alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Uang Sepuluh Juta Milik Nasabah BRI Mojokerto Amblas Usai Buka Link

Mobile_AP_Rectangle 1

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID – Saldo sebesar Rp 10,5 juta di rekening BRI milik Bramantoro, 29, hilang dalam sekejap, Sabtu (23/7) malam. Nasabah asal Desa Mlaten, Kecamatan Puri tersebut menyadari uangnya amblas setelah membuka link dan menerima telepon seorang pria tidak dikenal dan memngaku pegawai bank.

BACA JUGA : Petani Bali Gigit Jari Lantaran Gagal Panen Cabai

Kemarin Senin (25/7) siang, Bram bersama istr tercinta Rara Wijaya, 29, datang ke Mapolres Mojokerto Kota untuk mengadukan aksi penipuan tersebut. Rara menceritakan, peristiwa itu dialami Bram ketika sedang perjalanan di luar kota. Korban mendapat pesan WhatsApp (WA), tentang pemberitahuan perubahan biaya transfer.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam pesan yang dikirim sekitar pukul 23.00 itu, pelaku menyertakan link terkait perubahan transaksi. ”Link-nya sempat dibuka, tapi karena berisi formulir langsung dibatalkan. Tidak sempat isi apa-apa,” kata Rara. Tak lama setelah membuka link, telepon masuk dari nomor pengirim pesan.

Disebutnya, nomor tersebut berlogo BRI dan pria dibalik panggilan mengaku sebagai pegawai bank.Rara sendiri tak mengetahui pasti isi percatakan sang suami dengan pelaku. Yang jelas, setelah panggilan yang hanya berlangsung beberapa menit itu, uang sebesar Rp 10,5 juta di rekening korban sudah amblas.

”Tahunya karena ada pemberitahuan SMS M-banking bahwa transaksi berhasil,” jelas ibu satu anak tersebut.Menurut Rara, rekening milik suami semula berisi Rp 35 juta. Namun, karena curiga dengan telepon dari pihak tak dikenal itu, korban cepat-cepat memindahkan uangnya ke rekening lain. Sayang, hanya Rp 25 juta terselamatkan.

”Yang ini (Rp 10.5 juta) ini tidak bisa dipindahkan karena sudah limit,” tandas perempuan itu..Dari penelusuran pribadi dilakukan, uang itu ditransfer ke rekening milik pelaku di Manado.Pasca kejadian tersebut, pihaknya telah menghubungi call center (CS) BRI dan meminta pemblokiran rekening pelaku.

Namun, oleh bank justru rekening suami Rara diblokir. Menurut dia, pihak bank tak memberi solusi dan cenderung berbelit-belit atas aduan nasabah ini. ”Kita juga belum ke kantor BRI karena takut nanti ditanya laporan dari polisinya mana,” ungkap Rara. Terkait kejadian hilangnya saldo rekening nasabah tersebut, pihak bank belum memberi keterangan resmi.

- Advertisement -

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID – Saldo sebesar Rp 10,5 juta di rekening BRI milik Bramantoro, 29, hilang dalam sekejap, Sabtu (23/7) malam. Nasabah asal Desa Mlaten, Kecamatan Puri tersebut menyadari uangnya amblas setelah membuka link dan menerima telepon seorang pria tidak dikenal dan memngaku pegawai bank.

BACA JUGA : Petani Bali Gigit Jari Lantaran Gagal Panen Cabai

Kemarin Senin (25/7) siang, Bram bersama istr tercinta Rara Wijaya, 29, datang ke Mapolres Mojokerto Kota untuk mengadukan aksi penipuan tersebut. Rara menceritakan, peristiwa itu dialami Bram ketika sedang perjalanan di luar kota. Korban mendapat pesan WhatsApp (WA), tentang pemberitahuan perubahan biaya transfer.

Dalam pesan yang dikirim sekitar pukul 23.00 itu, pelaku menyertakan link terkait perubahan transaksi. ”Link-nya sempat dibuka, tapi karena berisi formulir langsung dibatalkan. Tidak sempat isi apa-apa,” kata Rara. Tak lama setelah membuka link, telepon masuk dari nomor pengirim pesan.

Disebutnya, nomor tersebut berlogo BRI dan pria dibalik panggilan mengaku sebagai pegawai bank.Rara sendiri tak mengetahui pasti isi percatakan sang suami dengan pelaku. Yang jelas, setelah panggilan yang hanya berlangsung beberapa menit itu, uang sebesar Rp 10,5 juta di rekening korban sudah amblas.

”Tahunya karena ada pemberitahuan SMS M-banking bahwa transaksi berhasil,” jelas ibu satu anak tersebut.Menurut Rara, rekening milik suami semula berisi Rp 35 juta. Namun, karena curiga dengan telepon dari pihak tak dikenal itu, korban cepat-cepat memindahkan uangnya ke rekening lain. Sayang, hanya Rp 25 juta terselamatkan.

”Yang ini (Rp 10.5 juta) ini tidak bisa dipindahkan karena sudah limit,” tandas perempuan itu..Dari penelusuran pribadi dilakukan, uang itu ditransfer ke rekening milik pelaku di Manado.Pasca kejadian tersebut, pihaknya telah menghubungi call center (CS) BRI dan meminta pemblokiran rekening pelaku.

Namun, oleh bank justru rekening suami Rara diblokir. Menurut dia, pihak bank tak memberi solusi dan cenderung berbelit-belit atas aduan nasabah ini. ”Kita juga belum ke kantor BRI karena takut nanti ditanya laporan dari polisinya mana,” ungkap Rara. Terkait kejadian hilangnya saldo rekening nasabah tersebut, pihak bank belum memberi keterangan resmi.

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID – Saldo sebesar Rp 10,5 juta di rekening BRI milik Bramantoro, 29, hilang dalam sekejap, Sabtu (23/7) malam. Nasabah asal Desa Mlaten, Kecamatan Puri tersebut menyadari uangnya amblas setelah membuka link dan menerima telepon seorang pria tidak dikenal dan memngaku pegawai bank.

BACA JUGA : Petani Bali Gigit Jari Lantaran Gagal Panen Cabai

Kemarin Senin (25/7) siang, Bram bersama istr tercinta Rara Wijaya, 29, datang ke Mapolres Mojokerto Kota untuk mengadukan aksi penipuan tersebut. Rara menceritakan, peristiwa itu dialami Bram ketika sedang perjalanan di luar kota. Korban mendapat pesan WhatsApp (WA), tentang pemberitahuan perubahan biaya transfer.

Dalam pesan yang dikirim sekitar pukul 23.00 itu, pelaku menyertakan link terkait perubahan transaksi. ”Link-nya sempat dibuka, tapi karena berisi formulir langsung dibatalkan. Tidak sempat isi apa-apa,” kata Rara. Tak lama setelah membuka link, telepon masuk dari nomor pengirim pesan.

Disebutnya, nomor tersebut berlogo BRI dan pria dibalik panggilan mengaku sebagai pegawai bank.Rara sendiri tak mengetahui pasti isi percatakan sang suami dengan pelaku. Yang jelas, setelah panggilan yang hanya berlangsung beberapa menit itu, uang sebesar Rp 10,5 juta di rekening korban sudah amblas.

”Tahunya karena ada pemberitahuan SMS M-banking bahwa transaksi berhasil,” jelas ibu satu anak tersebut.Menurut Rara, rekening milik suami semula berisi Rp 35 juta. Namun, karena curiga dengan telepon dari pihak tak dikenal itu, korban cepat-cepat memindahkan uangnya ke rekening lain. Sayang, hanya Rp 25 juta terselamatkan.

”Yang ini (Rp 10.5 juta) ini tidak bisa dipindahkan karena sudah limit,” tandas perempuan itu..Dari penelusuran pribadi dilakukan, uang itu ditransfer ke rekening milik pelaku di Manado.Pasca kejadian tersebut, pihaknya telah menghubungi call center (CS) BRI dan meminta pemblokiran rekening pelaku.

Namun, oleh bank justru rekening suami Rara diblokir. Menurut dia, pihak bank tak memberi solusi dan cenderung berbelit-belit atas aduan nasabah ini. ”Kita juga belum ke kantor BRI karena takut nanti ditanya laporan dari polisinya mana,” ungkap Rara. Terkait kejadian hilangnya saldo rekening nasabah tersebut, pihak bank belum memberi keterangan resmi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/