alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Perbandingan Rasio Minat Baca di Indonesia Belum Imbang

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Persoalan kebiasaan membaca masih dihadapi oleh bangsa Indonesia dan sampai saat ini belum terselesaikan, UNESCO memiliki acuan tersendiri setiap satu orang berhak tiga buku baru dalam kurun waktu setahun, namun di Indonesia satu judul buku ditunggu oleh 90 orang. Itu berarti, perbandingan rasio antara jumlah penduduk Indonesia dan koleksi buku di perpustakaan umum berkisar 0,09 persen.

“Kebiasaan membaca di Indonesia tidak rendah tapi masalahnya cuma satu, di Indonesia satu judul buku ditunggu banyak orang. Bahkan nenek moyang bangsa Indonesia ini adalah orang-orang pencipta dan berbudaya, di kala itu bansa ini telah memiliki 100 aksara dan itu tertinggi di dunia”kata Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional.

Syarif menambahkan pula, ketika orang luar negeri mengadakan survei, Indonesia selalu mendapatkan penghakiman dari dunia seolah minat baca masyarakat Indonesia rendah dan itu telah berlangsung berpuluh-puluh tahun.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Persoalan kebiasaan membaca masih dihadapi oleh bangsa Indonesia dan sampai saat ini belum terselesaikan, UNESCO memiliki acuan tersendiri setiap satu orang berhak tiga buku baru dalam kurun waktu setahun, namun di Indonesia satu judul buku ditunggu oleh 90 orang. Itu berarti, perbandingan rasio antara jumlah penduduk Indonesia dan koleksi buku di perpustakaan umum berkisar 0,09 persen.

“Kebiasaan membaca di Indonesia tidak rendah tapi masalahnya cuma satu, di Indonesia satu judul buku ditunggu banyak orang. Bahkan nenek moyang bangsa Indonesia ini adalah orang-orang pencipta dan berbudaya, di kala itu bansa ini telah memiliki 100 aksara dan itu tertinggi di dunia”kata Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional.

Syarif menambahkan pula, ketika orang luar negeri mengadakan survei, Indonesia selalu mendapatkan penghakiman dari dunia seolah minat baca masyarakat Indonesia rendah dan itu telah berlangsung berpuluh-puluh tahun.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Persoalan kebiasaan membaca masih dihadapi oleh bangsa Indonesia dan sampai saat ini belum terselesaikan, UNESCO memiliki acuan tersendiri setiap satu orang berhak tiga buku baru dalam kurun waktu setahun, namun di Indonesia satu judul buku ditunggu oleh 90 orang. Itu berarti, perbandingan rasio antara jumlah penduduk Indonesia dan koleksi buku di perpustakaan umum berkisar 0,09 persen.

“Kebiasaan membaca di Indonesia tidak rendah tapi masalahnya cuma satu, di Indonesia satu judul buku ditunggu banyak orang. Bahkan nenek moyang bangsa Indonesia ini adalah orang-orang pencipta dan berbudaya, di kala itu bansa ini telah memiliki 100 aksara dan itu tertinggi di dunia”kata Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional.

Syarif menambahkan pula, ketika orang luar negeri mengadakan survei, Indonesia selalu mendapatkan penghakiman dari dunia seolah minat baca masyarakat Indonesia rendah dan itu telah berlangsung berpuluh-puluh tahun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/