alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Cegah Demam Berdarah Gunakan Nyamuk Khusus

Mobile_AP_Rectangle 1

BANTUL, RADARJEMBER.ID-Cara unik dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul untuk mencegah kasus demam berdarah (DB), yakni menggunakan nyamuk khusus dan dirasa efektik untuk membunuh virus penyebab DB.

Sebanyak 19.347 ember berisi telur nyamuk ber-wolbachia akan disebar di 519 padukuhan di Kabupaten Bantul. Penitipan itu, akan dilakukan selama enam bulan sampai November.Adi Utarini, Project Leader World Mosquito Program (WMP) membenarkan hal itu

“Nantinya pengecekan telur pemberian pelet khusus untuk calon nyamuk akan dilakukan setiap dua minggu sekali. Dengan harapan nyamuk yang sudah ber-wolbachia bisa berkembang biak dan menetap di area pelepasan. “Sehingga nantinya akan mencegah DBD,” ujar Utarini di sela pencanangan program Wolbachia Wis Masuk Bantul (Wow Mantul) Selasa (24/5).

Mobile_AP_Rectangle 2

Uut, panggilan akrabnya, menyebut nyamuk wolbachia cukup efektif untuk membunuh virus penyebab DBD. Dari hasil penelitiannya pada 2022 di Kota Jogja, efektifitas wolbachia untuk menurunkan kasus DBD di wilayah tersebut menyentuh angka 77 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja mengaku, kasus DBD di wilayahnya tergolong tinggi beberapa tahun terakhir. Selama periode 2018-2020 saja, total kasus DBD di Bantul bisa mencapai 2.159 kasus. Sementara di triwulan pertama 2022, sudah ada temuan sebanyak 263 kasus DBD.

- Advertisement -

BANTUL, RADARJEMBER.ID-Cara unik dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul untuk mencegah kasus demam berdarah (DB), yakni menggunakan nyamuk khusus dan dirasa efektik untuk membunuh virus penyebab DB.

Sebanyak 19.347 ember berisi telur nyamuk ber-wolbachia akan disebar di 519 padukuhan di Kabupaten Bantul. Penitipan itu, akan dilakukan selama enam bulan sampai November.Adi Utarini, Project Leader World Mosquito Program (WMP) membenarkan hal itu

“Nantinya pengecekan telur pemberian pelet khusus untuk calon nyamuk akan dilakukan setiap dua minggu sekali. Dengan harapan nyamuk yang sudah ber-wolbachia bisa berkembang biak dan menetap di area pelepasan. “Sehingga nantinya akan mencegah DBD,” ujar Utarini di sela pencanangan program Wolbachia Wis Masuk Bantul (Wow Mantul) Selasa (24/5).

Uut, panggilan akrabnya, menyebut nyamuk wolbachia cukup efektif untuk membunuh virus penyebab DBD. Dari hasil penelitiannya pada 2022 di Kota Jogja, efektifitas wolbachia untuk menurunkan kasus DBD di wilayah tersebut menyentuh angka 77 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja mengaku, kasus DBD di wilayahnya tergolong tinggi beberapa tahun terakhir. Selama periode 2018-2020 saja, total kasus DBD di Bantul bisa mencapai 2.159 kasus. Sementara di triwulan pertama 2022, sudah ada temuan sebanyak 263 kasus DBD.

BANTUL, RADARJEMBER.ID-Cara unik dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul untuk mencegah kasus demam berdarah (DB), yakni menggunakan nyamuk khusus dan dirasa efektik untuk membunuh virus penyebab DB.

Sebanyak 19.347 ember berisi telur nyamuk ber-wolbachia akan disebar di 519 padukuhan di Kabupaten Bantul. Penitipan itu, akan dilakukan selama enam bulan sampai November.Adi Utarini, Project Leader World Mosquito Program (WMP) membenarkan hal itu

“Nantinya pengecekan telur pemberian pelet khusus untuk calon nyamuk akan dilakukan setiap dua minggu sekali. Dengan harapan nyamuk yang sudah ber-wolbachia bisa berkembang biak dan menetap di area pelepasan. “Sehingga nantinya akan mencegah DBD,” ujar Utarini di sela pencanangan program Wolbachia Wis Masuk Bantul (Wow Mantul) Selasa (24/5).

Uut, panggilan akrabnya, menyebut nyamuk wolbachia cukup efektif untuk membunuh virus penyebab DBD. Dari hasil penelitiannya pada 2022 di Kota Jogja, efektifitas wolbachia untuk menurunkan kasus DBD di wilayah tersebut menyentuh angka 77 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja mengaku, kasus DBD di wilayahnya tergolong tinggi beberapa tahun terakhir. Selama periode 2018-2020 saja, total kasus DBD di Bantul bisa mencapai 2.159 kasus. Sementara di triwulan pertama 2022, sudah ada temuan sebanyak 263 kasus DBD.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/