alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Gudang Bahan Belajar Ada di Dunia Digital dan Siap Diakses 

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Muhadjir Effendy, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mengutarakan, bahan belajar tersedia melimpah dan siap diakses kapanpun tanpa terbatas waktu, karena itu tidak salah bila dunia digital merupakan gudang bahan belajar dan itu sangat menguntungkan siswa.

“Namun demikian harus benar-benar dipilih oleh pelajar, karena tidak kemungkinan bercampur aduk dengan sampah,” jelas Muhadjir, ketika menjadi pembicara kunci dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bidang perpustakaan di Jakarta, Selasa (29/3). 

Muhadjir juga menguraikan, masyarakat di semua lapisan saat ini mengalami kemudahan untuk mengakses sumber belajar secara digital. Ketika sumber belajar itu mudah diperoleh, maka ada persoalan lain muncul dan butuh diatasi bersama-sama yakni nilai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menteri Muhadjir menilai, kegagalan orang belajar di era digital saat ini adalah gagal memilah informasi yang tepat, terutama sumber belajar yang deksel dari ponsel masing. Untuk itu, adalah tugas kita untuk mengais dan mencari informasi bernilai dalam bak sampah terutama sampah virtual.

“Ketika kurang selektif memilih informasi di dunia maya, bisa mempengaruhi aura nasional menjadi gelap.Penuh hiruk-pikuk informasi yang tidak mendukung ke arah kemajuan dan kewibawaan bangsa Indonesia,  karena itu saya sangat mendukung adanya transformasi perpustakaan untuk pencapaian ekosistem digital nasional,” lanjut Muhadjir.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Muhadjir Effendy, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mengutarakan, bahan belajar tersedia melimpah dan siap diakses kapanpun tanpa terbatas waktu, karena itu tidak salah bila dunia digital merupakan gudang bahan belajar dan itu sangat menguntungkan siswa.

“Namun demikian harus benar-benar dipilih oleh pelajar, karena tidak kemungkinan bercampur aduk dengan sampah,” jelas Muhadjir, ketika menjadi pembicara kunci dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bidang perpustakaan di Jakarta, Selasa (29/3). 

Muhadjir juga menguraikan, masyarakat di semua lapisan saat ini mengalami kemudahan untuk mengakses sumber belajar secara digital. Ketika sumber belajar itu mudah diperoleh, maka ada persoalan lain muncul dan butuh diatasi bersama-sama yakni nilai.

Menteri Muhadjir menilai, kegagalan orang belajar di era digital saat ini adalah gagal memilah informasi yang tepat, terutama sumber belajar yang deksel dari ponsel masing. Untuk itu, adalah tugas kita untuk mengais dan mencari informasi bernilai dalam bak sampah terutama sampah virtual.

“Ketika kurang selektif memilih informasi di dunia maya, bisa mempengaruhi aura nasional menjadi gelap.Penuh hiruk-pikuk informasi yang tidak mendukung ke arah kemajuan dan kewibawaan bangsa Indonesia,  karena itu saya sangat mendukung adanya transformasi perpustakaan untuk pencapaian ekosistem digital nasional,” lanjut Muhadjir.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Muhadjir Effendy, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mengutarakan, bahan belajar tersedia melimpah dan siap diakses kapanpun tanpa terbatas waktu, karena itu tidak salah bila dunia digital merupakan gudang bahan belajar dan itu sangat menguntungkan siswa.

“Namun demikian harus benar-benar dipilih oleh pelajar, karena tidak kemungkinan bercampur aduk dengan sampah,” jelas Muhadjir, ketika menjadi pembicara kunci dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bidang perpustakaan di Jakarta, Selasa (29/3). 

Muhadjir juga menguraikan, masyarakat di semua lapisan saat ini mengalami kemudahan untuk mengakses sumber belajar secara digital. Ketika sumber belajar itu mudah diperoleh, maka ada persoalan lain muncul dan butuh diatasi bersama-sama yakni nilai.

Menteri Muhadjir menilai, kegagalan orang belajar di era digital saat ini adalah gagal memilah informasi yang tepat, terutama sumber belajar yang deksel dari ponsel masing. Untuk itu, adalah tugas kita untuk mengais dan mencari informasi bernilai dalam bak sampah terutama sampah virtual.

“Ketika kurang selektif memilih informasi di dunia maya, bisa mempengaruhi aura nasional menjadi gelap.Penuh hiruk-pikuk informasi yang tidak mendukung ke arah kemajuan dan kewibawaan bangsa Indonesia,  karena itu saya sangat mendukung adanya transformasi perpustakaan untuk pencapaian ekosistem digital nasional,” lanjut Muhadjir.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/