alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Sebelas Tahun Menanti Gagal Berangkat Haji

Mobile_AP_Rectangle 1

PACITAN, RADARJEMBER.ID- Kesedihan Mbah Muti terlihat jelas, bahkan air mata wanita berusia lanjut itu tak terbendung lagi. Kaki nenek itu terlihat lemas seakan tidak percaya ketika mendengar kabar dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan pagi itu, ia belum dapat menunaikan rukun Islam kelima tahun 2022 ini.

Mendaftar sejak 2011 silam, semestinya berangkat 2020. Namun, saat itu dunia masih dilanda pandemi. Setelah bersabar dua tahun, angin segar sempat didapati ketika Kemenag setempat meminta CJH dari lingkungan Slagi, Kelurahan/Kecamatan Pacitan, itu memperbarui berkas pendaftaran, dua bulan lalu.

Seketika itu pula pupus harapan nenek 75 tahun tersebut ketika tiba di kantor Kemenag Pacitan, nenek sembilan cucu itu harus menerima kenyataan bahwa sekarang pemerintah Arab Saudi membatasi usia CJH maksimal 65 tahun. Padahal, beberapa persiapan dan perbekalan haji telah ia disediakan..

- Advertisement -

PACITAN, RADARJEMBER.ID- Kesedihan Mbah Muti terlihat jelas, bahkan air mata wanita berusia lanjut itu tak terbendung lagi. Kaki nenek itu terlihat lemas seakan tidak percaya ketika mendengar kabar dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan pagi itu, ia belum dapat menunaikan rukun Islam kelima tahun 2022 ini.

Mendaftar sejak 2011 silam, semestinya berangkat 2020. Namun, saat itu dunia masih dilanda pandemi. Setelah bersabar dua tahun, angin segar sempat didapati ketika Kemenag setempat meminta CJH dari lingkungan Slagi, Kelurahan/Kecamatan Pacitan, itu memperbarui berkas pendaftaran, dua bulan lalu.

Seketika itu pula pupus harapan nenek 75 tahun tersebut ketika tiba di kantor Kemenag Pacitan, nenek sembilan cucu itu harus menerima kenyataan bahwa sekarang pemerintah Arab Saudi membatasi usia CJH maksimal 65 tahun. Padahal, beberapa persiapan dan perbekalan haji telah ia disediakan..

PACITAN, RADARJEMBER.ID- Kesedihan Mbah Muti terlihat jelas, bahkan air mata wanita berusia lanjut itu tak terbendung lagi. Kaki nenek itu terlihat lemas seakan tidak percaya ketika mendengar kabar dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan pagi itu, ia belum dapat menunaikan rukun Islam kelima tahun 2022 ini.

Mendaftar sejak 2011 silam, semestinya berangkat 2020. Namun, saat itu dunia masih dilanda pandemi. Setelah bersabar dua tahun, angin segar sempat didapati ketika Kemenag setempat meminta CJH dari lingkungan Slagi, Kelurahan/Kecamatan Pacitan, itu memperbarui berkas pendaftaran, dua bulan lalu.

Seketika itu pula pupus harapan nenek 75 tahun tersebut ketika tiba di kantor Kemenag Pacitan, nenek sembilan cucu itu harus menerima kenyataan bahwa sekarang pemerintah Arab Saudi membatasi usia CJH maksimal 65 tahun. Padahal, beberapa persiapan dan perbekalan haji telah ia disediakan..

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/