Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prof Afif: ISNU Tandai Gerakan Intelektual NU dari pesantren ke profesional

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
Photo
Photo

RADAR JEMBER - Plt. Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim, Prof. M. Afif Hasbullah, menilai ISNU dibentuk sebenarnya menandai gerakan intelektual NU dari pesantren ke profesional.


Advertisement

"Gerakan intelektual NU sebenarnya sudah lama ada tapi intelektual produk pesantren dengan wawasan mendirikan NU dan memperjuangkan NKRI," katanya dalam Tasyakuran Harlah ke-26 ISNU di Kantor PW ISNU Jatim, Rabu petang.

Namun, katanya, tanggal 19 November 1999 akhirnya dibentuk ISNU, yang embrionya berawal dari FOSSNU (Forum Silaturahim Sarjana NU), karena intelektual NU sudah mulai berkembang dari pesantren ke jalur profesional.

"Entah, karena perlu konsolidasi untuk berhikmah kepada bangsa dan negara, atau panggilan santri yang sudah ada dimana-mana untuk ingin diakui sebagai santri dari muassis NU melalui perjuangan di jalur profesi," katanya.

Advertisement

Bahkan, tidak hanya dari kampus-kampus di dalam negeri, namun juga para diaspora dari berbagai kampus di luar negeri, yang ingin berjuang lewat NU, sehingga Lakspedam NU pun tidak cukup dan perlu badan otonom khusus sarjana.

"Saya sendiri mengawali dari ISNU Cabang Lamongan pada 2003, tapi setelah di ISNU Jatim sekarang justru ada tujuh cabang istimewa di Unibraw, Unisma, Unair, UINSA, Unuja, UIN Malang, dan Universitas Sunan Drajat Tuban," ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap kader-kader ISNU dalam usia 26 tahun (1999-2025) semakin kompak, karena kekompakan akan mempermudah terwujudkan sinergi dan inovasi, sehingga ISNU ke depan semakin bermanfaat untuk bangsa dan negara.

Advertisement

Tasyakuran Harlah ke-26 ISNU di Kantor PW ISNU yang dihadiri sejumlah kader ISNU dari Surabaya, Sidoarjo, Jombang, dan Pasuruan itu tampak hadir pula sejumlah senior ISNU Jatim, seperti H Abdul Manan, dr Hamid Nawawi, DR Ir M Qoderi, dan sebagainya.

Dalam sesi refleksi pada Hari Lahir (Harlah) ke-26 ISNU, sejumlah senior ISNU Jatim menceritakan proses pengakuan ISNU sebagai badan otonom (banom) NU pada Muktamar ke-32 NU di Makassar tahun 2010, serta pembentukan PP ISNU.

Advertisement

Artikel Terkait

Langkah Strategis, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional Bahas Ekonomi dan Geopolitik Global

Langkah Strategis, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional Bahas Ekonomi dan Geopolitik Global

Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur senantiasa mengambil peran strategis di tengah perubahan masyarakat. Kali ini, ISNU Jatim menggelar Halaqoh Nasional Sarjana Nahdlatul Ulama dengan tem

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional: ISNU Jatim Konsisten Sikapi Tekanan Ekonomi Global

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional: ISNU Jatim Konsisten Sikapi Tekanan Ekonomi Global

Prof. Dr. Ali Masykur Musa (Mudir Aly JATMAN, yang mantan Ketua Umum PP ISNU) mengingatkan, kapitalisme global secara konsisten menempatkannya sebagai ancaman terhadap kedaulatan ekonomi Indonesia. Menurut Ali Masykur

Cetak 35 Juru Sembelih Halal, ISNU Jatim Perkuat Sektor Hulu Industri Halal

Cetak 35 Juru Sembelih Halal, ISNU Jatim Perkuat Sektor Hulu Industri Halal

Sebanyak 35 pengurus PW dan PC ISNU se-Jawa Timur mengikuti pelatihan dan uji kompetensi Juru Sembelih Halal yang diselenggarakan selama 2 hari di Surabaya. Sekretaris PW ISNU Jatim, Muhammad Dawud menjelaskan, pelatiha

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer