Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertama Kali, PWNU bertemu pengurus NU kecamatan se-Jatim

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
Pertama Kali, PWNU bertemu pengurus NU kecamatan se-Jatim
Pertama Kali, PWNU bertemu pengurus NU kecamatan se-Jatim

RADAR JEMBER - Untuk pertama kalinya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur bertemu dengan pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU atau pengurus NU tingkat kecamatan se-Jatim di Aula PWNU Jatim, Minggu.


Advertisement

"Ini pertama kali ada pertemuan PWNU yang pengurus tingkat provinsi dengan 668 MWC yang pengurus tingkat kecamatan se-Jatim," kata Wakil Ketua PWNU Jatim Prof Kacung Marijan yang juga Ketua Panitia Hari Santri PWNU.

Dalam Silaturahmi PWNU-MWC NU dalam rangka Hari Santri PWNU itu, Kacung Marijan menjelaskan PWNU mengapresiasi "semangat" MWC NU yang hadir hingga 90 persen lebih pengurus dari 668 MWC se-Jatim, sehingga membeludak.

"Terima kasih atas semangat pengurus MWC NU se-Jatim, kami menganggap MWC NU itu ibarat pemain kunci dalam sepakbola, karena itu kami merangkai silaturahmi dengan workshop Simola (sistem informasi manajemen organisasi, layanan, dan aset NU), karena MWC itu penting," katanya.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, pengurus MWC NU Sugio-Lamongan melaporkan bahwa layanan kesehatan yang dikelolanya saat ini sudah menjalin kerja sama dengan BPJS, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih baik kepada warga.

Menanggapi laporan itu, Sekretaris PWNU Jatim DR H Muhammad Faqih menilai membaiknya pelayanan oleh MWC NU itu perlu ditingkatkan lagi, karena itu PWNU Jatim merasa perlu mengadakan workshop Simola untuk pengukuran kinerja.

"Perkum 11/2025 tentang klasifikasi pengurus dan pendataan kapasitas kinerja itu mengatur ukuran kinerja untuk setidaknya lima manfaat yakni legalitas (data resmi), dan jumlah layanan juga terdata dalam catatan yang akurat," katanya.

Advertisement

Selain itu, bila ada perencanaan program pun bisa berbasis data sehingga terukur. "Perkum juga mengatur layanan dalam empat fokus yakni keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan unit usaha, semisal BMT," katanya.

Manfaat lain, keberadaan data yang tercatat akan mempermudah akses program pemerintah. "Selama ini, kita kesulitan mengakses program pemerintah, karena kita tidak paham secara data terkait potensi dan aset," katanya.

Dalam silaturahmi PWNU-MWC NU yang dihadiri Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Manshur itu, Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir mengharapkan pengurus NU di semua tingkatan untuk tidak hanya mengandalkan logika.

Advertisement
Editor : M. Ainul Budi

Artikel Terkait

Hari Santri 2026, Tim Denanyar dan Muhammadiyah Jatim Juarai “Liga Ukhuwah PWNU Jatim”

Hari Santri 2026, Tim Denanyar dan Muhammadiyah Jatim Juarai “Liga Ukhuwah PWNU Jatim”

Tim Pesantren Denanyar-Jombang FC dan Tim PW Muhammadiyah Jawa Timur FC menjuarai "Liga Ukhuwah Hari Santri Nasional/HSN Soccer League 2026" yang diadakan PWNU Jawa Timur di lapangan Al-Akbar Sport Center (ASC) Masjid Na

PWNU dan PCNU se-Jatim Usulkan 16 Nama AHWA yang Pilih Rais Aam

PWNU dan PCNU se-Jatim Usulkan 16 Nama AHWA yang Pilih Rais Aam

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Timur mengusulkan 16 nama masyayikh/ulama sepuh untuk masuk Tim AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdy) yang berhak memilih Rais Aam Syuriyah P

Gagal Gelar Konfercab, PBNU Bekukan PCNU Jember: Prof. Babun Suharto Ditunjuk Jadi Ketua Karteker!

Gagal Gelar Konfercab, PBNU Bekukan PCNU Jember: Prof. Babun Suharto Ditunjuk Jadi Ketua Karteker!

Untuk mengisi kekosongan kekuasaan dan menyelamatkan organisasi di basis hijau terbesar Jawa Timur ini, PBNU menunjuk deretan tokoh ulama dan akademisi terpandang untuk mengomandoi Tim Karteker PCNU Jember 2026

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer