alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Maulana Admin WA Pornografi Ditangkap Polisi

Mobile_AP_Rectangle 1

JOGJAKARTA, RADARJEMBER,ID – Kasus pornografi kembali terulang. Kali ini lebih mengarah ke kasus eksploitasi seksual. Ironisnya, korban masih berstatus anak di bawah umur. “Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelaku merupakan admin grup WhatsApp berisikan konten pornografi.

Korban yang masih di bawah umur itu dipaksa menunjukkan bagian vitalnya untuk dijadikan konten porno oleh pelaku,” ucap Kapolres Kulonprogo, AKBP Muharomah Fajarini, kemarin (25/7).Dijelaskan, dalam kasus ini, pelaku bernama Mokhamad Maulana, 19, warga Brebes, Jawa Tengah.

Kasus ini terbongkar dari laporan pada 26 Mei 2022. Laporan berisi aksi pengancaman pelaku kepada orang tua korban via WhatsApp.Pelaku mengancam akan menyebarkan video tak senonoh anak korban. Ibu korban menerima WA (WhatsApp) dari tersangka, berisi video anaknya beradegan memperlihatkan bagian tubuh sensitif.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Setelah dilakukan pendalaman, pelaku terdeteksi berada di wilayah Gresik, Jawa Timur,” jelasnya.Jajaran Satreskrim Polres Kulonprogo akhirnya berkoordinasi dengan Polres Gresik dan meluncur ke Gresik dan berhasil menangkap pelaku di sebuah rumah kontrakan di Gresik. Selain menangkap pelaku, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Seperti 19 lembar hasil tangkapan layar pesan WhatsApp berisi ancaman tersangka, video yang berisi konten pornografi dan sebuah telepon genggam.Diterangkan, awalnya Bunga (nama samaran) masuk ke grup WA. Hasil pemeriksaan awal Bunga ini dimasukkan, dengan cara diberi link untuk masuk ke dalam grup WA yang isinya terkait dengan grup orang dewasa.

Setelah tergabung dalam grup, korban berkenalan dengan tersangka yang sama-sama di dalam grup. Setelah itu tersangka menghubungi secara jalur pribadi kepada korban dan meminta untuk melakukan adegan pornografi, mempertontonkan bagian tubuh sensitif dengan ancaman.“Karena takut korban lantas mengiyakan permintaan pelaku”Ungkap Muharomah.

- Advertisement -

JOGJAKARTA, RADARJEMBER,ID – Kasus pornografi kembali terulang. Kali ini lebih mengarah ke kasus eksploitasi seksual. Ironisnya, korban masih berstatus anak di bawah umur. “Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelaku merupakan admin grup WhatsApp berisikan konten pornografi.

Korban yang masih di bawah umur itu dipaksa menunjukkan bagian vitalnya untuk dijadikan konten porno oleh pelaku,” ucap Kapolres Kulonprogo, AKBP Muharomah Fajarini, kemarin (25/7).Dijelaskan, dalam kasus ini, pelaku bernama Mokhamad Maulana, 19, warga Brebes, Jawa Tengah.

Kasus ini terbongkar dari laporan pada 26 Mei 2022. Laporan berisi aksi pengancaman pelaku kepada orang tua korban via WhatsApp.Pelaku mengancam akan menyebarkan video tak senonoh anak korban. Ibu korban menerima WA (WhatsApp) dari tersangka, berisi video anaknya beradegan memperlihatkan bagian tubuh sensitif.

“Setelah dilakukan pendalaman, pelaku terdeteksi berada di wilayah Gresik, Jawa Timur,” jelasnya.Jajaran Satreskrim Polres Kulonprogo akhirnya berkoordinasi dengan Polres Gresik dan meluncur ke Gresik dan berhasil menangkap pelaku di sebuah rumah kontrakan di Gresik. Selain menangkap pelaku, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Seperti 19 lembar hasil tangkapan layar pesan WhatsApp berisi ancaman tersangka, video yang berisi konten pornografi dan sebuah telepon genggam.Diterangkan, awalnya Bunga (nama samaran) masuk ke grup WA. Hasil pemeriksaan awal Bunga ini dimasukkan, dengan cara diberi link untuk masuk ke dalam grup WA yang isinya terkait dengan grup orang dewasa.

Setelah tergabung dalam grup, korban berkenalan dengan tersangka yang sama-sama di dalam grup. Setelah itu tersangka menghubungi secara jalur pribadi kepada korban dan meminta untuk melakukan adegan pornografi, mempertontonkan bagian tubuh sensitif dengan ancaman.“Karena takut korban lantas mengiyakan permintaan pelaku”Ungkap Muharomah.

JOGJAKARTA, RADARJEMBER,ID – Kasus pornografi kembali terulang. Kali ini lebih mengarah ke kasus eksploitasi seksual. Ironisnya, korban masih berstatus anak di bawah umur. “Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelaku merupakan admin grup WhatsApp berisikan konten pornografi.

Korban yang masih di bawah umur itu dipaksa menunjukkan bagian vitalnya untuk dijadikan konten porno oleh pelaku,” ucap Kapolres Kulonprogo, AKBP Muharomah Fajarini, kemarin (25/7).Dijelaskan, dalam kasus ini, pelaku bernama Mokhamad Maulana, 19, warga Brebes, Jawa Tengah.

Kasus ini terbongkar dari laporan pada 26 Mei 2022. Laporan berisi aksi pengancaman pelaku kepada orang tua korban via WhatsApp.Pelaku mengancam akan menyebarkan video tak senonoh anak korban. Ibu korban menerima WA (WhatsApp) dari tersangka, berisi video anaknya beradegan memperlihatkan bagian tubuh sensitif.

“Setelah dilakukan pendalaman, pelaku terdeteksi berada di wilayah Gresik, Jawa Timur,” jelasnya.Jajaran Satreskrim Polres Kulonprogo akhirnya berkoordinasi dengan Polres Gresik dan meluncur ke Gresik dan berhasil menangkap pelaku di sebuah rumah kontrakan di Gresik. Selain menangkap pelaku, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Seperti 19 lembar hasil tangkapan layar pesan WhatsApp berisi ancaman tersangka, video yang berisi konten pornografi dan sebuah telepon genggam.Diterangkan, awalnya Bunga (nama samaran) masuk ke grup WA. Hasil pemeriksaan awal Bunga ini dimasukkan, dengan cara diberi link untuk masuk ke dalam grup WA yang isinya terkait dengan grup orang dewasa.

Setelah tergabung dalam grup, korban berkenalan dengan tersangka yang sama-sama di dalam grup. Setelah itu tersangka menghubungi secara jalur pribadi kepada korban dan meminta untuk melakukan adegan pornografi, mempertontonkan bagian tubuh sensitif dengan ancaman.“Karena takut korban lantas mengiyakan permintaan pelaku”Ungkap Muharomah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/