alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Kecelakaan Kereta Api Dengan Odong-odong, Sembilan Orang Tewas

Mobile_AP_Rectangle 1

SERANG-RADARJEMBER.ID – Kecelakaan tragis terjadi di Kampung Silebu Toples, Desa Silebu, Kabupaten Serang, kemarin (26/7) siang. Odong-odong sarat muatan tertabrak kereta api (KA) penumpang jurusan Merak–Rangkasbitung. Akibatnya, 9 orang tewas dan 22 penumpang lain mengalami luka-luka.

BACA JUGA : Pasca Gus Ning, DPRD Jember Peringatkan Tidak Berbusana Vulgar untuk JFC
Seorang saksi, Iroh Rohayati, 40, menyebut kecelakaan maut itu terjadi pukul 11.00 WIB. Sebelum tertabrak KA, odong-odong yang dikemudikan JL, 27, tersebut melaju dari arah Walantaka, Kota Serang, menuju Desa Sukamaju, Kabupaten Serang.Setiba di perlintasan tanpa palang pintu, odong-odong itu tetap melaju seperti biasa.

Padahal, dari jauh sudah terlihat kereta yang melaju kencang. Iroh mengatakan, warga sekitar sempat meneriaki sopir untuk memberitahukan kedatangan KA. Namun, peringatan tersebut diabaikan.’’Sudah diteriaki kalau kereta mau datang. Tapi, odong-odongnya enggak berhenti,’’ kata Iroh.

Mobile_AP_Rectangle 2

Akibatnya, KA menghantam odong-odong itu. ’’Kenanya bagian belakang (odong-odong, Red),’’ imbuh Iroh, yang ditemui Radar Banten di lokasi kejadian.Tabrakan tersebut membuat odong-odong terpental beberapa meter. Kerasnya benturan membuat para penumpang terpental keluar.

Warga lainnya, Sukma, 70, mengetahui kecelakaan itu setelah mendengar suara dentuman keras. Saat keluar rumah, dia melihat sebuah odong-odong yang hancur. Terlihat juga sembilan mayat yang bergelimpangan. ’’Enam ibu-ibu dan tiga anak,’’ ungkap Sukma. Mayoritas korban mengalami luka di bagian kepala.

- Advertisement -

SERANG-RADARJEMBER.ID – Kecelakaan tragis terjadi di Kampung Silebu Toples, Desa Silebu, Kabupaten Serang, kemarin (26/7) siang. Odong-odong sarat muatan tertabrak kereta api (KA) penumpang jurusan Merak–Rangkasbitung. Akibatnya, 9 orang tewas dan 22 penumpang lain mengalami luka-luka.

BACA JUGA : Pasca Gus Ning, DPRD Jember Peringatkan Tidak Berbusana Vulgar untuk JFC
Seorang saksi, Iroh Rohayati, 40, menyebut kecelakaan maut itu terjadi pukul 11.00 WIB. Sebelum tertabrak KA, odong-odong yang dikemudikan JL, 27, tersebut melaju dari arah Walantaka, Kota Serang, menuju Desa Sukamaju, Kabupaten Serang.Setiba di perlintasan tanpa palang pintu, odong-odong itu tetap melaju seperti biasa.

Padahal, dari jauh sudah terlihat kereta yang melaju kencang. Iroh mengatakan, warga sekitar sempat meneriaki sopir untuk memberitahukan kedatangan KA. Namun, peringatan tersebut diabaikan.’’Sudah diteriaki kalau kereta mau datang. Tapi, odong-odongnya enggak berhenti,’’ kata Iroh.

Akibatnya, KA menghantam odong-odong itu. ’’Kenanya bagian belakang (odong-odong, Red),’’ imbuh Iroh, yang ditemui Radar Banten di lokasi kejadian.Tabrakan tersebut membuat odong-odong terpental beberapa meter. Kerasnya benturan membuat para penumpang terpental keluar.

Warga lainnya, Sukma, 70, mengetahui kecelakaan itu setelah mendengar suara dentuman keras. Saat keluar rumah, dia melihat sebuah odong-odong yang hancur. Terlihat juga sembilan mayat yang bergelimpangan. ’’Enam ibu-ibu dan tiga anak,’’ ungkap Sukma. Mayoritas korban mengalami luka di bagian kepala.

SERANG-RADARJEMBER.ID – Kecelakaan tragis terjadi di Kampung Silebu Toples, Desa Silebu, Kabupaten Serang, kemarin (26/7) siang. Odong-odong sarat muatan tertabrak kereta api (KA) penumpang jurusan Merak–Rangkasbitung. Akibatnya, 9 orang tewas dan 22 penumpang lain mengalami luka-luka.

BACA JUGA : Pasca Gus Ning, DPRD Jember Peringatkan Tidak Berbusana Vulgar untuk JFC
Seorang saksi, Iroh Rohayati, 40, menyebut kecelakaan maut itu terjadi pukul 11.00 WIB. Sebelum tertabrak KA, odong-odong yang dikemudikan JL, 27, tersebut melaju dari arah Walantaka, Kota Serang, menuju Desa Sukamaju, Kabupaten Serang.Setiba di perlintasan tanpa palang pintu, odong-odong itu tetap melaju seperti biasa.

Padahal, dari jauh sudah terlihat kereta yang melaju kencang. Iroh mengatakan, warga sekitar sempat meneriaki sopir untuk memberitahukan kedatangan KA. Namun, peringatan tersebut diabaikan.’’Sudah diteriaki kalau kereta mau datang. Tapi, odong-odongnya enggak berhenti,’’ kata Iroh.

Akibatnya, KA menghantam odong-odong itu. ’’Kenanya bagian belakang (odong-odong, Red),’’ imbuh Iroh, yang ditemui Radar Banten di lokasi kejadian.Tabrakan tersebut membuat odong-odong terpental beberapa meter. Kerasnya benturan membuat para penumpang terpental keluar.

Warga lainnya, Sukma, 70, mengetahui kecelakaan itu setelah mendengar suara dentuman keras. Saat keluar rumah, dia melihat sebuah odong-odong yang hancur. Terlihat juga sembilan mayat yang bergelimpangan. ’’Enam ibu-ibu dan tiga anak,’’ ungkap Sukma. Mayoritas korban mengalami luka di bagian kepala.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/