alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Tradisi Malam Selawe Makam Sunan Giri Ramai Dikunjungi

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK, RADARJEMBER.ID- Di Kabupaten Gresik ratusan orang memadati makam Sunan Giri, pada hari ini Selasa  (26/4), karena Ramadan telah memasuki hari ke-24. Itu berarti malam nanti juga termasuk malam ganjil atau likuran, sebab besok  Rabu (27/4) puasa akan memasuki hari ke-25. Nah, di Gresik, Jawa Timur, di momen itu terdapat tradisi malam selawe dan berlangsung turun temurun sejak ratusan tahun silam. 

Sebelum pandemi Covid-19, tradisi Malam Selawe seolah menjadi malam puncak Ramadan. Ribuan orang tumpah ruah. Mulai anak-anak, remaja hingga lanjut usia. Mereka memadati kawasan wisata religi Sunan Giri di wilayah Kecamatan Kebomas.Tidak saja warga Jatim, namun mereka datang juga dari luar Jawa. Baik datang menggunakan kendaraan pribadi, atau datang datang berombongan naik bus.

Namun, dalam dua tahun terakhir, karena ada pembatasan dari pemerintah maka tradisi Malam Selawe digelar terbatas. Kini, seiring kondisi Covid-19 telah melandai serta ada pelonggaran sejalan dengan capaian vaksinasi, tradisi Malam Selawe pada Ramadan tahun ini kembali dibuka. Pemkab Gresik pun sudah memberikan sinyal, untuk menyemarakkan kembali tradisi Malam Selawe.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, untuk menyambut para pengunjung, juga akan digelar bazar UMKM yang dipusatkan di terminal wisata religi di kawasan Sekarkurung. Dalam dua hari terakhir ini, saat sore kawasan Jalan Sunan Giri dan Sunan Prapen juga sudah begitu padat. Sebab, sudah banyak pedagang menjajakan beragam barang dagangannya. Mulai makanan, pakaian hingga sejenisnya. Karena itu, yang tidak berkepentingan sebaiknya hindari kawasan wisata religi makam Sunan Giri.(*)

- Advertisement -

GRESIK, RADARJEMBER.ID- Di Kabupaten Gresik ratusan orang memadati makam Sunan Giri, pada hari ini Selasa  (26/4), karena Ramadan telah memasuki hari ke-24. Itu berarti malam nanti juga termasuk malam ganjil atau likuran, sebab besok  Rabu (27/4) puasa akan memasuki hari ke-25. Nah, di Gresik, Jawa Timur, di momen itu terdapat tradisi malam selawe dan berlangsung turun temurun sejak ratusan tahun silam. 

Sebelum pandemi Covid-19, tradisi Malam Selawe seolah menjadi malam puncak Ramadan. Ribuan orang tumpah ruah. Mulai anak-anak, remaja hingga lanjut usia. Mereka memadati kawasan wisata religi Sunan Giri di wilayah Kecamatan Kebomas.Tidak saja warga Jatim, namun mereka datang juga dari luar Jawa. Baik datang menggunakan kendaraan pribadi, atau datang datang berombongan naik bus.

Namun, dalam dua tahun terakhir, karena ada pembatasan dari pemerintah maka tradisi Malam Selawe digelar terbatas. Kini, seiring kondisi Covid-19 telah melandai serta ada pelonggaran sejalan dengan capaian vaksinasi, tradisi Malam Selawe pada Ramadan tahun ini kembali dibuka. Pemkab Gresik pun sudah memberikan sinyal, untuk menyemarakkan kembali tradisi Malam Selawe.

Bahkan, untuk menyambut para pengunjung, juga akan digelar bazar UMKM yang dipusatkan di terminal wisata religi di kawasan Sekarkurung. Dalam dua hari terakhir ini, saat sore kawasan Jalan Sunan Giri dan Sunan Prapen juga sudah begitu padat. Sebab, sudah banyak pedagang menjajakan beragam barang dagangannya. Mulai makanan, pakaian hingga sejenisnya. Karena itu, yang tidak berkepentingan sebaiknya hindari kawasan wisata religi makam Sunan Giri.(*)

GRESIK, RADARJEMBER.ID- Di Kabupaten Gresik ratusan orang memadati makam Sunan Giri, pada hari ini Selasa  (26/4), karena Ramadan telah memasuki hari ke-24. Itu berarti malam nanti juga termasuk malam ganjil atau likuran, sebab besok  Rabu (27/4) puasa akan memasuki hari ke-25. Nah, di Gresik, Jawa Timur, di momen itu terdapat tradisi malam selawe dan berlangsung turun temurun sejak ratusan tahun silam. 

Sebelum pandemi Covid-19, tradisi Malam Selawe seolah menjadi malam puncak Ramadan. Ribuan orang tumpah ruah. Mulai anak-anak, remaja hingga lanjut usia. Mereka memadati kawasan wisata religi Sunan Giri di wilayah Kecamatan Kebomas.Tidak saja warga Jatim, namun mereka datang juga dari luar Jawa. Baik datang menggunakan kendaraan pribadi, atau datang datang berombongan naik bus.

Namun, dalam dua tahun terakhir, karena ada pembatasan dari pemerintah maka tradisi Malam Selawe digelar terbatas. Kini, seiring kondisi Covid-19 telah melandai serta ada pelonggaran sejalan dengan capaian vaksinasi, tradisi Malam Selawe pada Ramadan tahun ini kembali dibuka. Pemkab Gresik pun sudah memberikan sinyal, untuk menyemarakkan kembali tradisi Malam Selawe.

Bahkan, untuk menyambut para pengunjung, juga akan digelar bazar UMKM yang dipusatkan di terminal wisata religi di kawasan Sekarkurung. Dalam dua hari terakhir ini, saat sore kawasan Jalan Sunan Giri dan Sunan Prapen juga sudah begitu padat. Sebab, sudah banyak pedagang menjajakan beragam barang dagangannya. Mulai makanan, pakaian hingga sejenisnya. Karena itu, yang tidak berkepentingan sebaiknya hindari kawasan wisata religi makam Sunan Giri.(*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/