alexametrics
30.2 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Tunjungan Fashion Week Bisa Ganggu Pengguna Jalan dan Rawan Kemacetan

Mobile_AP_Rectangle 1

Surabaya, RADARJEMBER.ID – Alasan dihentikannya Tunjungan Fashion Week di Jalan Tunjungan Kota Pahlawan, Jatim, Minggu (24/7), dijelaskan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

BACA JUGA : Perahu Motor Cepat Terbakar di Sekitar Tanjung Pas Payau Tarakan

Menurut Eri melalui akun medsos Instagram @ericahyadi yang sudah terkonfirmasi di Surabaya, hal itu demi kenyamanan pengguna jalan dan agar tidak menimbulkan kemacetan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kemarin (25/7), kami hentikan kegiatan itu, bukan soal tidak pro kreasi atau pro kreasi khas anak muda. Tapi ini soal kebaikan bersama, kenyamanan pengguna jalan, dan aktivitas yang tidak menimbulkan kemacetan,” katanya.

Dia menjelaskan, program serupa bisa dilakukan, misalnya ketika kegiatan car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan, sebagai unjuk kreasi fashion anak-anak muda Surabaya.

Selain itu juga bisa digelar di Balai Pemuda dan berbagai ruang terbuka hijau, dengan tetap jaga kebersihan dan tidak merusak taman. Atau juga di pedestrian dengan konsep terjadwal dan berizin supaya bisa diatur agar tidak mengurangi kenyamanan masyarakat luas.

Sehingga, lanjut dia, kreasi semacam ini tidak menimbulkan kemacetan karena memang dilakukan saat CFD dan di ruang-ruang publik non-jalan raya.

“Silakan berkreasi. Namun, harus tetap menginspirasi, ojok pating pecotot dan sing gak karu-karuan (bajunya jangan yang ketat dan terbuka), juga harus mencerminkan karakter khas arek Suroboyo,” katanya.

Eri mengatakan, di Jalan Tunjungan, sejak November 2021 sudah diluncurkan konsep “Tunjungan Romansa” sebagai ruang kreasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Musik, fashion, kuliner, dan beragam kreasi melebur di Tunjungan Romansa. Sebagian dikonsep di area pedestrian, namun teratur dan tidak mengganggu pengguna jalan.

- Advertisement -

Surabaya, RADARJEMBER.ID – Alasan dihentikannya Tunjungan Fashion Week di Jalan Tunjungan Kota Pahlawan, Jatim, Minggu (24/7), dijelaskan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

BACA JUGA : Perahu Motor Cepat Terbakar di Sekitar Tanjung Pas Payau Tarakan

Menurut Eri melalui akun medsos Instagram @ericahyadi yang sudah terkonfirmasi di Surabaya, hal itu demi kenyamanan pengguna jalan dan agar tidak menimbulkan kemacetan.

“Kemarin (25/7), kami hentikan kegiatan itu, bukan soal tidak pro kreasi atau pro kreasi khas anak muda. Tapi ini soal kebaikan bersama, kenyamanan pengguna jalan, dan aktivitas yang tidak menimbulkan kemacetan,” katanya.

Dia menjelaskan, program serupa bisa dilakukan, misalnya ketika kegiatan car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan, sebagai unjuk kreasi fashion anak-anak muda Surabaya.

Selain itu juga bisa digelar di Balai Pemuda dan berbagai ruang terbuka hijau, dengan tetap jaga kebersihan dan tidak merusak taman. Atau juga di pedestrian dengan konsep terjadwal dan berizin supaya bisa diatur agar tidak mengurangi kenyamanan masyarakat luas.

Sehingga, lanjut dia, kreasi semacam ini tidak menimbulkan kemacetan karena memang dilakukan saat CFD dan di ruang-ruang publik non-jalan raya.

“Silakan berkreasi. Namun, harus tetap menginspirasi, ojok pating pecotot dan sing gak karu-karuan (bajunya jangan yang ketat dan terbuka), juga harus mencerminkan karakter khas arek Suroboyo,” katanya.

Eri mengatakan, di Jalan Tunjungan, sejak November 2021 sudah diluncurkan konsep “Tunjungan Romansa” sebagai ruang kreasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Musik, fashion, kuliner, dan beragam kreasi melebur di Tunjungan Romansa. Sebagian dikonsep di area pedestrian, namun teratur dan tidak mengganggu pengguna jalan.

Surabaya, RADARJEMBER.ID – Alasan dihentikannya Tunjungan Fashion Week di Jalan Tunjungan Kota Pahlawan, Jatim, Minggu (24/7), dijelaskan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

BACA JUGA : Perahu Motor Cepat Terbakar di Sekitar Tanjung Pas Payau Tarakan

Menurut Eri melalui akun medsos Instagram @ericahyadi yang sudah terkonfirmasi di Surabaya, hal itu demi kenyamanan pengguna jalan dan agar tidak menimbulkan kemacetan.

“Kemarin (25/7), kami hentikan kegiatan itu, bukan soal tidak pro kreasi atau pro kreasi khas anak muda. Tapi ini soal kebaikan bersama, kenyamanan pengguna jalan, dan aktivitas yang tidak menimbulkan kemacetan,” katanya.

Dia menjelaskan, program serupa bisa dilakukan, misalnya ketika kegiatan car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan, sebagai unjuk kreasi fashion anak-anak muda Surabaya.

Selain itu juga bisa digelar di Balai Pemuda dan berbagai ruang terbuka hijau, dengan tetap jaga kebersihan dan tidak merusak taman. Atau juga di pedestrian dengan konsep terjadwal dan berizin supaya bisa diatur agar tidak mengurangi kenyamanan masyarakat luas.

Sehingga, lanjut dia, kreasi semacam ini tidak menimbulkan kemacetan karena memang dilakukan saat CFD dan di ruang-ruang publik non-jalan raya.

“Silakan berkreasi. Namun, harus tetap menginspirasi, ojok pating pecotot dan sing gak karu-karuan (bajunya jangan yang ketat dan terbuka), juga harus mencerminkan karakter khas arek Suroboyo,” katanya.

Eri mengatakan, di Jalan Tunjungan, sejak November 2021 sudah diluncurkan konsep “Tunjungan Romansa” sebagai ruang kreasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Musik, fashion, kuliner, dan beragam kreasi melebur di Tunjungan Romansa. Sebagian dikonsep di area pedestrian, namun teratur dan tidak mengganggu pengguna jalan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/