alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Choiri Difabel Solo Pandai Melukis Payung

Mobile_AP_Rectangle 1

SOLO, RADARJEMBER.ID- Meski terlahir sebagai tuna rungu namun Muhammad Ilham Choiri namun tidak berkecil hati namun tetap berkarya, bahkan remaja tersebut memiliki ketrampilan melukis diatas payung.Dengan menggunakan kuas, tangan Choiri terlihat lincah menghias payung berwarna biru polos.

Diana Ilmiyawati, guru seni budaya di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Surakarta sekaligus pendamping mengatakan, tidak sedikit anak mengalami gangguan pendengaran namun memiliki potensi menggambar atau melukis. Hasil lukisan anak-anak tuna rungu tersebut bahkan dinilai lebih unik dan cantik, seperti karya Choiri sangat digemari oleh penggemar seni.

“Mereka saat mengerjakannya lebih telaten dan cermat, sehingga hasilnya lebih bagus dibandingkan hasil siswa normal. Bahkan karya bapak guru jika dibandingkan karya mereka masih kalah jauh, seperti hasil karya Choiri mampu mengubah penampilan payung menjadi lebih indah,” ujar Diana.

Mobile_AP_Rectangle 2

Semangat Choiri dan siswa tunarungu lainnya saat menggeluti bidang seni lukis patut dicontoh,. saat belajar melukis, Choiri dan siswa tunarungu lainnya terbiasa menyelesaikan lukisannya hanya dalam waktu singkat bukan berhari. Tantangan terberat saat mengajari dia, saat berusaha berkomunikasi dengan bahasa isyarat.

- Advertisement -

SOLO, RADARJEMBER.ID- Meski terlahir sebagai tuna rungu namun Muhammad Ilham Choiri namun tidak berkecil hati namun tetap berkarya, bahkan remaja tersebut memiliki ketrampilan melukis diatas payung.Dengan menggunakan kuas, tangan Choiri terlihat lincah menghias payung berwarna biru polos.

Diana Ilmiyawati, guru seni budaya di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Surakarta sekaligus pendamping mengatakan, tidak sedikit anak mengalami gangguan pendengaran namun memiliki potensi menggambar atau melukis. Hasil lukisan anak-anak tuna rungu tersebut bahkan dinilai lebih unik dan cantik, seperti karya Choiri sangat digemari oleh penggemar seni.

“Mereka saat mengerjakannya lebih telaten dan cermat, sehingga hasilnya lebih bagus dibandingkan hasil siswa normal. Bahkan karya bapak guru jika dibandingkan karya mereka masih kalah jauh, seperti hasil karya Choiri mampu mengubah penampilan payung menjadi lebih indah,” ujar Diana.

Semangat Choiri dan siswa tunarungu lainnya saat menggeluti bidang seni lukis patut dicontoh,. saat belajar melukis, Choiri dan siswa tunarungu lainnya terbiasa menyelesaikan lukisannya hanya dalam waktu singkat bukan berhari. Tantangan terberat saat mengajari dia, saat berusaha berkomunikasi dengan bahasa isyarat.

SOLO, RADARJEMBER.ID- Meski terlahir sebagai tuna rungu namun Muhammad Ilham Choiri namun tidak berkecil hati namun tetap berkarya, bahkan remaja tersebut memiliki ketrampilan melukis diatas payung.Dengan menggunakan kuas, tangan Choiri terlihat lincah menghias payung berwarna biru polos.

Diana Ilmiyawati, guru seni budaya di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Surakarta sekaligus pendamping mengatakan, tidak sedikit anak mengalami gangguan pendengaran namun memiliki potensi menggambar atau melukis. Hasil lukisan anak-anak tuna rungu tersebut bahkan dinilai lebih unik dan cantik, seperti karya Choiri sangat digemari oleh penggemar seni.

“Mereka saat mengerjakannya lebih telaten dan cermat, sehingga hasilnya lebih bagus dibandingkan hasil siswa normal. Bahkan karya bapak guru jika dibandingkan karya mereka masih kalah jauh, seperti hasil karya Choiri mampu mengubah penampilan payung menjadi lebih indah,” ujar Diana.

Semangat Choiri dan siswa tunarungu lainnya saat menggeluti bidang seni lukis patut dicontoh,. saat belajar melukis, Choiri dan siswa tunarungu lainnya terbiasa menyelesaikan lukisannya hanya dalam waktu singkat bukan berhari. Tantangan terberat saat mengajari dia, saat berusaha berkomunikasi dengan bahasa isyarat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/