alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Harus Mampu Berdaptasi Hadapi Tren Normal Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Perubahan tren di kenormalan baru pariwisata bergeser dari pariwisata berbasis kuantitas ke pariwisata berbasis kualitas, kini wisatawan tidak sekadar melihat destinasi, tapi juga ingin mendapatkan pengalaman dari kunjungan wisata tersebut sehingga mereka bakal kembali lagi ke Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Frans Teguh, Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/5).Untuk itu, diperlukan kesiapan pelaku pariwisata agar dapat menciptakan kesan dan pengalaman menarik bagi wisatawan.

Pihaknya kementrian juga mengadakan training of trainer (ToT) dan bertujuan melahirkan trainer andal dan dapat memperkuat kampanye sadar wisata serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat (SDM) desa wisata. Pemerintah berencana menjalankannya di 65 desa wisata sepanjang tahun 2022-2023, sehingga ada peningkatan kunjungan wisatawan .

Mobile_AP_Rectangle 2

“Gerakan sadar wisata terus digaungkan setiap tahun, tapi pertanyaannya, apakah kita belum optimal atau memang dinamika di dalamnya sudah terlalu cepat.Sehingga harus dapat segera kita respon, .melalui kegiatan itu, diharapkan dapat mengubah pola pikir tentang perilaku, sehingga pariwisata bisa tumbuh sehat, tangguh dan berkelanjutan.”ungkap Frans.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Perubahan tren di kenormalan baru pariwisata bergeser dari pariwisata berbasis kuantitas ke pariwisata berbasis kualitas, kini wisatawan tidak sekadar melihat destinasi, tapi juga ingin mendapatkan pengalaman dari kunjungan wisata tersebut sehingga mereka bakal kembali lagi ke Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Frans Teguh, Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/5).Untuk itu, diperlukan kesiapan pelaku pariwisata agar dapat menciptakan kesan dan pengalaman menarik bagi wisatawan.

Pihaknya kementrian juga mengadakan training of trainer (ToT) dan bertujuan melahirkan trainer andal dan dapat memperkuat kampanye sadar wisata serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat (SDM) desa wisata. Pemerintah berencana menjalankannya di 65 desa wisata sepanjang tahun 2022-2023, sehingga ada peningkatan kunjungan wisatawan .

“Gerakan sadar wisata terus digaungkan setiap tahun, tapi pertanyaannya, apakah kita belum optimal atau memang dinamika di dalamnya sudah terlalu cepat.Sehingga harus dapat segera kita respon, .melalui kegiatan itu, diharapkan dapat mengubah pola pikir tentang perilaku, sehingga pariwisata bisa tumbuh sehat, tangguh dan berkelanjutan.”ungkap Frans.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Perubahan tren di kenormalan baru pariwisata bergeser dari pariwisata berbasis kuantitas ke pariwisata berbasis kualitas, kini wisatawan tidak sekadar melihat destinasi, tapi juga ingin mendapatkan pengalaman dari kunjungan wisata tersebut sehingga mereka bakal kembali lagi ke Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Frans Teguh, Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/5).Untuk itu, diperlukan kesiapan pelaku pariwisata agar dapat menciptakan kesan dan pengalaman menarik bagi wisatawan.

Pihaknya kementrian juga mengadakan training of trainer (ToT) dan bertujuan melahirkan trainer andal dan dapat memperkuat kampanye sadar wisata serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat (SDM) desa wisata. Pemerintah berencana menjalankannya di 65 desa wisata sepanjang tahun 2022-2023, sehingga ada peningkatan kunjungan wisatawan .

“Gerakan sadar wisata terus digaungkan setiap tahun, tapi pertanyaannya, apakah kita belum optimal atau memang dinamika di dalamnya sudah terlalu cepat.Sehingga harus dapat segera kita respon, .melalui kegiatan itu, diharapkan dapat mengubah pola pikir tentang perilaku, sehingga pariwisata bisa tumbuh sehat, tangguh dan berkelanjutan.”ungkap Frans.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/