alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Dua Jamaah Haji Debarkasi Batam Positif COVID-19 Diisolasi di Asrama Haji

Mobile_AP_Rectangle 1

Tanjungpinang, RADARJEMBER.ID – Dua orang haji asal Debarkasi Batam yang dinyatakan positif COVID-19, dalam pantauan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau dan diisolasi di Asrama Haji.

BACA JUGA : Jadi Lapak Dadakan Setiap Tahun, Penjual Bendera Padati kota Lumajang

Tjtetjep Yudiana, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri yang dihubungi dari Tanjungpinang, mengatakan bahwa jamaah haji asal Kabupaten Bintan, Kepri dan Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat yang tertular COVID-19 itu dalam kondisi baik.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami mengikuti perkembangan kondisi jamaah haji Debarkasi Batam, termasuk yang tertular COVID-19. Semoga kedua orang haji itu segera sembuh,” katanya.

Pada hari kelima di Asrama Haji, mantan Kadis Kesehatan Kepri itu mengemukakan, kedua haji itu akan menjalani tes usap dengan metode PCR untuk mendeteksi apakah virus itu masih ada di tubuhnya atau tidak. Jika sudah tidak ada, maka jamaah haji tersebut dapat kembali ke rumahnya.

“Jika masih positif COVID-19, maka isolasi dilanjutkan hingga genap 10 hari, kemudian dapat pulang ke kediamannya tanpa membutuhkan konfirmasi ulang,” ujarnya.

Sejauh ini, menurut dia belum ada penambahan jamaah haji Debarkasi Batam yang positif COVID-19. “Tim masih melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang kontak erat dengan jamaah haji yang positif COVID-19,” ucapnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Informasi dan Humas PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam Abu Sufyan mengatakan, jamaah yang dinyatakan negatif COVID-19 telah kembali ke rombongan kloter.

- Advertisement -

Tanjungpinang, RADARJEMBER.ID – Dua orang haji asal Debarkasi Batam yang dinyatakan positif COVID-19, dalam pantauan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau dan diisolasi di Asrama Haji.

BACA JUGA : Jadi Lapak Dadakan Setiap Tahun, Penjual Bendera Padati kota Lumajang

Tjtetjep Yudiana, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri yang dihubungi dari Tanjungpinang, mengatakan bahwa jamaah haji asal Kabupaten Bintan, Kepri dan Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat yang tertular COVID-19 itu dalam kondisi baik.

“Kami mengikuti perkembangan kondisi jamaah haji Debarkasi Batam, termasuk yang tertular COVID-19. Semoga kedua orang haji itu segera sembuh,” katanya.

Pada hari kelima di Asrama Haji, mantan Kadis Kesehatan Kepri itu mengemukakan, kedua haji itu akan menjalani tes usap dengan metode PCR untuk mendeteksi apakah virus itu masih ada di tubuhnya atau tidak. Jika sudah tidak ada, maka jamaah haji tersebut dapat kembali ke rumahnya.

“Jika masih positif COVID-19, maka isolasi dilanjutkan hingga genap 10 hari, kemudian dapat pulang ke kediamannya tanpa membutuhkan konfirmasi ulang,” ujarnya.

Sejauh ini, menurut dia belum ada penambahan jamaah haji Debarkasi Batam yang positif COVID-19. “Tim masih melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang kontak erat dengan jamaah haji yang positif COVID-19,” ucapnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Informasi dan Humas PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam Abu Sufyan mengatakan, jamaah yang dinyatakan negatif COVID-19 telah kembali ke rombongan kloter.

Tanjungpinang, RADARJEMBER.ID – Dua orang haji asal Debarkasi Batam yang dinyatakan positif COVID-19, dalam pantauan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau dan diisolasi di Asrama Haji.

BACA JUGA : Jadi Lapak Dadakan Setiap Tahun, Penjual Bendera Padati kota Lumajang

Tjtetjep Yudiana, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri yang dihubungi dari Tanjungpinang, mengatakan bahwa jamaah haji asal Kabupaten Bintan, Kepri dan Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat yang tertular COVID-19 itu dalam kondisi baik.

“Kami mengikuti perkembangan kondisi jamaah haji Debarkasi Batam, termasuk yang tertular COVID-19. Semoga kedua orang haji itu segera sembuh,” katanya.

Pada hari kelima di Asrama Haji, mantan Kadis Kesehatan Kepri itu mengemukakan, kedua haji itu akan menjalani tes usap dengan metode PCR untuk mendeteksi apakah virus itu masih ada di tubuhnya atau tidak. Jika sudah tidak ada, maka jamaah haji tersebut dapat kembali ke rumahnya.

“Jika masih positif COVID-19, maka isolasi dilanjutkan hingga genap 10 hari, kemudian dapat pulang ke kediamannya tanpa membutuhkan konfirmasi ulang,” ujarnya.

Sejauh ini, menurut dia belum ada penambahan jamaah haji Debarkasi Batam yang positif COVID-19. “Tim masih melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang kontak erat dengan jamaah haji yang positif COVID-19,” ucapnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Informasi dan Humas PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam Abu Sufyan mengatakan, jamaah yang dinyatakan negatif COVID-19 telah kembali ke rombongan kloter.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/