alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Pengadilan Tinggi Beri Diskon Hukuman Urung Jalani Hukuman Mati

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPANJEN, RADARJEMBER.ID- Kendati lolos dari jeratan hukuman mati, namun para terdakwa kasus Sabu-Sabu seberat 14,15 Kilogram itu masih harus menjalani hukuman cukup berat. Yakni pidana penjara seumur hidup. Penurunan hukuman itu sudah bisa diketahui lewat Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Kepanjen kemarin siang (26/7).

BACA JUGA: Ibu Korban Kasus Pembunuhan Mahasiswa Unej 2013 Menangis Depan Hakim

Banding perkara yang disidangkan Ketua Majelis Hakim Houtman Lumban Tobing SH MH telah putus pada 21 Juli 2022 lalu. Namun hasil banding itu belum diketahui oleh penuntut umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang. ”Kami belum menerima salinan resmi dari Pengadilan Tinggi Surabaya,” kata Kasubsi Penuntutan seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kabupaten Malang Rendy Aditya Putra SH kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Putusan bandinmenghukum para terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup itu sesuai dengan tuntutan di Pengadilan Negeri Kepanjen. Namun, hingga kemarin jaksa belum bisa mengambil keputusan akan melakukan kasasi atau menerima putusan tersebut. Mereka tetap menunggu salinan putusan dari pengadilan tinggi.

Seperti ketahui, Hari Santoso, Novia Anggara, dan Sugeng Nuryanto divonis hukuman mati oleh majelis hakim PN Kepanjen I Putu Gede Astawa SH MH pada 13 Mei 2022. Tiga terdakwa asal Kecamatan Lawang, dan Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang itu dinilai sama-sama melanggar pasal 114 Ayat 2 UndangUndang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Saat hukuman mati itu dijatuhkan hakim, para terdakwa kala itu tampak sangat panik. Sebagian memohon ampun, sebagian lagi langsung berteriak bakal mengajukan upaya banding. Salah satu pertimbangan hakim menjatuhkan hukuman mati adalah banyaknya barang bukti narkotika dalam perkara yang ditangani langsung oleh Bareskrim Mabes Polri itu.

- Advertisement -

KEPANJEN, RADARJEMBER.ID- Kendati lolos dari jeratan hukuman mati, namun para terdakwa kasus Sabu-Sabu seberat 14,15 Kilogram itu masih harus menjalani hukuman cukup berat. Yakni pidana penjara seumur hidup. Penurunan hukuman itu sudah bisa diketahui lewat Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Kepanjen kemarin siang (26/7).

BACA JUGA: Ibu Korban Kasus Pembunuhan Mahasiswa Unej 2013 Menangis Depan Hakim

Banding perkara yang disidangkan Ketua Majelis Hakim Houtman Lumban Tobing SH MH telah putus pada 21 Juli 2022 lalu. Namun hasil banding itu belum diketahui oleh penuntut umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang. ”Kami belum menerima salinan resmi dari Pengadilan Tinggi Surabaya,” kata Kasubsi Penuntutan seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kabupaten Malang Rendy Aditya Putra SH kemarin.

Putusan bandinmenghukum para terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup itu sesuai dengan tuntutan di Pengadilan Negeri Kepanjen. Namun, hingga kemarin jaksa belum bisa mengambil keputusan akan melakukan kasasi atau menerima putusan tersebut. Mereka tetap menunggu salinan putusan dari pengadilan tinggi.

Seperti ketahui, Hari Santoso, Novia Anggara, dan Sugeng Nuryanto divonis hukuman mati oleh majelis hakim PN Kepanjen I Putu Gede Astawa SH MH pada 13 Mei 2022. Tiga terdakwa asal Kecamatan Lawang, dan Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang itu dinilai sama-sama melanggar pasal 114 Ayat 2 UndangUndang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Saat hukuman mati itu dijatuhkan hakim, para terdakwa kala itu tampak sangat panik. Sebagian memohon ampun, sebagian lagi langsung berteriak bakal mengajukan upaya banding. Salah satu pertimbangan hakim menjatuhkan hukuman mati adalah banyaknya barang bukti narkotika dalam perkara yang ditangani langsung oleh Bareskrim Mabes Polri itu.

KEPANJEN, RADARJEMBER.ID- Kendati lolos dari jeratan hukuman mati, namun para terdakwa kasus Sabu-Sabu seberat 14,15 Kilogram itu masih harus menjalani hukuman cukup berat. Yakni pidana penjara seumur hidup. Penurunan hukuman itu sudah bisa diketahui lewat Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Kepanjen kemarin siang (26/7).

BACA JUGA: Ibu Korban Kasus Pembunuhan Mahasiswa Unej 2013 Menangis Depan Hakim

Banding perkara yang disidangkan Ketua Majelis Hakim Houtman Lumban Tobing SH MH telah putus pada 21 Juli 2022 lalu. Namun hasil banding itu belum diketahui oleh penuntut umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang. ”Kami belum menerima salinan resmi dari Pengadilan Tinggi Surabaya,” kata Kasubsi Penuntutan seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kabupaten Malang Rendy Aditya Putra SH kemarin.

Putusan bandinmenghukum para terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup itu sesuai dengan tuntutan di Pengadilan Negeri Kepanjen. Namun, hingga kemarin jaksa belum bisa mengambil keputusan akan melakukan kasasi atau menerima putusan tersebut. Mereka tetap menunggu salinan putusan dari pengadilan tinggi.

Seperti ketahui, Hari Santoso, Novia Anggara, dan Sugeng Nuryanto divonis hukuman mati oleh majelis hakim PN Kepanjen I Putu Gede Astawa SH MH pada 13 Mei 2022. Tiga terdakwa asal Kecamatan Lawang, dan Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang itu dinilai sama-sama melanggar pasal 114 Ayat 2 UndangUndang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Saat hukuman mati itu dijatuhkan hakim, para terdakwa kala itu tampak sangat panik. Sebagian memohon ampun, sebagian lagi langsung berteriak bakal mengajukan upaya banding. Salah satu pertimbangan hakim menjatuhkan hukuman mati adalah banyaknya barang bukti narkotika dalam perkara yang ditangani langsung oleh Bareskrim Mabes Polri itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/