alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Warga Tak Indahkan Peringatan Petugas, Terkena Tembakan Peluru Hampa

Mobile_AP_Rectangle 1

PONTIANAK, RADARJEMBER.ID – Peristiwa tertembaknya warga terkena tembakan peluru hampa oleh anggota bantuan kendali operasi (BKO) Brimob Polda Kalbar, ditanggapi Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Kombes (Pol) Jansen A Panjaitan. Jansen mengatakan bahwa warga tersebut hanya mengalami luka ruam di kulit.
“Hingga saat ini situasi sudah aman terkendali dan warga atas nama Ji’i yang terkena tembakan peluru hampa juga sudah berangsur pulih,” katanya.

Jansen menjelaskan, masyarakat sekitar juga mendukung langkah penegakan hukum dari Polri yang tegas dan terukur. Selain itu, tambah dia, penegakan hukum oleh anggota Brigadir Mobil, karena warga yang diduga mencuri kelapa sawit berusaha merebut senjata anggota Brimob tersebut.

“Bahkan terdapat salah satu anggota BKO Brimob Polda Kalbar yang terkena pukulan di bagian kepala sebelah kiri atas nama Briptu Sandy Biantoro untuk selanjutnya dilakukan visum,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya sempat terjadi perselisihan antara warga dan anggota BKO Brimob Polda Kalbar pada Sabtu (28/5) di kawasan perkebunan sawit milik PT Arrtu Estet Kemuning Desa Kemuning Kabupaten Ketapang.

Dalam kejadian itu, anggota Brimob Polda Kalbar juga menangkap Suharjo yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Ketapang, sesuai nomor 23/IV.RES.1.8/2022/RESKRIM-IV dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/162/IV/2021/ SPKT tanggal 19 April 2021. Suharjo diduga melakukan pelanggaran UU Perkebunan pasal 107 Jo pasal Pencurian.

Kronologi kejadian perselisihan itu, tambah Kabid Humas Polda Kalbar, yakni Sabtu (28/5) sekitar pukul 12.00 WIB, Personel Yankam PT Arrtu Estate Kemuning berjumlah 17 personel yang dipimpin Aipda Wawan Widianto bergerak menuju lahan (blok K/L 42.43) yang diklaim sepihak oleh Suharjo alias Ujang Halus yang merupakan DPO Polres Ketapang kasus 363 KUHP.

“Saat tiba di lokasi pukul 12.30 WIB, sekitar 40 orang warga dipimpin Suharjo sedang melakukan aktivitas pemanenan tanda buah segar (TBS) di lahan tersebut,” katanya.

- Advertisement -

PONTIANAK, RADARJEMBER.ID – Peristiwa tertembaknya warga terkena tembakan peluru hampa oleh anggota bantuan kendali operasi (BKO) Brimob Polda Kalbar, ditanggapi Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Kombes (Pol) Jansen A Panjaitan. Jansen mengatakan bahwa warga tersebut hanya mengalami luka ruam di kulit.
“Hingga saat ini situasi sudah aman terkendali dan warga atas nama Ji’i yang terkena tembakan peluru hampa juga sudah berangsur pulih,” katanya.

Jansen menjelaskan, masyarakat sekitar juga mendukung langkah penegakan hukum dari Polri yang tegas dan terukur. Selain itu, tambah dia, penegakan hukum oleh anggota Brigadir Mobil, karena warga yang diduga mencuri kelapa sawit berusaha merebut senjata anggota Brimob tersebut.

“Bahkan terdapat salah satu anggota BKO Brimob Polda Kalbar yang terkena pukulan di bagian kepala sebelah kiri atas nama Briptu Sandy Biantoro untuk selanjutnya dilakukan visum,” katanya.

Sebelumnya sempat terjadi perselisihan antara warga dan anggota BKO Brimob Polda Kalbar pada Sabtu (28/5) di kawasan perkebunan sawit milik PT Arrtu Estet Kemuning Desa Kemuning Kabupaten Ketapang.

Dalam kejadian itu, anggota Brimob Polda Kalbar juga menangkap Suharjo yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Ketapang, sesuai nomor 23/IV.RES.1.8/2022/RESKRIM-IV dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/162/IV/2021/ SPKT tanggal 19 April 2021. Suharjo diduga melakukan pelanggaran UU Perkebunan pasal 107 Jo pasal Pencurian.

Kronologi kejadian perselisihan itu, tambah Kabid Humas Polda Kalbar, yakni Sabtu (28/5) sekitar pukul 12.00 WIB, Personel Yankam PT Arrtu Estate Kemuning berjumlah 17 personel yang dipimpin Aipda Wawan Widianto bergerak menuju lahan (blok K/L 42.43) yang diklaim sepihak oleh Suharjo alias Ujang Halus yang merupakan DPO Polres Ketapang kasus 363 KUHP.

“Saat tiba di lokasi pukul 12.30 WIB, sekitar 40 orang warga dipimpin Suharjo sedang melakukan aktivitas pemanenan tanda buah segar (TBS) di lahan tersebut,” katanya.

PONTIANAK, RADARJEMBER.ID – Peristiwa tertembaknya warga terkena tembakan peluru hampa oleh anggota bantuan kendali operasi (BKO) Brimob Polda Kalbar, ditanggapi Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Kombes (Pol) Jansen A Panjaitan. Jansen mengatakan bahwa warga tersebut hanya mengalami luka ruam di kulit.
“Hingga saat ini situasi sudah aman terkendali dan warga atas nama Ji’i yang terkena tembakan peluru hampa juga sudah berangsur pulih,” katanya.

Jansen menjelaskan, masyarakat sekitar juga mendukung langkah penegakan hukum dari Polri yang tegas dan terukur. Selain itu, tambah dia, penegakan hukum oleh anggota Brigadir Mobil, karena warga yang diduga mencuri kelapa sawit berusaha merebut senjata anggota Brimob tersebut.

“Bahkan terdapat salah satu anggota BKO Brimob Polda Kalbar yang terkena pukulan di bagian kepala sebelah kiri atas nama Briptu Sandy Biantoro untuk selanjutnya dilakukan visum,” katanya.

Sebelumnya sempat terjadi perselisihan antara warga dan anggota BKO Brimob Polda Kalbar pada Sabtu (28/5) di kawasan perkebunan sawit milik PT Arrtu Estet Kemuning Desa Kemuning Kabupaten Ketapang.

Dalam kejadian itu, anggota Brimob Polda Kalbar juga menangkap Suharjo yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Ketapang, sesuai nomor 23/IV.RES.1.8/2022/RESKRIM-IV dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/162/IV/2021/ SPKT tanggal 19 April 2021. Suharjo diduga melakukan pelanggaran UU Perkebunan pasal 107 Jo pasal Pencurian.

Kronologi kejadian perselisihan itu, tambah Kabid Humas Polda Kalbar, yakni Sabtu (28/5) sekitar pukul 12.00 WIB, Personel Yankam PT Arrtu Estate Kemuning berjumlah 17 personel yang dipimpin Aipda Wawan Widianto bergerak menuju lahan (blok K/L 42.43) yang diklaim sepihak oleh Suharjo alias Ujang Halus yang merupakan DPO Polres Ketapang kasus 363 KUHP.

“Saat tiba di lokasi pukul 12.30 WIB, sekitar 40 orang warga dipimpin Suharjo sedang melakukan aktivitas pemanenan tanda buah segar (TBS) di lahan tersebut,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/