
RADAR JEMBER – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mulai menjadi pilihan warga untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Di Desa Pandeyan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, selisih harga minyak goreng dan LPG bisa mencapai beberapa ribu rupiah dibandingkan harga di toko sekitar.
Mengutip laporan PPID Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada (15/102026), Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan menjual MinyaKita seharga Rp15.700 per liter.
Sementara itu, harga di luar koperasi dilaporkan mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter.
Artinya, warga berpotensi menghemat Rp2.300 hingga Rp4.300 untuk setiap liter minyak goreng yang dibeli.
Selisih harga juga terlihat pada LPG 3 kilogram yang dijual Rp16.000 per tabung di koperasi, sedangkan harga di tempat lain dilaporkan sekitar Rp20.000.
Jika membeli satu liter minyak goreng dan satu tabung LPG, warga berpotensi menghemat Rp6.300 hingga Rp8.300.
Namun, penghematan tersebut bergantung pada harga barang di tempat pembelian lain dan ketersediaan stok di koperasi.
Manajer Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan, Dea Hagania Laia, mengatakan koperasi mulai beroperasi pada (14/9/2026).


