alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Empat Poin Komitmen Menteri Keuangan Anggota G20 untuk Atasi Kemiskinan

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Komitmen mengenai kinerja ekonomi, transisi energi, kesehatan global hingga perpajakan internasional yang adil sangat berperan dalam mengatasi tingkat kemiskinan, dinyatakan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan dalam acara T20 Task Force 5 Side Event di Jakarta.

BACA JUGA : Pasca Gus Ning, DPRD Jember Peringatkan Tidak Berbusana Vulgar untuk JFC

“Ini semua tentang menyediakan sumber daya yang cukup sehingga kita dapat mengatasi masalah kemiskinan,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Suahasil mengatakan keempat poin tersebut merupakan komitmen dari para menteri keuangan dan bank sentral dari negara anggota G20.

Dia menjelaskan anggota G20 berkomitmen untuk menjaga kinerja ekonomi dengan menggunakan semua instrumen kebijakan baik fiskal, moneter, pembangunan hingga ketenagakerjaan.

Anggota G20 juga setuju untuk meningkatkan kesadaran, pengawasan, kesiapsiagaan terhadap situasi kesehatan global yang berpengaruh terhadap kinerja ekonomi.

G20 pun sepakat menciptakan Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF) yang akan menjadi penghubung antara ekonomi dan kesehatan.

Dana yang merupakan respons terhadap kesiapsiagaan pandemi itu telah mendapat komitmen mencapai 1,28 miliar dolar AS dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Eropa dan Indonesia.

“Ini akan dikelola oleh Bank Dunia di bawah tata kelola tertentu yang akan dibahas di bawah kerangka Bank Dunia,” ujarnya.

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Komitmen mengenai kinerja ekonomi, transisi energi, kesehatan global hingga perpajakan internasional yang adil sangat berperan dalam mengatasi tingkat kemiskinan, dinyatakan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan dalam acara T20 Task Force 5 Side Event di Jakarta.

BACA JUGA : Pasca Gus Ning, DPRD Jember Peringatkan Tidak Berbusana Vulgar untuk JFC

“Ini semua tentang menyediakan sumber daya yang cukup sehingga kita dapat mengatasi masalah kemiskinan,” katanya.

Suahasil mengatakan keempat poin tersebut merupakan komitmen dari para menteri keuangan dan bank sentral dari negara anggota G20.

Dia menjelaskan anggota G20 berkomitmen untuk menjaga kinerja ekonomi dengan menggunakan semua instrumen kebijakan baik fiskal, moneter, pembangunan hingga ketenagakerjaan.

Anggota G20 juga setuju untuk meningkatkan kesadaran, pengawasan, kesiapsiagaan terhadap situasi kesehatan global yang berpengaruh terhadap kinerja ekonomi.

G20 pun sepakat menciptakan Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF) yang akan menjadi penghubung antara ekonomi dan kesehatan.

Dana yang merupakan respons terhadap kesiapsiagaan pandemi itu telah mendapat komitmen mencapai 1,28 miliar dolar AS dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Eropa dan Indonesia.

“Ini akan dikelola oleh Bank Dunia di bawah tata kelola tertentu yang akan dibahas di bawah kerangka Bank Dunia,” ujarnya.

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Komitmen mengenai kinerja ekonomi, transisi energi, kesehatan global hingga perpajakan internasional yang adil sangat berperan dalam mengatasi tingkat kemiskinan, dinyatakan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan dalam acara T20 Task Force 5 Side Event di Jakarta.

BACA JUGA : Pasca Gus Ning, DPRD Jember Peringatkan Tidak Berbusana Vulgar untuk JFC

“Ini semua tentang menyediakan sumber daya yang cukup sehingga kita dapat mengatasi masalah kemiskinan,” katanya.

Suahasil mengatakan keempat poin tersebut merupakan komitmen dari para menteri keuangan dan bank sentral dari negara anggota G20.

Dia menjelaskan anggota G20 berkomitmen untuk menjaga kinerja ekonomi dengan menggunakan semua instrumen kebijakan baik fiskal, moneter, pembangunan hingga ketenagakerjaan.

Anggota G20 juga setuju untuk meningkatkan kesadaran, pengawasan, kesiapsiagaan terhadap situasi kesehatan global yang berpengaruh terhadap kinerja ekonomi.

G20 pun sepakat menciptakan Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF) yang akan menjadi penghubung antara ekonomi dan kesehatan.

Dana yang merupakan respons terhadap kesiapsiagaan pandemi itu telah mendapat komitmen mencapai 1,28 miliar dolar AS dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Eropa dan Indonesia.

“Ini akan dikelola oleh Bank Dunia di bawah tata kelola tertentu yang akan dibahas di bawah kerangka Bank Dunia,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/