alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Keluarga Jitun Pertahankan Nama Satu Kata

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID- Keluarga di Desa Temon, Sawoo, ini getol menjaga tradisi leluhur dalam memberikan nama pada anak-anak mereka, cukup satu kata biar tidak terlalu panjang dan terlebih gampang diingat. Meski julukan itu habis dalam sekali ucap, namun harapan dipanjat dibalik nama tersebut.

BACA JUGA : AMDK Sumbang 328.117 Ton Sampah Plastik, Kemasan Galon Jadi Solusi

Jitun sempat bingung saat berbincang dengan anak gadisnya Melalui sambungan telepon, Jitun sempat kebingungan saat ditelpon sang anak perempuan. Perempuan desa itu tak tahu-menahu soal update Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 74/2022, mengatur pencatatan nama minimal terdiri dari dua kata.

Mobile_AP_Rectangle 2

‘’Dari dulu, nama keluargku ini memang satu kata, seluruh keluargaku memiliki nama satu kata. Selain Jitun, almarhum suami dia juga memiliki nama satu kata, Sujud. Bahkan, orang tuaku bernama Soiman dan Tuki. Kakek-nenekku bernama Sakad dan Sadiyem. ‘’Nama asliku Jemini, tapi lebih familier dipanggil Jitun. Akhirnya di KTP tertulis Jemini/Jitun,’’ tutur dia.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID- Keluarga di Desa Temon, Sawoo, ini getol menjaga tradisi leluhur dalam memberikan nama pada anak-anak mereka, cukup satu kata biar tidak terlalu panjang dan terlebih gampang diingat. Meski julukan itu habis dalam sekali ucap, namun harapan dipanjat dibalik nama tersebut.

BACA JUGA : AMDK Sumbang 328.117 Ton Sampah Plastik, Kemasan Galon Jadi Solusi

Jitun sempat bingung saat berbincang dengan anak gadisnya Melalui sambungan telepon, Jitun sempat kebingungan saat ditelpon sang anak perempuan. Perempuan desa itu tak tahu-menahu soal update Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 74/2022, mengatur pencatatan nama minimal terdiri dari dua kata.

‘’Dari dulu, nama keluargku ini memang satu kata, seluruh keluargaku memiliki nama satu kata. Selain Jitun, almarhum suami dia juga memiliki nama satu kata, Sujud. Bahkan, orang tuaku bernama Soiman dan Tuki. Kakek-nenekku bernama Sakad dan Sadiyem. ‘’Nama asliku Jemini, tapi lebih familier dipanggil Jitun. Akhirnya di KTP tertulis Jemini/Jitun,’’ tutur dia.

RADARJEMBER.ID- Keluarga di Desa Temon, Sawoo, ini getol menjaga tradisi leluhur dalam memberikan nama pada anak-anak mereka, cukup satu kata biar tidak terlalu panjang dan terlebih gampang diingat. Meski julukan itu habis dalam sekali ucap, namun harapan dipanjat dibalik nama tersebut.

BACA JUGA : AMDK Sumbang 328.117 Ton Sampah Plastik, Kemasan Galon Jadi Solusi

Jitun sempat bingung saat berbincang dengan anak gadisnya Melalui sambungan telepon, Jitun sempat kebingungan saat ditelpon sang anak perempuan. Perempuan desa itu tak tahu-menahu soal update Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 74/2022, mengatur pencatatan nama minimal terdiri dari dua kata.

‘’Dari dulu, nama keluargku ini memang satu kata, seluruh keluargaku memiliki nama satu kata. Selain Jitun, almarhum suami dia juga memiliki nama satu kata, Sujud. Bahkan, orang tuaku bernama Soiman dan Tuki. Kakek-nenekku bernama Sakad dan Sadiyem. ‘’Nama asliku Jemini, tapi lebih familier dipanggil Jitun. Akhirnya di KTP tertulis Jemini/Jitun,’’ tutur dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/