alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Kejari Madiun Kini Bidik Dugaan Kasus Korupsi RTH

Mobile_AP_Rectangle 1

MADIUN, RADARJEMBER.ID– Perkara pidana khusus (pidsus) menjadi salah satu fokus perhatian Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun. Seperti dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) distribusi pupuk bersubsidi.

BACA JUGA :  PJU Anyar Diklaim Hemat 30 Persen

Sebab, kasus ini tak kunjung rampung. ‘’Tidak ada kendala, memang perlu pemeriksaan banyak saksi dan itu butuh waktu,’’ kata Kepala Kejari Kabupaten Madiun Nanik Kushartanti.Ia menyebutkan, pihaknya sudah mengumpulkan keterangan dari 100 lebih saksi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal tersebut dilakukan karena penggunaan salah satu kebutuhan vital petani itu mencakup masyarakat luas. Sejumlah petani di seluruh kecamatan tak luput dimintai keterangan sebagai saksi. ‘’Banyak yang diperiksa itu karena pupuk bersubsidi untuk masyarakat luas.’’ ujar Nanik.

- Advertisement -

MADIUN, RADARJEMBER.ID– Perkara pidana khusus (pidsus) menjadi salah satu fokus perhatian Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun. Seperti dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) distribusi pupuk bersubsidi.

BACA JUGA :  PJU Anyar Diklaim Hemat 30 Persen

Sebab, kasus ini tak kunjung rampung. ‘’Tidak ada kendala, memang perlu pemeriksaan banyak saksi dan itu butuh waktu,’’ kata Kepala Kejari Kabupaten Madiun Nanik Kushartanti.Ia menyebutkan, pihaknya sudah mengumpulkan keterangan dari 100 lebih saksi.

Hal tersebut dilakukan karena penggunaan salah satu kebutuhan vital petani itu mencakup masyarakat luas. Sejumlah petani di seluruh kecamatan tak luput dimintai keterangan sebagai saksi. ‘’Banyak yang diperiksa itu karena pupuk bersubsidi untuk masyarakat luas.’’ ujar Nanik.

MADIUN, RADARJEMBER.ID– Perkara pidana khusus (pidsus) menjadi salah satu fokus perhatian Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun. Seperti dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) distribusi pupuk bersubsidi.

BACA JUGA :  PJU Anyar Diklaim Hemat 30 Persen

Sebab, kasus ini tak kunjung rampung. ‘’Tidak ada kendala, memang perlu pemeriksaan banyak saksi dan itu butuh waktu,’’ kata Kepala Kejari Kabupaten Madiun Nanik Kushartanti.Ia menyebutkan, pihaknya sudah mengumpulkan keterangan dari 100 lebih saksi.

Hal tersebut dilakukan karena penggunaan salah satu kebutuhan vital petani itu mencakup masyarakat luas. Sejumlah petani di seluruh kecamatan tak luput dimintai keterangan sebagai saksi. ‘’Banyak yang diperiksa itu karena pupuk bersubsidi untuk masyarakat luas.’’ ujar Nanik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/