Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Memahami Perbedaan Metode Hisab dan Rukyat dalam Penetapan Ramadan di Indonesia

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
Ilustrasi melihat hilal sebagai salah satu metode penetapan awal puasa ramadan
Ilustrasi melihat hilal sebagai salah satu metode penetapan awal puasa ramadan

RADAR JEMBER - Perbedaan awal Ramadan di Indonesia sering kali terjadi karena adanya dua metode utama yang digunakan oleh organisasi Islam besar, yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).


Advertisement

Meskipun tujuannya sama, yaitu menentukan posisi bulan baru, pendekatan teknis yang digunakan memiliki karakteristik yang berbeda.

1. Metode Hisab (Muhammadiyah)

Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal.

Advertisement

Metode ini mengandalkan perhitungan astronomis yang sangat presisi untuk menentukan posisi bulan secara matematis.

Berdasarkan prinsip ini, awal bulan baru dimulai apabila konjungsi (ijtimak) telah terjadi sebelum matahari terbenam, dan bulan sudah berada di atas ufuk pada saat matahari terbenam, berapapun derajat ketinggiannya.

Keunggulan metode ini adalah kemampuannya dalam menentukan jadwal hingga bertahun-tahun ke depan secara pasti.

Advertisement

2. Metode Rukyatul Hilal (Nahdlatul Ulama)

Di sisi lain, NU berpegang pada metode Rukyatul Hilal, yaitu verifikasi visual secara langsung. Tim pemantau akan dikerahkan ke berbagai titik strategis untuk melihat hilal (bulan sabit muda) dengan mata telanjang atau bantuan teleskop pada hari ke-29 bulan Syakban.

Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria MABIMS (ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat), maka esok hari dinyatakan sebagai 1 Ramadan.

Namun, jika hilal tidak terlihat karena faktor cuaca atau posisi bulan yang terlalu rendah, maka bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Pemerintah melalui Kementerian Agama biasanya menggabungkan kedua metode ini dalam Sidang Isbat untuk mencapai kesepakatan nasional.

Advertisement

Artikel Terkait

Siap-Siap Cek Saldo Bank! Kemenag Ketok Palu Insentif Rp1,5 Juta Guru Madrasah Non-ASN Cair Akhir Juni 2026!

Siap-Siap Cek Saldo Bank! Kemenag Ketok Palu Insentif Rp1,5 Juta Guru Madrasah Non-ASN Cair Akhir Juni 2026!

Kementerian Agama memastikan insentif senilai Rp1,5 juta bagi guru madrasah non-ASN akan dicairkan langsung ke rekening penerima pada akhir Juni 2026.

Usai Haji 2026, KPK Segera Limpahkan Berkas Kasus Kuota Haji Yaqut, Begini Alurnya

Usai Haji 2026, KPK Segera Limpahkan Berkas Kasus Kuota Haji Yaqut, Begini Alurnya

Selain Yaqut, KPK juga menetapkan sejumlah tersangka lain, termasuk mantan staf khususnya Ishfah Abidal Aziz serta pihak swasta yang diduga ikut menikmati keuntungan dari kebijakan tersebut.

MWCNU Desak Konfercab PCNU Jember Segera Digelar

MWCNU Desak Konfercab PCNU Jember Segera Digelar

Sejumlah MWCNU se-Jember mendesak Konfercab PCNU segera digelar. Mereka menilai belum adanya kepengurusan definitif mulai menghambat pelayanan organisasi menjelang Muktamar NU ke-35.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer