alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Kasus Terapi Otak Jadi Alasan Terawan Dipecat IDI

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Gara-gara kasus cuci otak Terawan Agus Putranto menerima kenyataan pahit, pria berkumis itu oleh Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memberhentikan secara . Padahal sebelumnya, di tahun 2018 lalu terawan diberhentikan sementara selama 12 bulan atau satu tahun.

Dalam suratnya, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat IDI menyatakan, dokter tersebut dianggap melakukan tindakan pelanggaran etik berat (serious ethical misconduct).Pasca dijatuhi sanksi sementara, Terawan sama sekali tidak menunjukkan itikad baik untuk melakukan klarifikasi.

MKEK juga menuding, Terawan mempromosikan Vaksin Nusantara kepada publik, padahal penelitian belum selesai.Pandu Riyono, Epidemiolog Universitas Indonesia sekaligus anggota IDI Wilayah DKI Jakarta menerangkan, kasus Terawan itu sudah lama.Sebelum terawan dilantik menjadi menteri kesehatan tahun 2019 lalu, kasus tersebut tidak berkaitan Vaksin Nusantara.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Terawan sendiri diberi kesempatan untuk memberikan klarifikasi, pembelaan dan sejenisnya di tahun 2018, tetapi kesempatan itu tidak digunakan. Sebagai teman sesama dokter, pengurus IDI menginginkan ada itikad baik dari Terawan dan bila ada sanksi paling cuma sekedar pembinaan.”tegas Pandu.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Gara-gara kasus cuci otak Terawan Agus Putranto menerima kenyataan pahit, pria berkumis itu oleh Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memberhentikan secara . Padahal sebelumnya, di tahun 2018 lalu terawan diberhentikan sementara selama 12 bulan atau satu tahun.

Dalam suratnya, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat IDI menyatakan, dokter tersebut dianggap melakukan tindakan pelanggaran etik berat (serious ethical misconduct).Pasca dijatuhi sanksi sementara, Terawan sama sekali tidak menunjukkan itikad baik untuk melakukan klarifikasi.

MKEK juga menuding, Terawan mempromosikan Vaksin Nusantara kepada publik, padahal penelitian belum selesai.Pandu Riyono, Epidemiolog Universitas Indonesia sekaligus anggota IDI Wilayah DKI Jakarta menerangkan, kasus Terawan itu sudah lama.Sebelum terawan dilantik menjadi menteri kesehatan tahun 2019 lalu, kasus tersebut tidak berkaitan Vaksin Nusantara.

“Terawan sendiri diberi kesempatan untuk memberikan klarifikasi, pembelaan dan sejenisnya di tahun 2018, tetapi kesempatan itu tidak digunakan. Sebagai teman sesama dokter, pengurus IDI menginginkan ada itikad baik dari Terawan dan bila ada sanksi paling cuma sekedar pembinaan.”tegas Pandu.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Gara-gara kasus cuci otak Terawan Agus Putranto menerima kenyataan pahit, pria berkumis itu oleh Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memberhentikan secara . Padahal sebelumnya, di tahun 2018 lalu terawan diberhentikan sementara selama 12 bulan atau satu tahun.

Dalam suratnya, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat IDI menyatakan, dokter tersebut dianggap melakukan tindakan pelanggaran etik berat (serious ethical misconduct).Pasca dijatuhi sanksi sementara, Terawan sama sekali tidak menunjukkan itikad baik untuk melakukan klarifikasi.

MKEK juga menuding, Terawan mempromosikan Vaksin Nusantara kepada publik, padahal penelitian belum selesai.Pandu Riyono, Epidemiolog Universitas Indonesia sekaligus anggota IDI Wilayah DKI Jakarta menerangkan, kasus Terawan itu sudah lama.Sebelum terawan dilantik menjadi menteri kesehatan tahun 2019 lalu, kasus tersebut tidak berkaitan Vaksin Nusantara.

“Terawan sendiri diberi kesempatan untuk memberikan klarifikasi, pembelaan dan sejenisnya di tahun 2018, tetapi kesempatan itu tidak digunakan. Sebagai teman sesama dokter, pengurus IDI menginginkan ada itikad baik dari Terawan dan bila ada sanksi paling cuma sekedar pembinaan.”tegas Pandu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/