang farmasi dan vaksin. Dua perusahan itu adalah PT.Biotis Pharmaceuticals Indonesia (Biotis) dan PT. Jakarta Biopharmaceuticals Industry (JBio) dan kedua pabrik itu berada di dua lokasi berbeda yakni di Bogor, Jawa Barat dan Serang, Provinsi Banten.

Kedua perusahaan itu bermitra dengan Anhui Zifei Loncom, sebuah perusahaan Bio Technology dari Cina, perusahaan tersebut memproduksi dan pengadaan vaksin Covid-19 Zifivax. Osbal Saragih Rumahobo, Komisaris Utama PT.Biotis mengatakan, kolaborasi tiga perusahaan itu merupakan kerjasama strategis dan menjadi salah satu kebanggan masyarakat Indonesia.

“Kami sebagai perusahaan swasta nasiona; ingin membantu pemerintah dalam mempercepat ketahanan vaksin, melalui cara membangun industri atau pabrik di dalam negeri dan hal ini merupakan transfer teknologi produksi vaksin Covid-19 dari Anhui ke PT Biotis dan PT. JBio,” papar Osbal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakan pula oleh Osbal, Anhui sendiri telah mengirimkan tenaga-tenaga ahli di bidang produksi, quality control dan quality assurance guna memastikan bahwa produksi vaksin Covid-19 bikinan PT,Biotis telah memenuhi standar dari Badan POM dan Anhui. PT.Biotis menganggap kolaborasi ini sangat penting, untuk mendukung persiapan produksi vaksin merah putih dan saat ini telah memasuki uji klinis 2 dan diproduksi komersil Agustus 2022 ini.(*)

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Indonesia bakal mampu memproduksi vaksin sendiri dan melibatkan negara Cina, kepastian itu diperkuat setelah perusahaan swasta nasional berencana melakukan investasi di bidang farmasi dan vaksin. Dua perusahan itu adalah PT.Biotis Pharmaceuticals Indonesia (Biotis) dan PT. Jakarta Biopharmaceuticals Industry (JBio) dan kedua pabrik itu berada di dua lokasi berbeda yakni di Bogor, Jawa Barat dan Serang, Provinsi Banten.

Kedua perusahaan itu bermitra dengan Anhui Zifei Loncom, sebuah perusahaan Bio Technology dari Cina, perusahaan tersebut memproduksi dan pengadaan vaksin Covid-19 Zifivax. Osbal Saragih Rumahobo, Komisaris Utama PT.Biotis mengatakan, kolaborasi tiga perusahaan itu merupakan kerjasama strategis dan menjadi salah satu kebanggan masyarakat Indonesia.

“Kami sebagai perusahaan swasta nasiona; ingin membantu pemerintah dalam mempercepat ketahanan vaksin, melalui cara membangun industri atau pabrik di dalam negeri dan hal ini merupakan transfer teknologi produksi vaksin Covid-19 dari Anhui ke PT Biotis dan PT. JBio,” papar Osbal.

Dikatakan pula oleh Osbal, Anhui sendiri telah mengirimkan tenaga-tenaga ahli di bidang produksi, quality control dan quality assurance guna memastikan bahwa produksi vaksin Covid-19 bikinan PT,Biotis telah memenuhi standar dari Badan POM dan Anhui. PT.Biotis menganggap kolaborasi ini sangat penting, untuk mendukung persiapan produksi vaksin merah putih dan saat ini telah memasuki uji klinis 2 dan diproduksi komersil Agustus 2022 ini.(*)

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Indonesia bakal mampu memproduksi vaksin sendiri dan melibatkan negara Cina, kepastian itu diperkuat setelah perusahaan swasta nasional berencana melakukan investasi di bidang farmasi dan vaksin. Dua perusahan itu adalah PT.Biotis Pharmaceuticals Indonesia (Biotis) dan PT. Jakarta Biopharmaceuticals Industry (JBio) dan kedua pabrik itu berada di dua lokasi berbeda yakni di Bogor, Jawa Barat dan Serang, Provinsi Banten.

Kedua perusahaan itu bermitra dengan Anhui Zifei Loncom, sebuah perusahaan Bio Technology dari Cina, perusahaan tersebut memproduksi dan pengadaan vaksin Covid-19 Zifivax. Osbal Saragih Rumahobo, Komisaris Utama PT.Biotis mengatakan, kolaborasi tiga perusahaan itu merupakan kerjasama strategis dan menjadi salah satu kebanggan masyarakat Indonesia.

“Kami sebagai perusahaan swasta nasiona; ingin membantu pemerintah dalam mempercepat ketahanan vaksin, melalui cara membangun industri atau pabrik di dalam negeri dan hal ini merupakan transfer teknologi produksi vaksin Covid-19 dari Anhui ke PT Biotis dan PT. JBio,” papar Osbal.

Dikatakan pula oleh Osbal, Anhui sendiri telah mengirimkan tenaga-tenaga ahli di bidang produksi, quality control dan quality assurance guna memastikan bahwa produksi vaksin Covid-19 bikinan PT,Biotis telah memenuhi standar dari Badan POM dan Anhui. PT.Biotis menganggap kolaborasi ini sangat penting, untuk mendukung persiapan produksi vaksin merah putih dan saat ini telah memasuki uji klinis 2 dan diproduksi komersil Agustus 2022 ini.(*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/