Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Desil Bansos Dipermasalahkan, Pemerintah Sebut Data Masih Bisa Dikoreksi

R
Muhammad Qodari selaku Kepala Bakom RI memberikan keterangan melalui sambungan daring (Sumber: ANTARA/HO)
Muhammad Qodari selaku Kepala Bakom RI memberikan keterangan melalui sambungan daring (Sumber: ANTARA/HO)

Advertisement

RADAR JEMBER – Posisi desil dalam data bantuan sosial (bansos) saat ini menjadi sorotan. 

Pengelompokkan tingkat kesejahteraan keluarga tersebut tidak selalu mencerminkan kondisi rakyat secara tepat. 

Pemerintah bahkan mengakui bahwa data sosial ekonomi tidak bisa dianggap sebagai angka final. Perubahan kondisi masyarakat menjadikan data perlu ditinjau dan diperbarui secara berkala. 

Advertisement

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengungkapkan, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTESN) sengaja dirancang untuk terus mengalami pemutakhiran. 

Masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai juga memiliki jalur untuk mengajukan koreksi. 

Advertisement

“DTESN bukan data yang bersifat sekali jadi kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah dengan cepat sementara data juga terus diperbarui oleh karena itu pemerintah menyediakan mekanisme pemutakhiran termasuk usul dan sanggah dari masyarakat agar warga yang belum perdata atau mengalami ketidaksesuaian dapat diperiksa dan diperbaiki,” Ujar Qodari yang dikutip dari suatu media, Selasa, (15/9/2026). 

Menurutnya, Penggunaan DTESN sebagai basis penyaluran bansos justru membuka data keluarga yang sebelumnya belum tersentuh bantuan. 

Semenjak diterapkan, terdata 4,33 juta keluarga penerima manfaat baru yang masuk dalam program bantuan sosial. 

Angka tersebut dinilai menjadi salah satu hasil dari proses integrasi dan pemutakhiran data. 

“Kini DTSN sudah digunakan pemerintah sebagai basis penyaluran bansos sejak diimplementasikan tercatat 4,33 juta keluarga penerima manfaat baru pada program bantuan sosial. Ini menunjukkan bahwa pemutakhiran dan integrasi data tidak hanya berfungsi menertibkan data penerima tetapi juga berhasil membantu menemukan warga yang sebelumnya belum menerima bantuan meskipun mereka memenuhi kriteria,” Kata Qodari. 

Advertisement

Artikel Terkait

Berikut Langkah – Langkah Agar Mendapatkan BLT Kesra

Berikut Langkah – Langkah Agar Mendapatkan BLT Kesra

Pertengahan September 2026 saat ini banyak sekali bantuan yang di salurkan oleh pemerintah bagi masyarakat yang kesulitan dalam hal ekonomi. Beberapa bantuan sosial yang dilakukan oleh pemerintah:

Data Desil Perlu Diperbarui Secara Berkala, Mengapa Demikian?

Data Desil Perlu Diperbarui Secara Berkala, Mengapa Demikian?

Pernah cek data desil lagi, tetapi angka yang tertera berbeda dengan hasil yang sebelumnya? Kondisi tersebut bisa terjadi karena data sosial ekonomi masyarakat memang tidak bersifat tetap. Perubahan kondisi keluarga men

Cek Desil Bansos Malah Bikin Masyarakat Khawatir Kehilangan Hak Mendapatkan Bantuan

Cek Desil Bansos Malah Bikin Masyarakat Khawatir Kehilangan Hak Mendapatkan Bantuan

Masyarakat Indonesia kini mulai ramai melakukan pengecekan desil kesejahteraan untuk mengetahui posisi mereka dalam data penerima bantuan sosial. Pengecekan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi ekonomi masyarakat se

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer