Gegara Beras SPHP Diduga Dioplos, Bulog Bentuk Satgas Khusus!

RADAR JEMBER - Dugaan penyimpangan dalam penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi sorotan masyarakat.
Menyikapi persoalan tersebut, Perum Bulog mengambil langkah dengan membentuk satuan tugas (satgas) khusus guna meningkatkan pengawasan terhadap distribusi beras program pemerintah.
Pembentukan satgas ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap berbagai praktik kecurangan yang berpotensi terjadi selama proses penyaluran beras SPHP.
Sebagaimana diketahui, program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga ketersediaan stok beras sekaligus memastikan masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau.
Dalam pelaksanaannya, beras SPHP didistribusikan ke sejumlah daerah melalui jalur penyaluran yang telah ditetapkan.
Oleh sebab itu, setiap tahapan distribusi perlu diawasi agar tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan tindakan yang menyimpang dari ketentuan.
Kasus dugaan pengoplosan beras SPHP di Jakarta Timur turut menjadi perhatian dalam persoalan ini.
Dugaan praktik tersebut melibatkan pengemasan ulang atau repacking beras SPHP oleh oknum mitra penyalur di kawasan Matraman dan Pasar Induk Beras Cipinang.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan adanya dugaan pengemasan ulang beras SPHP ke dalam karung berukuran 50 kilogram.
Padahal, penyaluran beras program tersebut harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.



