alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

BPOM Setujui Pcv13 Pfizer Perluas Pengguna Vaksin

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) memberikan persetujuan PT Pfizer Indonesia untuk memperluas indikasi usia pengguna Vaksin Konjugat 13-valensi Pneumokokus (PCV 13).

Country Manager PT Pfizer Indonesia dr. Nora T. Siagian seperti dikutip melalui siaran pers mengatakan kini vaksin dapat digunakan untuk bayi, anak-anak, dan remaja dari usia 6 minggu hingga 17 tahun serta dewasa berusia 18 hingga 49 tahun.

Ini merupakan tambahan dari penggunaan vaksin yang telah disetujui untuk mencegah pneumonia bagi anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun dan dewasa di atas usia 50 tahun.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, persetujuan rentang usia penggunaan vaksin PCV 13 ini menandai vaksin pneumokokus pertama yang bisa digunakan untuk semua rentang usia. “Kami sangat senang dengan persetujuan ini sebagai langkah maju yang signifikan, sebab hal ini melanjutkan misi kami untuk memperluas perlindungan terhadap serotipe bakteri penyebab penyakit untuk membantu mencegah infeksi pernapasan yang berpotensi serius, seperti pneumonia pneumokokus di segala usia,” katanya.

Nora mengatakan anak-anak dan remaja berusia 6 hingga 17 tahun dengan kondisi medis mendasar memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit pneumokokus.
Indikasi usia yang diperluas pada kelompok usia anak dan remaja serta dewasa memberikan manfaat sebagai vaksinasi terhadap S. pneumoniae yang tepat untuk mengurangi risiko terhadap penyakit pneumokokus, termasuk pada mereka yang memiliki kondisi penurunan daya tahan tubuh, kata Nora.

vaPfizer PCV13 yang telah diberikan kepada jutaan orang di seluruh dunia, memberi cakupan serotipe terluas dari seluruh vaksin konjugat pneumokokus yang tersedia saat ini untuk pencegahan penyakit invasif, pneumonia dan otitis media akut yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.
Adapun ke-13 serotipe pneumokokus pada PCV 13 (1, 3, 4, 5, 6A, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19A, 19F dan 23F) merupakan salah satu strain penyebab penyakit invasif yang paling sering ditemui pada anak-anak di seluruh dunia.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) memberikan persetujuan PT Pfizer Indonesia untuk memperluas indikasi usia pengguna Vaksin Konjugat 13-valensi Pneumokokus (PCV 13).

Country Manager PT Pfizer Indonesia dr. Nora T. Siagian seperti dikutip melalui siaran pers mengatakan kini vaksin dapat digunakan untuk bayi, anak-anak, dan remaja dari usia 6 minggu hingga 17 tahun serta dewasa berusia 18 hingga 49 tahun.

Ini merupakan tambahan dari penggunaan vaksin yang telah disetujui untuk mencegah pneumonia bagi anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun dan dewasa di atas usia 50 tahun.

Menurut dia, persetujuan rentang usia penggunaan vaksin PCV 13 ini menandai vaksin pneumokokus pertama yang bisa digunakan untuk semua rentang usia. “Kami sangat senang dengan persetujuan ini sebagai langkah maju yang signifikan, sebab hal ini melanjutkan misi kami untuk memperluas perlindungan terhadap serotipe bakteri penyebab penyakit untuk membantu mencegah infeksi pernapasan yang berpotensi serius, seperti pneumonia pneumokokus di segala usia,” katanya.

Nora mengatakan anak-anak dan remaja berusia 6 hingga 17 tahun dengan kondisi medis mendasar memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit pneumokokus.
Indikasi usia yang diperluas pada kelompok usia anak dan remaja serta dewasa memberikan manfaat sebagai vaksinasi terhadap S. pneumoniae yang tepat untuk mengurangi risiko terhadap penyakit pneumokokus, termasuk pada mereka yang memiliki kondisi penurunan daya tahan tubuh, kata Nora.

vaPfizer PCV13 yang telah diberikan kepada jutaan orang di seluruh dunia, memberi cakupan serotipe terluas dari seluruh vaksin konjugat pneumokokus yang tersedia saat ini untuk pencegahan penyakit invasif, pneumonia dan otitis media akut yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.
Adapun ke-13 serotipe pneumokokus pada PCV 13 (1, 3, 4, 5, 6A, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19A, 19F dan 23F) merupakan salah satu strain penyebab penyakit invasif yang paling sering ditemui pada anak-anak di seluruh dunia.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) memberikan persetujuan PT Pfizer Indonesia untuk memperluas indikasi usia pengguna Vaksin Konjugat 13-valensi Pneumokokus (PCV 13).

Country Manager PT Pfizer Indonesia dr. Nora T. Siagian seperti dikutip melalui siaran pers mengatakan kini vaksin dapat digunakan untuk bayi, anak-anak, dan remaja dari usia 6 minggu hingga 17 tahun serta dewasa berusia 18 hingga 49 tahun.

Ini merupakan tambahan dari penggunaan vaksin yang telah disetujui untuk mencegah pneumonia bagi anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun dan dewasa di atas usia 50 tahun.

Menurut dia, persetujuan rentang usia penggunaan vaksin PCV 13 ini menandai vaksin pneumokokus pertama yang bisa digunakan untuk semua rentang usia. “Kami sangat senang dengan persetujuan ini sebagai langkah maju yang signifikan, sebab hal ini melanjutkan misi kami untuk memperluas perlindungan terhadap serotipe bakteri penyebab penyakit untuk membantu mencegah infeksi pernapasan yang berpotensi serius, seperti pneumonia pneumokokus di segala usia,” katanya.

Nora mengatakan anak-anak dan remaja berusia 6 hingga 17 tahun dengan kondisi medis mendasar memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit pneumokokus.
Indikasi usia yang diperluas pada kelompok usia anak dan remaja serta dewasa memberikan manfaat sebagai vaksinasi terhadap S. pneumoniae yang tepat untuk mengurangi risiko terhadap penyakit pneumokokus, termasuk pada mereka yang memiliki kondisi penurunan daya tahan tubuh, kata Nora.

vaPfizer PCV13 yang telah diberikan kepada jutaan orang di seluruh dunia, memberi cakupan serotipe terluas dari seluruh vaksin konjugat pneumokokus yang tersedia saat ini untuk pencegahan penyakit invasif, pneumonia dan otitis media akut yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.
Adapun ke-13 serotipe pneumokokus pada PCV 13 (1, 3, 4, 5, 6A, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19A, 19F dan 23F) merupakan salah satu strain penyebab penyakit invasif yang paling sering ditemui pada anak-anak di seluruh dunia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/