alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Polisi Panggil Distributor Serta Produsen Buntut Selundupkan Pupuk Subsidi

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMATERA BARAT, RADAR JEMBER.ID-Dinas Tanaman Pangan Holitikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) akan memanggil distributor dan produsen pupuk bersubsidi, besok. Ini sehubungan dengan adanya kasus dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi dan baru-baru ini diungkap Polres Sijunjung.

”Kita akan interogasi apakah mereka terlibat dalam kasus tersebut atau tidak karena ada indikasi pembiaran yang dilakukan kedua pihak tersebut,” ucap Syafrizal, Kepala Distanhorbun Sumbar kepada Padang Ekspres, kemarin.Dia menegaskan, akan bertindak cepat untuk membereskan masalah tersebut.

Tersangka kasus dugaan penyelundupan pupuk tersebut sudah masuk dalam daftar black list dari nama -nama penyalur pupuk subsidi di Distanhorbun Sumbar. Tersangka, sebutnya, berkemungkinan menggunakan data distributor lain untuk dapat memperoleh pupuk dari produsen.

Mobile_AP_Rectangle 2

AKBP M Ikhwan Lazuardi, Kapolres Sijunjung, menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi dengan sebuah truk pada Sabtu siang (23/7) lalu.Setelah itu, tim Reskrim Polres Sijunjung pun turun ke lapangan. Para petugas melakukan pengintaian di sebuah ruas jalan, di Jalan M.Yamin, Nagari Muaro.

Pengintain itu dilakukan mulai pukul 01.30 WIB, tim melihat sebuah truk Colt Diesel melintas. Secara fisik terlihat bermuatan berat.Merasa yakin truk yang melintas itu adalah target sasaran, tim Polres Sijunjung pun memberhentikannya. Kemudian memeriksa muatan yang dibawa, dan menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan.

Ternyata benar truk tersebut berisikan pupuk yang akan dibawa ke Provinsi Riau. Berdasarkan hasil pemeriksaan, itu pupuk bersubsidi.”Sopir mengaku pupuk tersebut dari Kumanis hendak dibawa ke Kuantansingingi (Kuansing), Provinsi Riau.

Sementara yang bersangkutan tidak bisa menunjukan dokumennya,” paparnya didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jailani, kemarin (26/7).Total ada 200 karung pupuk dalam truk tersebut. Beratnya 10 ton. ”Demi mendapat untung besar, pupuk bersubsidi ini (diduga) hendak diselundupkan ke Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau,” tegas AKBP M Ikhwan Lazuardi.

- Advertisement -

SUMATERA BARAT, RADAR JEMBER.ID-Dinas Tanaman Pangan Holitikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) akan memanggil distributor dan produsen pupuk bersubsidi, besok. Ini sehubungan dengan adanya kasus dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi dan baru-baru ini diungkap Polres Sijunjung.

”Kita akan interogasi apakah mereka terlibat dalam kasus tersebut atau tidak karena ada indikasi pembiaran yang dilakukan kedua pihak tersebut,” ucap Syafrizal, Kepala Distanhorbun Sumbar kepada Padang Ekspres, kemarin.Dia menegaskan, akan bertindak cepat untuk membereskan masalah tersebut.

Tersangka kasus dugaan penyelundupan pupuk tersebut sudah masuk dalam daftar black list dari nama -nama penyalur pupuk subsidi di Distanhorbun Sumbar. Tersangka, sebutnya, berkemungkinan menggunakan data distributor lain untuk dapat memperoleh pupuk dari produsen.

AKBP M Ikhwan Lazuardi, Kapolres Sijunjung, menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi dengan sebuah truk pada Sabtu siang (23/7) lalu.Setelah itu, tim Reskrim Polres Sijunjung pun turun ke lapangan. Para petugas melakukan pengintaian di sebuah ruas jalan, di Jalan M.Yamin, Nagari Muaro.

Pengintain itu dilakukan mulai pukul 01.30 WIB, tim melihat sebuah truk Colt Diesel melintas. Secara fisik terlihat bermuatan berat.Merasa yakin truk yang melintas itu adalah target sasaran, tim Polres Sijunjung pun memberhentikannya. Kemudian memeriksa muatan yang dibawa, dan menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan.

Ternyata benar truk tersebut berisikan pupuk yang akan dibawa ke Provinsi Riau. Berdasarkan hasil pemeriksaan, itu pupuk bersubsidi.”Sopir mengaku pupuk tersebut dari Kumanis hendak dibawa ke Kuantansingingi (Kuansing), Provinsi Riau.

Sementara yang bersangkutan tidak bisa menunjukan dokumennya,” paparnya didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jailani, kemarin (26/7).Total ada 200 karung pupuk dalam truk tersebut. Beratnya 10 ton. ”Demi mendapat untung besar, pupuk bersubsidi ini (diduga) hendak diselundupkan ke Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau,” tegas AKBP M Ikhwan Lazuardi.

SUMATERA BARAT, RADAR JEMBER.ID-Dinas Tanaman Pangan Holitikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) akan memanggil distributor dan produsen pupuk bersubsidi, besok. Ini sehubungan dengan adanya kasus dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi dan baru-baru ini diungkap Polres Sijunjung.

”Kita akan interogasi apakah mereka terlibat dalam kasus tersebut atau tidak karena ada indikasi pembiaran yang dilakukan kedua pihak tersebut,” ucap Syafrizal, Kepala Distanhorbun Sumbar kepada Padang Ekspres, kemarin.Dia menegaskan, akan bertindak cepat untuk membereskan masalah tersebut.

Tersangka kasus dugaan penyelundupan pupuk tersebut sudah masuk dalam daftar black list dari nama -nama penyalur pupuk subsidi di Distanhorbun Sumbar. Tersangka, sebutnya, berkemungkinan menggunakan data distributor lain untuk dapat memperoleh pupuk dari produsen.

AKBP M Ikhwan Lazuardi, Kapolres Sijunjung, menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi dengan sebuah truk pada Sabtu siang (23/7) lalu.Setelah itu, tim Reskrim Polres Sijunjung pun turun ke lapangan. Para petugas melakukan pengintaian di sebuah ruas jalan, di Jalan M.Yamin, Nagari Muaro.

Pengintain itu dilakukan mulai pukul 01.30 WIB, tim melihat sebuah truk Colt Diesel melintas. Secara fisik terlihat bermuatan berat.Merasa yakin truk yang melintas itu adalah target sasaran, tim Polres Sijunjung pun memberhentikannya. Kemudian memeriksa muatan yang dibawa, dan menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan.

Ternyata benar truk tersebut berisikan pupuk yang akan dibawa ke Provinsi Riau. Berdasarkan hasil pemeriksaan, itu pupuk bersubsidi.”Sopir mengaku pupuk tersebut dari Kumanis hendak dibawa ke Kuantansingingi (Kuansing), Provinsi Riau.

Sementara yang bersangkutan tidak bisa menunjukan dokumennya,” paparnya didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jailani, kemarin (26/7).Total ada 200 karung pupuk dalam truk tersebut. Beratnya 10 ton. ”Demi mendapat untung besar, pupuk bersubsidi ini (diduga) hendak diselundupkan ke Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau,” tegas AKBP M Ikhwan Lazuardi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/