23.7 C
Jember
Saturday, 4 February 2023

Mahasiswa Oplos Miras Cari Tambahan Uang saku

Mobile_AP_Rectangle 1

“Terkait dengan pemesanan atau proses bagaimana korban dan para pihak ini mendapatkan miras oplosan ini, mereka berhubungan dan mendapat informasi dari mulut ke mulut dan juga melalui pemesanan lewat telepon,” kata Imam.

Beberapa barang bukti berhasil diamankan. Seperti gelas ukur, satu jeriken bervolume 5 liter berisi cairan ethanol foodgrade. Adapula 60 botol mihol oplosan dengan masing-masing bervolume 350 ml dan belum sempat dijual.

Imam mengimbau, masyarakat untuk menghindari makan dan minuman tidak berlabel. Antisipasi dari dampak pasca konsumsi. Terlebih tidak dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Yang kedua, imbauan kami tidak memproduksi dan memperdagangkan miras oplosan. Ini bukan kejadian pertama kali di wilayah Polresta Sleman, sehingga harapan kami kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Salah satu tersangka JAS mengaku baru satu bulan memproduksi dan menjual mihol oplosan. Dia mengatakan semata-mata hanya ingin mencari keuntungan. Satu botol mihol oplosan dia jual dengan harga Rp. 25 ribu.

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Annissa Karin/Jawa Pos Radar Jogja

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Jogja

 

 

- Advertisement -

“Terkait dengan pemesanan atau proses bagaimana korban dan para pihak ini mendapatkan miras oplosan ini, mereka berhubungan dan mendapat informasi dari mulut ke mulut dan juga melalui pemesanan lewat telepon,” kata Imam.

Beberapa barang bukti berhasil diamankan. Seperti gelas ukur, satu jeriken bervolume 5 liter berisi cairan ethanol foodgrade. Adapula 60 botol mihol oplosan dengan masing-masing bervolume 350 ml dan belum sempat dijual.

Imam mengimbau, masyarakat untuk menghindari makan dan minuman tidak berlabel. Antisipasi dari dampak pasca konsumsi. Terlebih tidak dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya.

“Yang kedua, imbauan kami tidak memproduksi dan memperdagangkan miras oplosan. Ini bukan kejadian pertama kali di wilayah Polresta Sleman, sehingga harapan kami kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Salah satu tersangka JAS mengaku baru satu bulan memproduksi dan menjual mihol oplosan. Dia mengatakan semata-mata hanya ingin mencari keuntungan. Satu botol mihol oplosan dia jual dengan harga Rp. 25 ribu.

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Annissa Karin/Jawa Pos Radar Jogja

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Jogja

 

 

“Terkait dengan pemesanan atau proses bagaimana korban dan para pihak ini mendapatkan miras oplosan ini, mereka berhubungan dan mendapat informasi dari mulut ke mulut dan juga melalui pemesanan lewat telepon,” kata Imam.

Beberapa barang bukti berhasil diamankan. Seperti gelas ukur, satu jeriken bervolume 5 liter berisi cairan ethanol foodgrade. Adapula 60 botol mihol oplosan dengan masing-masing bervolume 350 ml dan belum sempat dijual.

Imam mengimbau, masyarakat untuk menghindari makan dan minuman tidak berlabel. Antisipasi dari dampak pasca konsumsi. Terlebih tidak dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya.

“Yang kedua, imbauan kami tidak memproduksi dan memperdagangkan miras oplosan. Ini bukan kejadian pertama kali di wilayah Polresta Sleman, sehingga harapan kami kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Salah satu tersangka JAS mengaku baru satu bulan memproduksi dan menjual mihol oplosan. Dia mengatakan semata-mata hanya ingin mencari keuntungan. Satu botol mihol oplosan dia jual dengan harga Rp. 25 ribu.

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Annissa Karin/Jawa Pos Radar Jogja

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Jogja

 

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca