alexametrics
31 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Unggah Foto Lewat Medsos Seolah Jadi Korban Begal

Mobile_AP_Rectangle 1

SOLO, RADARJEMBER.ID- Warga Boyolali sempat dihebohkan oleh sebuah foto di media sosial (medsos), foto seorang emak-emak, M, asal Sambungrejo, Mliwis, Cepogo terlihat terbaring di kasur puskesmas. Foto viral terdapat keterangan bila ia menjadi korban begal di Jalan Cepogo-Ampel, Desa/Kecamatan Cepogo, bahkan  sendiri M mengaku kehilangan uang senilai Rp 3 juta.

AKP Agung Setiawan, Kapolsek Cepogo, menegaskan bahwa informasi pembegalan tersebut tidaklah benar karena foto itu terkesan janggal. Usai menerima kabar terkait pembegalan, ia langsung  menerjunkan anggotanya untuk lidik. Namun, hasil keterangan justru tak mengindikasikan korban habis kena begal. 

“Memang benar ada warga  mengaku telah menjadi korban curas (pencurian dengan kekerasan,Red). Tetapi setelah kita lakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata pernyataan warga tersebut tidak benar dan sekedar mengarang cerita korban pembegalan,” terang Agung melansir dari Jawapos Radar Solo, Rabu (27/4).

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut Agung menerangkan, kejadian bermula saat seorang ibu-ibu mengaku terkena begal di Jalan Cepogo-Ampel, Desa/Kecamatan Cepogo sekitar pukul 17.54 WIB. Tepatnya di jalan arah Puskesmas Cepogo atau 100 meter dari Pasar Sayur. M mengaku kepada warga jika habis terkena begal, sehingga oleh warga segera dilarikan ke puskesmas.

Di satu sisi, kepolisian pun lantas menerjunkan petugas untuk meminta keterangan M dan melakukan lidik. Sayangnya, M tidak memberikan keterangan yang jelas. Ditambah lagi, keterangan dari warga terdekat di sekitar lokasi kejadian mengaku tak mendengar apapun. Baik tangisan maupun teriakan minta tolong M.

- Advertisement -

SOLO, RADARJEMBER.ID- Warga Boyolali sempat dihebohkan oleh sebuah foto di media sosial (medsos), foto seorang emak-emak, M, asal Sambungrejo, Mliwis, Cepogo terlihat terbaring di kasur puskesmas. Foto viral terdapat keterangan bila ia menjadi korban begal di Jalan Cepogo-Ampel, Desa/Kecamatan Cepogo, bahkan  sendiri M mengaku kehilangan uang senilai Rp 3 juta.

AKP Agung Setiawan, Kapolsek Cepogo, menegaskan bahwa informasi pembegalan tersebut tidaklah benar karena foto itu terkesan janggal. Usai menerima kabar terkait pembegalan, ia langsung  menerjunkan anggotanya untuk lidik. Namun, hasil keterangan justru tak mengindikasikan korban habis kena begal. 

“Memang benar ada warga  mengaku telah menjadi korban curas (pencurian dengan kekerasan,Red). Tetapi setelah kita lakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata pernyataan warga tersebut tidak benar dan sekedar mengarang cerita korban pembegalan,” terang Agung melansir dari Jawapos Radar Solo, Rabu (27/4).

Lebih lanjut Agung menerangkan, kejadian bermula saat seorang ibu-ibu mengaku terkena begal di Jalan Cepogo-Ampel, Desa/Kecamatan Cepogo sekitar pukul 17.54 WIB. Tepatnya di jalan arah Puskesmas Cepogo atau 100 meter dari Pasar Sayur. M mengaku kepada warga jika habis terkena begal, sehingga oleh warga segera dilarikan ke puskesmas.

Di satu sisi, kepolisian pun lantas menerjunkan petugas untuk meminta keterangan M dan melakukan lidik. Sayangnya, M tidak memberikan keterangan yang jelas. Ditambah lagi, keterangan dari warga terdekat di sekitar lokasi kejadian mengaku tak mendengar apapun. Baik tangisan maupun teriakan minta tolong M.

SOLO, RADARJEMBER.ID- Warga Boyolali sempat dihebohkan oleh sebuah foto di media sosial (medsos), foto seorang emak-emak, M, asal Sambungrejo, Mliwis, Cepogo terlihat terbaring di kasur puskesmas. Foto viral terdapat keterangan bila ia menjadi korban begal di Jalan Cepogo-Ampel, Desa/Kecamatan Cepogo, bahkan  sendiri M mengaku kehilangan uang senilai Rp 3 juta.

AKP Agung Setiawan, Kapolsek Cepogo, menegaskan bahwa informasi pembegalan tersebut tidaklah benar karena foto itu terkesan janggal. Usai menerima kabar terkait pembegalan, ia langsung  menerjunkan anggotanya untuk lidik. Namun, hasil keterangan justru tak mengindikasikan korban habis kena begal. 

“Memang benar ada warga  mengaku telah menjadi korban curas (pencurian dengan kekerasan,Red). Tetapi setelah kita lakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata pernyataan warga tersebut tidak benar dan sekedar mengarang cerita korban pembegalan,” terang Agung melansir dari Jawapos Radar Solo, Rabu (27/4).

Lebih lanjut Agung menerangkan, kejadian bermula saat seorang ibu-ibu mengaku terkena begal di Jalan Cepogo-Ampel, Desa/Kecamatan Cepogo sekitar pukul 17.54 WIB. Tepatnya di jalan arah Puskesmas Cepogo atau 100 meter dari Pasar Sayur. M mengaku kepada warga jika habis terkena begal, sehingga oleh warga segera dilarikan ke puskesmas.

Di satu sisi, kepolisian pun lantas menerjunkan petugas untuk meminta keterangan M dan melakukan lidik. Sayangnya, M tidak memberikan keterangan yang jelas. Ditambah lagi, keterangan dari warga terdekat di sekitar lokasi kejadian mengaku tak mendengar apapun. Baik tangisan maupun teriakan minta tolong M.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/