alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Kerupuk dan Sosis Mengandung Babi Diduga Beredar di Singkawang

Mobile_AP_Rectangle 1

JawaPos.com – Sejumlah oknum pedagang di Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), tega menjual bebas kerupuk dan sosis yang diduga mengandung babi tanpa label. Beruntung Pemerintah Kota Singkawang tak tinggal diam.

Hal tersebut merupakan temuan dari petugas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Singkawang yang menggelar pengecekan pasar. Pemantauan dan pengawasan dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang.

“Berdasarkan pemantauan dan pengawasan, kerupuk yang diduga mengandung babi tanpa label tersebut dijual oleh salah satu pedagang yang ada di Pasar Beringin dan Alianyang,” ujar Kadisperindagkop dan UKM Kota Singkawang, Muslimin dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (30/1).

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara untuk sosis yang juga diduga mengandung babi dan tanpa label, dijual oleh salah satu pedagang yang ada di Pasar Alianyang. Berdasarkan pengakuan dari pedagang yang menjual, kerupuk yang diduga mengandung babi tersebut berasal dari luar Singkawang.

Sedangkan untuk sosis, kata Muslimin, produk tersebut didatangkan dari Malaysia. “Kami sudah menyarankan kepada pedagang yang menjual agar bisa menyampaikan kepada produsennya untuk segera memproses perizinan, jangan sampai produk yang dibuat hanya dikemas dalam kantong plastik, tetapi tidak disertai dengan label yang jelas,” tuturnya.

Ia juga menegaskan kepada para pedagang untuk tidak memajang, bahkan memperjualbelikan kerupuk maupun sosis tersebut secara bebas di masyarakat, sebelum produk yang dijual mengantongi izin edar dari Dinas Perdagangan dan Kesehatan. “Jika masih ditemukan, maka kami tak segan-segan untuk melakukan penyitaan,” tegas Muslimin.

Kepada masyarakat Singkawang, khususnya kaum muslim, diimbau untuk tidak terlalu resah. Namun, harus berhati-hati dan waspada terhadap semua produk pangan yang dijual di pasaran di Kota Singkawang.

“Ketika ingin membeli bahan makanan, pilihlah produk yang sudah mengantongi izin dan label yang jelas,” imbaunya.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Achmad Kismed mengatakan, terkait dengan temuan itu, pihaknya sudah memberikan pembinaan kepada pedagang yang bersangkutan. “Jika memang kerupuk tersebut merupakan produk lokal, kami minta kepada pengusahanya menampilkan label yang menegaskan jika makanan itu mengandung babi,” ujarnya.

- Advertisement -

JawaPos.com – Sejumlah oknum pedagang di Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), tega menjual bebas kerupuk dan sosis yang diduga mengandung babi tanpa label. Beruntung Pemerintah Kota Singkawang tak tinggal diam.

Hal tersebut merupakan temuan dari petugas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Singkawang yang menggelar pengecekan pasar. Pemantauan dan pengawasan dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang.

“Berdasarkan pemantauan dan pengawasan, kerupuk yang diduga mengandung babi tanpa label tersebut dijual oleh salah satu pedagang yang ada di Pasar Beringin dan Alianyang,” ujar Kadisperindagkop dan UKM Kota Singkawang, Muslimin dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (30/1).

Sementara untuk sosis yang juga diduga mengandung babi dan tanpa label, dijual oleh salah satu pedagang yang ada di Pasar Alianyang. Berdasarkan pengakuan dari pedagang yang menjual, kerupuk yang diduga mengandung babi tersebut berasal dari luar Singkawang.

Sedangkan untuk sosis, kata Muslimin, produk tersebut didatangkan dari Malaysia. “Kami sudah menyarankan kepada pedagang yang menjual agar bisa menyampaikan kepada produsennya untuk segera memproses perizinan, jangan sampai produk yang dibuat hanya dikemas dalam kantong plastik, tetapi tidak disertai dengan label yang jelas,” tuturnya.

Ia juga menegaskan kepada para pedagang untuk tidak memajang, bahkan memperjualbelikan kerupuk maupun sosis tersebut secara bebas di masyarakat, sebelum produk yang dijual mengantongi izin edar dari Dinas Perdagangan dan Kesehatan. “Jika masih ditemukan, maka kami tak segan-segan untuk melakukan penyitaan,” tegas Muslimin.

Kepada masyarakat Singkawang, khususnya kaum muslim, diimbau untuk tidak terlalu resah. Namun, harus berhati-hati dan waspada terhadap semua produk pangan yang dijual di pasaran di Kota Singkawang.

“Ketika ingin membeli bahan makanan, pilihlah produk yang sudah mengantongi izin dan label yang jelas,” imbaunya.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Achmad Kismed mengatakan, terkait dengan temuan itu, pihaknya sudah memberikan pembinaan kepada pedagang yang bersangkutan. “Jika memang kerupuk tersebut merupakan produk lokal, kami minta kepada pengusahanya menampilkan label yang menegaskan jika makanan itu mengandung babi,” ujarnya.

JawaPos.com – Sejumlah oknum pedagang di Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), tega menjual bebas kerupuk dan sosis yang diduga mengandung babi tanpa label. Beruntung Pemerintah Kota Singkawang tak tinggal diam.

Hal tersebut merupakan temuan dari petugas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Singkawang yang menggelar pengecekan pasar. Pemantauan dan pengawasan dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang.

“Berdasarkan pemantauan dan pengawasan, kerupuk yang diduga mengandung babi tanpa label tersebut dijual oleh salah satu pedagang yang ada di Pasar Beringin dan Alianyang,” ujar Kadisperindagkop dan UKM Kota Singkawang, Muslimin dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (30/1).

Sementara untuk sosis yang juga diduga mengandung babi dan tanpa label, dijual oleh salah satu pedagang yang ada di Pasar Alianyang. Berdasarkan pengakuan dari pedagang yang menjual, kerupuk yang diduga mengandung babi tersebut berasal dari luar Singkawang.

Sedangkan untuk sosis, kata Muslimin, produk tersebut didatangkan dari Malaysia. “Kami sudah menyarankan kepada pedagang yang menjual agar bisa menyampaikan kepada produsennya untuk segera memproses perizinan, jangan sampai produk yang dibuat hanya dikemas dalam kantong plastik, tetapi tidak disertai dengan label yang jelas,” tuturnya.

Ia juga menegaskan kepada para pedagang untuk tidak memajang, bahkan memperjualbelikan kerupuk maupun sosis tersebut secara bebas di masyarakat, sebelum produk yang dijual mengantongi izin edar dari Dinas Perdagangan dan Kesehatan. “Jika masih ditemukan, maka kami tak segan-segan untuk melakukan penyitaan,” tegas Muslimin.

Kepada masyarakat Singkawang, khususnya kaum muslim, diimbau untuk tidak terlalu resah. Namun, harus berhati-hati dan waspada terhadap semua produk pangan yang dijual di pasaran di Kota Singkawang.

“Ketika ingin membeli bahan makanan, pilihlah produk yang sudah mengantongi izin dan label yang jelas,” imbaunya.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Achmad Kismed mengatakan, terkait dengan temuan itu, pihaknya sudah memberikan pembinaan kepada pedagang yang bersangkutan. “Jika memang kerupuk tersebut merupakan produk lokal, kami minta kepada pengusahanya menampilkan label yang menegaskan jika makanan itu mengandung babi,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/