alexametrics
23.2 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Tergiur Bayaran Anak-Anak di NTB Jadi Joki Cilik

Mobile_AP_Rectangle 1

Begitupun persoalan pendidikan, menjadi terbengkalai akibat anak tidak masuk sekolah. Tidak hanya itu, hobi turun temurun ini juga menjadi faktor seorang anak berani menjadi joki.

“Oleh karena itu di sinilah peran orang tua untuk melarang anaknya menjadi joki karena masih terlalu kecil,” kata istri Wakil Bupati Bima tersebut.

Salah satu pemerhati anak Kabupaten Bima, Rufidah mengatakan bahwa profesi joki cilik ini termasuk pegadaian terhadap jiwa anak. “Karena pengaruhnya dan akibatnya terhadap keamanan, pendidikan dan hak anak,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh karena itu semua pihak harus ikut peduli terhadap bentuk kegiatan anak tersebut, baik itu orang tua joki, pemerintah, organisasi Pordasi Kabupaten Bima dan semua komponen masyarakat.

Sementara itu, salah satu pengurus Pordasi Kabupaten Bima, Irfan, menegaskan pihaknya bersama pengurus daerah maupun pusat terus mengatur regulasi tentang kategori pacuan kuda tradisional tersebut. “Misalnya joki harus sesuai kelas dan ukuran kuda, memakai pengaman lengkap saat latihan maupun pertandingan dan di asuransi,” katanya. (*)

Editor : Yerry Arintoko Aji

Foto : ANTARA/Pemprov NTB

Sumber Berita : Antara

- Advertisement -

Begitupun persoalan pendidikan, menjadi terbengkalai akibat anak tidak masuk sekolah. Tidak hanya itu, hobi turun temurun ini juga menjadi faktor seorang anak berani menjadi joki.

“Oleh karena itu di sinilah peran orang tua untuk melarang anaknya menjadi joki karena masih terlalu kecil,” kata istri Wakil Bupati Bima tersebut.

Salah satu pemerhati anak Kabupaten Bima, Rufidah mengatakan bahwa profesi joki cilik ini termasuk pegadaian terhadap jiwa anak. “Karena pengaruhnya dan akibatnya terhadap keamanan, pendidikan dan hak anak,” ujarnya.

Oleh karena itu semua pihak harus ikut peduli terhadap bentuk kegiatan anak tersebut, baik itu orang tua joki, pemerintah, organisasi Pordasi Kabupaten Bima dan semua komponen masyarakat.

Sementara itu, salah satu pengurus Pordasi Kabupaten Bima, Irfan, menegaskan pihaknya bersama pengurus daerah maupun pusat terus mengatur regulasi tentang kategori pacuan kuda tradisional tersebut. “Misalnya joki harus sesuai kelas dan ukuran kuda, memakai pengaman lengkap saat latihan maupun pertandingan dan di asuransi,” katanya. (*)

Editor : Yerry Arintoko Aji

Foto : ANTARA/Pemprov NTB

Sumber Berita : Antara

Begitupun persoalan pendidikan, menjadi terbengkalai akibat anak tidak masuk sekolah. Tidak hanya itu, hobi turun temurun ini juga menjadi faktor seorang anak berani menjadi joki.

“Oleh karena itu di sinilah peran orang tua untuk melarang anaknya menjadi joki karena masih terlalu kecil,” kata istri Wakil Bupati Bima tersebut.

Salah satu pemerhati anak Kabupaten Bima, Rufidah mengatakan bahwa profesi joki cilik ini termasuk pegadaian terhadap jiwa anak. “Karena pengaruhnya dan akibatnya terhadap keamanan, pendidikan dan hak anak,” ujarnya.

Oleh karena itu semua pihak harus ikut peduli terhadap bentuk kegiatan anak tersebut, baik itu orang tua joki, pemerintah, organisasi Pordasi Kabupaten Bima dan semua komponen masyarakat.

Sementara itu, salah satu pengurus Pordasi Kabupaten Bima, Irfan, menegaskan pihaknya bersama pengurus daerah maupun pusat terus mengatur regulasi tentang kategori pacuan kuda tradisional tersebut. “Misalnya joki harus sesuai kelas dan ukuran kuda, memakai pengaman lengkap saat latihan maupun pertandingan dan di asuransi,” katanya. (*)

Editor : Yerry Arintoko Aji

Foto : ANTARA/Pemprov NTB

Sumber Berita : Antara

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/