22.8 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Nasib Petaruh Bola Kalah Taruhan Terpaksa Makan Mi Instan

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, RADARJEMBER.ID – Banyak dari mereka memanfaatkan momen ini untuk beradu nasib. Menang banyak supaya bisa foya-foya. Tapi tak sedikit pula yang jatuh miskin karena kalah taruhan.

Laga Penentu Spanyol Tanding Lawan Jerman

“Kalau tak masang, rasa-rasanya menonton pertandingan sepak bola itu hambar. Tapi, kalau masang, ada seninya. Agak ndredeg gimana gitu,” kata Rifai (nama samaran), 34.Pria yang seharinya karyawan perusahaan swasta di Pasuruan itu, memang gemar akan judi bola.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jauh sebelum judi online mewabah seperti sekarang, Rifai sudah hafal betul akan situs-situs taruhan. Mulai Asia, Eropa, hingga Amerika.Kalah maupun menang adalah hal biasa baginya. Tapi, jika dihitung-hitung, Rifai lebih sering menang.

Katanya, taruhan bola adalah mainannya sejak dia masih SD. Entah itu bersama teman sekelas, tetangga, maupun saudara.“Dulu waktu sekolah, uang saku yang dipakai. Skalanya kecil. Yang kalah, nraktir di kantin.”terang pria itu.

Hingga dia belajar dan fasih setelah warung internet menjamur. Hampir tiap malam, hari-harinya diisi dengan duduk di warnet sembari memasang taruhan. Liga-liga di Eropa adalah favoritnya.

Bahkan “hobi” taruhan inilah yang membuatnya nyaris jadi mahasiswa abadi. “Dulu kiriman orang tua banyak. Aku tak suka minum, apalagi narkoba. Tetapi, aku begitu suka taruhan,” ungkap Rifai.

Sebagai pejudi, Rifai mengaku pernah menghabiskan uang hingga Rp 50 juta dalam semalam. Tetapi, dia juga pernah menang hingga seperempat miliar. Dia pun kerap jalan-jalan keluar negeri, bahkan membeli mobil dari hasil taruhan itu.(*)

Edeitor:Winardyasto HariKirono

Ilustrasi:Istimewa

Sumber Berita:jawapos.com

 

- Advertisement -

PASURUAN, RADARJEMBER.ID – Banyak dari mereka memanfaatkan momen ini untuk beradu nasib. Menang banyak supaya bisa foya-foya. Tapi tak sedikit pula yang jatuh miskin karena kalah taruhan.

Laga Penentu Spanyol Tanding Lawan Jerman

“Kalau tak masang, rasa-rasanya menonton pertandingan sepak bola itu hambar. Tapi, kalau masang, ada seninya. Agak ndredeg gimana gitu,” kata Rifai (nama samaran), 34.Pria yang seharinya karyawan perusahaan swasta di Pasuruan itu, memang gemar akan judi bola.

Jauh sebelum judi online mewabah seperti sekarang, Rifai sudah hafal betul akan situs-situs taruhan. Mulai Asia, Eropa, hingga Amerika.Kalah maupun menang adalah hal biasa baginya. Tapi, jika dihitung-hitung, Rifai lebih sering menang.

Katanya, taruhan bola adalah mainannya sejak dia masih SD. Entah itu bersama teman sekelas, tetangga, maupun saudara.“Dulu waktu sekolah, uang saku yang dipakai. Skalanya kecil. Yang kalah, nraktir di kantin.”terang pria itu.

Hingga dia belajar dan fasih setelah warung internet menjamur. Hampir tiap malam, hari-harinya diisi dengan duduk di warnet sembari memasang taruhan. Liga-liga di Eropa adalah favoritnya.

Bahkan “hobi” taruhan inilah yang membuatnya nyaris jadi mahasiswa abadi. “Dulu kiriman orang tua banyak. Aku tak suka minum, apalagi narkoba. Tetapi, aku begitu suka taruhan,” ungkap Rifai.

Sebagai pejudi, Rifai mengaku pernah menghabiskan uang hingga Rp 50 juta dalam semalam. Tetapi, dia juga pernah menang hingga seperempat miliar. Dia pun kerap jalan-jalan keluar negeri, bahkan membeli mobil dari hasil taruhan itu.(*)

Edeitor:Winardyasto HariKirono

Ilustrasi:Istimewa

Sumber Berita:jawapos.com

 

PASURUAN, RADARJEMBER.ID – Banyak dari mereka memanfaatkan momen ini untuk beradu nasib. Menang banyak supaya bisa foya-foya. Tapi tak sedikit pula yang jatuh miskin karena kalah taruhan.

Laga Penentu Spanyol Tanding Lawan Jerman

“Kalau tak masang, rasa-rasanya menonton pertandingan sepak bola itu hambar. Tapi, kalau masang, ada seninya. Agak ndredeg gimana gitu,” kata Rifai (nama samaran), 34.Pria yang seharinya karyawan perusahaan swasta di Pasuruan itu, memang gemar akan judi bola.

Jauh sebelum judi online mewabah seperti sekarang, Rifai sudah hafal betul akan situs-situs taruhan. Mulai Asia, Eropa, hingga Amerika.Kalah maupun menang adalah hal biasa baginya. Tapi, jika dihitung-hitung, Rifai lebih sering menang.

Katanya, taruhan bola adalah mainannya sejak dia masih SD. Entah itu bersama teman sekelas, tetangga, maupun saudara.“Dulu waktu sekolah, uang saku yang dipakai. Skalanya kecil. Yang kalah, nraktir di kantin.”terang pria itu.

Hingga dia belajar dan fasih setelah warung internet menjamur. Hampir tiap malam, hari-harinya diisi dengan duduk di warnet sembari memasang taruhan. Liga-liga di Eropa adalah favoritnya.

Bahkan “hobi” taruhan inilah yang membuatnya nyaris jadi mahasiswa abadi. “Dulu kiriman orang tua banyak. Aku tak suka minum, apalagi narkoba. Tetapi, aku begitu suka taruhan,” ungkap Rifai.

Sebagai pejudi, Rifai mengaku pernah menghabiskan uang hingga Rp 50 juta dalam semalam. Tetapi, dia juga pernah menang hingga seperempat miliar. Dia pun kerap jalan-jalan keluar negeri, bahkan membeli mobil dari hasil taruhan itu.(*)

Edeitor:Winardyasto HariKirono

Ilustrasi:Istimewa

Sumber Berita:jawapos.com

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca