alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Mardani Maming Dijemput Paksa KPK di Salah Satu Apartemen

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, Senin 25/7, dijemput paksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di salah satu apartemen di Jakarta.

BACA JUGA : Keterampilan Otomotif Penting Dimiliki Pekerja Migran Indonesia di Jeddah

“Benar, hari ini tim penyidik melakukan penggeledahan di salah satu apartemen di Jakarta dalam rangka jemput paksa tersangka dugaan korupsi izin usaha pertambangan di Tanah Bumbu, Kalsel,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Ali, sebelumnya, KPK telah mengirimkan surat panggilan kedua kepada Mardani untuk hadir pada hari Kamis (21/7). “Namun, tersangka tidak hadir. Kami menilai tersangka tidak kooperatif,” ucapnya.

KPK juga telah memanggil Mardani pada hari Kamis (14/7). Namun, tim kuasa hukum Mardani saat itu mengirimkan surat ke KPK untuk meminta penundaan pemeriksaan lantaran sidang praperadilan dengan pemohon Mardani masih berproses.

Ali mengatakan bahwa tidak ada dasar hukum satu pun bahwa praperadilan dapat menghentikan penyidikan yang sedang KPK lakukan.

“Proses praperadilan hanya untuk menguji syarat formil keabsahan bukan untuk menguji substansi penyidikan dan tentu kami hargai proses dimaksud. KPK juga telah hadir serta menjelaskan jawaban disertai bukti dan ahli di depan hakim praperadilan,” katanya.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, Senin 25/7, dijemput paksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di salah satu apartemen di Jakarta.

BACA JUGA : Keterampilan Otomotif Penting Dimiliki Pekerja Migran Indonesia di Jeddah

“Benar, hari ini tim penyidik melakukan penggeledahan di salah satu apartemen di Jakarta dalam rangka jemput paksa tersangka dugaan korupsi izin usaha pertambangan di Tanah Bumbu, Kalsel,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin.

Menurut Ali, sebelumnya, KPK telah mengirimkan surat panggilan kedua kepada Mardani untuk hadir pada hari Kamis (21/7). “Namun, tersangka tidak hadir. Kami menilai tersangka tidak kooperatif,” ucapnya.

KPK juga telah memanggil Mardani pada hari Kamis (14/7). Namun, tim kuasa hukum Mardani saat itu mengirimkan surat ke KPK untuk meminta penundaan pemeriksaan lantaran sidang praperadilan dengan pemohon Mardani masih berproses.

Ali mengatakan bahwa tidak ada dasar hukum satu pun bahwa praperadilan dapat menghentikan penyidikan yang sedang KPK lakukan.

“Proses praperadilan hanya untuk menguji syarat formil keabsahan bukan untuk menguji substansi penyidikan dan tentu kami hargai proses dimaksud. KPK juga telah hadir serta menjelaskan jawaban disertai bukti dan ahli di depan hakim praperadilan,” katanya.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, Senin 25/7, dijemput paksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di salah satu apartemen di Jakarta.

BACA JUGA : Keterampilan Otomotif Penting Dimiliki Pekerja Migran Indonesia di Jeddah

“Benar, hari ini tim penyidik melakukan penggeledahan di salah satu apartemen di Jakarta dalam rangka jemput paksa tersangka dugaan korupsi izin usaha pertambangan di Tanah Bumbu, Kalsel,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin.

Menurut Ali, sebelumnya, KPK telah mengirimkan surat panggilan kedua kepada Mardani untuk hadir pada hari Kamis (21/7). “Namun, tersangka tidak hadir. Kami menilai tersangka tidak kooperatif,” ucapnya.

KPK juga telah memanggil Mardani pada hari Kamis (14/7). Namun, tim kuasa hukum Mardani saat itu mengirimkan surat ke KPK untuk meminta penundaan pemeriksaan lantaran sidang praperadilan dengan pemohon Mardani masih berproses.

Ali mengatakan bahwa tidak ada dasar hukum satu pun bahwa praperadilan dapat menghentikan penyidikan yang sedang KPK lakukan.

“Proses praperadilan hanya untuk menguji syarat formil keabsahan bukan untuk menguji substansi penyidikan dan tentu kami hargai proses dimaksud. KPK juga telah hadir serta menjelaskan jawaban disertai bukti dan ahli di depan hakim praperadilan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/