alexametrics
31.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Kangen Kampung Halaman Nekat Mudik Gunakan Bajaj  

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Pandemi Covid -19 selama dua tahun ini pekerja perantauan di kota besar tidak bisa pulang kampung,  hal itu pula dialami Darto 35, dan Tumini, 58, pasangan suami istri (pasutri) asal Kedungrowo, Kauman, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Ketika tahun ini pemerintah memberikan kelonggaran mudik seiring kasus Covid-19 melandai, hal itu dimanfaatkan oleh Darto dan Tumini untuk melepas rindu bertemu keluarga walau naik Bajaj dari Jakarta ke Boyolali, selama 24 jam.

Darto mengatakan, ia dan sang istri nekat mudik naik Bajaj keluaran 2.000 jenis TV. Bajaj warna biru bernomor polisi (Nopol) B 4893 SZB dari Jakarta ke Boyolali, membutuhkan waktu 24 jam untuk mengantarkan  pemilik pulang kampung. 

Mobile_AP_Rectangle 2

Aksi Darto ini datang dari Jakarta mengendarai Bajaj tersebut  mengundang penasaran para tetangga, begitu mendengar suara knalpot kendaraan unik tersebut,  mereka berhamburan keluar rumah untuk melihat bagaimana Bajaj biru khas ibu kota ini berjalan. 

Darto dan Tumini  merasa lega karena perjalanan mudik lancar, Darto mengemudikan Bajaj itu berkecepatan 60 kilometer per jam.Ia sehari-hari menjadi supir Bajaj rute Tanah Merah, Pluit. karena kondisi Bajaj di ibu kota semakin terdesak oleh ojek online (ojol).

“Setiap istirahat sebentar saja tidak lebih dari 30 menit, cuma empat kali istirahat  saja agar cepat sampai ditujuan. Rute mudik sengaja pilih jalur pantai utara (pantura). Perjalanan mudik cukup lancar dan aman,” ungkap Darto.

Darto dan istri pilih mudik menggunakan Bajaj itu karena keterbatasan finansial, apalagi pendapatan sopir Bajaj setiap hari tidaklah terlalu besar.Mudik pakai Bajaj ini cukup hemat, tidak lebih dari Rp.400 ribu sudah sampai di kampung halaman. 

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Pandemi Covid -19 selama dua tahun ini pekerja perantauan di kota besar tidak bisa pulang kampung,  hal itu pula dialami Darto 35, dan Tumini, 58, pasangan suami istri (pasutri) asal Kedungrowo, Kauman, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Ketika tahun ini pemerintah memberikan kelonggaran mudik seiring kasus Covid-19 melandai, hal itu dimanfaatkan oleh Darto dan Tumini untuk melepas rindu bertemu keluarga walau naik Bajaj dari Jakarta ke Boyolali, selama 24 jam.

Darto mengatakan, ia dan sang istri nekat mudik naik Bajaj keluaran 2.000 jenis TV. Bajaj warna biru bernomor polisi (Nopol) B 4893 SZB dari Jakarta ke Boyolali, membutuhkan waktu 24 jam untuk mengantarkan  pemilik pulang kampung. 

Aksi Darto ini datang dari Jakarta mengendarai Bajaj tersebut  mengundang penasaran para tetangga, begitu mendengar suara knalpot kendaraan unik tersebut,  mereka berhamburan keluar rumah untuk melihat bagaimana Bajaj biru khas ibu kota ini berjalan. 

Darto dan Tumini  merasa lega karena perjalanan mudik lancar, Darto mengemudikan Bajaj itu berkecepatan 60 kilometer per jam.Ia sehari-hari menjadi supir Bajaj rute Tanah Merah, Pluit. karena kondisi Bajaj di ibu kota semakin terdesak oleh ojek online (ojol).

“Setiap istirahat sebentar saja tidak lebih dari 30 menit, cuma empat kali istirahat  saja agar cepat sampai ditujuan. Rute mudik sengaja pilih jalur pantai utara (pantura). Perjalanan mudik cukup lancar dan aman,” ungkap Darto.

Darto dan istri pilih mudik menggunakan Bajaj itu karena keterbatasan finansial, apalagi pendapatan sopir Bajaj setiap hari tidaklah terlalu besar.Mudik pakai Bajaj ini cukup hemat, tidak lebih dari Rp.400 ribu sudah sampai di kampung halaman. 

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Pandemi Covid -19 selama dua tahun ini pekerja perantauan di kota besar tidak bisa pulang kampung,  hal itu pula dialami Darto 35, dan Tumini, 58, pasangan suami istri (pasutri) asal Kedungrowo, Kauman, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Ketika tahun ini pemerintah memberikan kelonggaran mudik seiring kasus Covid-19 melandai, hal itu dimanfaatkan oleh Darto dan Tumini untuk melepas rindu bertemu keluarga walau naik Bajaj dari Jakarta ke Boyolali, selama 24 jam.

Darto mengatakan, ia dan sang istri nekat mudik naik Bajaj keluaran 2.000 jenis TV. Bajaj warna biru bernomor polisi (Nopol) B 4893 SZB dari Jakarta ke Boyolali, membutuhkan waktu 24 jam untuk mengantarkan  pemilik pulang kampung. 

Aksi Darto ini datang dari Jakarta mengendarai Bajaj tersebut  mengundang penasaran para tetangga, begitu mendengar suara knalpot kendaraan unik tersebut,  mereka berhamburan keluar rumah untuk melihat bagaimana Bajaj biru khas ibu kota ini berjalan. 

Darto dan Tumini  merasa lega karena perjalanan mudik lancar, Darto mengemudikan Bajaj itu berkecepatan 60 kilometer per jam.Ia sehari-hari menjadi supir Bajaj rute Tanah Merah, Pluit. karena kondisi Bajaj di ibu kota semakin terdesak oleh ojek online (ojol).

“Setiap istirahat sebentar saja tidak lebih dari 30 menit, cuma empat kali istirahat  saja agar cepat sampai ditujuan. Rute mudik sengaja pilih jalur pantai utara (pantura). Perjalanan mudik cukup lancar dan aman,” ungkap Darto.

Darto dan istri pilih mudik menggunakan Bajaj itu karena keterbatasan finansial, apalagi pendapatan sopir Bajaj setiap hari tidaklah terlalu besar.Mudik pakai Bajaj ini cukup hemat, tidak lebih dari Rp.400 ribu sudah sampai di kampung halaman. 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/