alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Imam Besar Masjid Istiqlal Paparkan Ketentuan Wajib Bayar Fidyah

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Bulan Ramadan tinggal dalam hitungan hari lagi bakal tiba dan disambut sukacita, ibadah puasa memang diwajibkan kepada semua umat Islam dan telah memasuki usia baligh. Namun perkecualian untuk lanjut usia (lansia) dan orang yang mengalami sakit permanen, yang dikhawatirkan akan berakibat negatif terhadap kondisi kesehatan jika tetap dipaksakan untuk puasa.

“Mereka wajib membayar fidyah karena mereka sudah tidak memiliki kemampuan untuk menjalankan ibadah puasa, mereka ini sudah uzur tua dan menderita sakit permanen,” terang Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, kepada Jawa Pos.com, Kamis (31/3).

Bagi mereka yang masih bisa mengganti puasanya, menurut ulama asli Sulawesi Selatan itu, maka harus menggantinya dengan berpuasa di lain waktu. Nasaruddin mencontohkan, orang tidak berpuasa karena sakit atau bepergian ke luar negeri maka orang itu di hari lain harus mengganti puasanya. Bila orang itu bisa mengganti puasanya, bukan dengan membayar fidyah.(*)

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Bulan Ramadan tinggal dalam hitungan hari lagi bakal tiba dan disambut sukacita, ibadah puasa memang diwajibkan kepada semua umat Islam dan telah memasuki usia baligh. Namun perkecualian untuk lanjut usia (lansia) dan orang yang mengalami sakit permanen, yang dikhawatirkan akan berakibat negatif terhadap kondisi kesehatan jika tetap dipaksakan untuk puasa.

“Mereka wajib membayar fidyah karena mereka sudah tidak memiliki kemampuan untuk menjalankan ibadah puasa, mereka ini sudah uzur tua dan menderita sakit permanen,” terang Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, kepada Jawa Pos.com, Kamis (31/3).

Bagi mereka yang masih bisa mengganti puasanya, menurut ulama asli Sulawesi Selatan itu, maka harus menggantinya dengan berpuasa di lain waktu. Nasaruddin mencontohkan, orang tidak berpuasa karena sakit atau bepergian ke luar negeri maka orang itu di hari lain harus mengganti puasanya. Bila orang itu bisa mengganti puasanya, bukan dengan membayar fidyah.(*)

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Bulan Ramadan tinggal dalam hitungan hari lagi bakal tiba dan disambut sukacita, ibadah puasa memang diwajibkan kepada semua umat Islam dan telah memasuki usia baligh. Namun perkecualian untuk lanjut usia (lansia) dan orang yang mengalami sakit permanen, yang dikhawatirkan akan berakibat negatif terhadap kondisi kesehatan jika tetap dipaksakan untuk puasa.

“Mereka wajib membayar fidyah karena mereka sudah tidak memiliki kemampuan untuk menjalankan ibadah puasa, mereka ini sudah uzur tua dan menderita sakit permanen,” terang Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, kepada Jawa Pos.com, Kamis (31/3).

Bagi mereka yang masih bisa mengganti puasanya, menurut ulama asli Sulawesi Selatan itu, maka harus menggantinya dengan berpuasa di lain waktu. Nasaruddin mencontohkan, orang tidak berpuasa karena sakit atau bepergian ke luar negeri maka orang itu di hari lain harus mengganti puasanya. Bila orang itu bisa mengganti puasanya, bukan dengan membayar fidyah.(*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/