alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Jelang Lebaran Fashion dan Kuliner Banjir Omzet 

Mobile_AP_Rectangle 1

MALANG, RADARJEMBER.ID- Saat virus Covid -19 berkecamuk hebat di negeri ini dan angka kasus orang terpapar virus mematikan ini meningkat, pusat perbelanjaan atau mal sepi pengunjung sepi dan merugi karena pemerintah melarang orang mengunjungi pusat keramaian.

Kini  setelah Covid-19 melandai dan pemerintah memberikan kelonggaran orang untuk merayakan lebaran, mal bisa bernafas lega karena bakal panen untung dan dipastikan jumlah pengunjung membludak. 

Apalagi selama ini telah menjadi tradisi di Indonesia, lebaran tidak membeli baju baru terasa hambar. Wajar saja jika masyarakat lantas memilih berbelanja di mal untuk sekedar membeli baju baru, bahkan tidak lupa membeli makanan untuk disuguhkan di hari kemenangan itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mengutip Jawa Pos Radar Malang yang sempat menemui Ratna Dewi, salah satu warga dan kepergok sedang berbelanja di Malang Town Square (Matos).Perempuan itu mengaku hendak berbelanja baju dan sandal, hal itu ia lakukan setiap tahun mendekati lebaran. ”Karena Lebaran tahun ini pembatasan lebih longgar dan bisa bertemu banyak orang. Jadi harus berpenampilan rapi dan necis untuk bertemu dan silaturahmi ke tempat orang,” kata Ratna, warga Kecamatan Klojen tersebut.

Mall Director Matos Fifi Trisjanti, Mall Director Matos,  mengatakan, bila pengunjung di tempat tersebut meningkat tajam sekitar 80 persen. Hampir menyamai jumlah pengunjung di tahun 2019 atau sebelum pandemi di momen yang sama, sekitar 20 hingga 25 ribu pengunjung

- Advertisement -

MALANG, RADARJEMBER.ID- Saat virus Covid -19 berkecamuk hebat di negeri ini dan angka kasus orang terpapar virus mematikan ini meningkat, pusat perbelanjaan atau mal sepi pengunjung sepi dan merugi karena pemerintah melarang orang mengunjungi pusat keramaian.

Kini  setelah Covid-19 melandai dan pemerintah memberikan kelonggaran orang untuk merayakan lebaran, mal bisa bernafas lega karena bakal panen untung dan dipastikan jumlah pengunjung membludak. 

Apalagi selama ini telah menjadi tradisi di Indonesia, lebaran tidak membeli baju baru terasa hambar. Wajar saja jika masyarakat lantas memilih berbelanja di mal untuk sekedar membeli baju baru, bahkan tidak lupa membeli makanan untuk disuguhkan di hari kemenangan itu.

Mengutip Jawa Pos Radar Malang yang sempat menemui Ratna Dewi, salah satu warga dan kepergok sedang berbelanja di Malang Town Square (Matos).Perempuan itu mengaku hendak berbelanja baju dan sandal, hal itu ia lakukan setiap tahun mendekati lebaran. ”Karena Lebaran tahun ini pembatasan lebih longgar dan bisa bertemu banyak orang. Jadi harus berpenampilan rapi dan necis untuk bertemu dan silaturahmi ke tempat orang,” kata Ratna, warga Kecamatan Klojen tersebut.

Mall Director Matos Fifi Trisjanti, Mall Director Matos,  mengatakan, bila pengunjung di tempat tersebut meningkat tajam sekitar 80 persen. Hampir menyamai jumlah pengunjung di tahun 2019 atau sebelum pandemi di momen yang sama, sekitar 20 hingga 25 ribu pengunjung

MALANG, RADARJEMBER.ID- Saat virus Covid -19 berkecamuk hebat di negeri ini dan angka kasus orang terpapar virus mematikan ini meningkat, pusat perbelanjaan atau mal sepi pengunjung sepi dan merugi karena pemerintah melarang orang mengunjungi pusat keramaian.

Kini  setelah Covid-19 melandai dan pemerintah memberikan kelonggaran orang untuk merayakan lebaran, mal bisa bernafas lega karena bakal panen untung dan dipastikan jumlah pengunjung membludak. 

Apalagi selama ini telah menjadi tradisi di Indonesia, lebaran tidak membeli baju baru terasa hambar. Wajar saja jika masyarakat lantas memilih berbelanja di mal untuk sekedar membeli baju baru, bahkan tidak lupa membeli makanan untuk disuguhkan di hari kemenangan itu.

Mengutip Jawa Pos Radar Malang yang sempat menemui Ratna Dewi, salah satu warga dan kepergok sedang berbelanja di Malang Town Square (Matos).Perempuan itu mengaku hendak berbelanja baju dan sandal, hal itu ia lakukan setiap tahun mendekati lebaran. ”Karena Lebaran tahun ini pembatasan lebih longgar dan bisa bertemu banyak orang. Jadi harus berpenampilan rapi dan necis untuk bertemu dan silaturahmi ke tempat orang,” kata Ratna, warga Kecamatan Klojen tersebut.

Mall Director Matos Fifi Trisjanti, Mall Director Matos,  mengatakan, bila pengunjung di tempat tersebut meningkat tajam sekitar 80 persen. Hampir menyamai jumlah pengunjung di tahun 2019 atau sebelum pandemi di momen yang sama, sekitar 20 hingga 25 ribu pengunjung

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/