alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Gerinda Sebut Kasus Anak Korban Buly Jangan Anggap Remeh

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati menyesalkan pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang terkesan menyepelekan kasus perundungan anak SD yang berakhir dengan bunuh diri.

Menurut Saraswati, perundungan dalam bentuk apapun bukanlah candaan seperti yang diutarakan Wagub Jabar.“Perundungan dalam bentuk apapun bukanlah candaan! Apalagi kali ini berakibat sangat fatal, korban bunuh diri.

BACA JUGA : Hari Kelima, Area Pencarian Korban KM TB Rita 103 Diperluas
Jadi bukan persoalan seburuk apa perundungannya tetapi bahwa perundungan itu betul terjadi,” kata Saraswati kepada wartawan, Senin (25/7).Belakangan ini, viral berita mengenai anak 11 tahun yang bunuh diri usai di-bully dan diduga dipaksa memperkosa kucing sambil direkam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adegan itu dilakukan menggunakan ponsel di Tasikmalaya, Jawa Barat. Rekaman tersebut tersebar dan mengakibatkan korban depresi. Hal ini membuat bocah malang itu tidak mau makan dan minum sebelum akhirnya meninggal.

Hingga saat ini, penyidikan kasus perundungan anak tersebut masih dilakukan. Namun, Saraswati mengaku aneh dengan usulan Wagub Jabar agar dilakukan upaya perdamaian antara para pihak dalam kasus tersebut.

“Pesan didamaikan di sini sangat tidak pas karena dampak akhir harus menjadi pertimbangan. Jika didorong untuk damai, pesan apa yang kita kirimkan ke para pelaku dan korban lainnya? Bahwa perundungan itu diperbolehkan dan tidak ada sanksinya?” ucap Saraswati.

Terlepas dari betul atau tidak korban memiliki sejarah depresi dan ada tidaknya pemaksaan perkosaan terhadap seekor kucing, peristiwa perundungan itu nyata terjadi. Karena terdapat pihak-pihak yang menyebarkan video.

“Yang awal mula menyebarkannya jelas harus diproses secara serius,” tegas Saraswati.Oleh karena itu, mantan Anggota DPR RI ini mengingatkan bahaya perundungan ini memiliki dampak kuat terhadap potensi kekerasan seksual.

Data tahun 2022, menyatakan Jawa Barat memiliki tingkat kekerasan seksual anak dan perempuan tertinggi di Indonesia.Hal ini mengindikasikan adanya ancaman serius akan potensi kekerasan seksual jika negara bersikap permisif, bahkan terhadap kasus perundungan.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati menyesalkan pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang terkesan menyepelekan kasus perundungan anak SD yang berakhir dengan bunuh diri.

Menurut Saraswati, perundungan dalam bentuk apapun bukanlah candaan seperti yang diutarakan Wagub Jabar.“Perundungan dalam bentuk apapun bukanlah candaan! Apalagi kali ini berakibat sangat fatal, korban bunuh diri.

BACA JUGA : Hari Kelima, Area Pencarian Korban KM TB Rita 103 Diperluas
Jadi bukan persoalan seburuk apa perundungannya tetapi bahwa perundungan itu betul terjadi,” kata Saraswati kepada wartawan, Senin (25/7).Belakangan ini, viral berita mengenai anak 11 tahun yang bunuh diri usai di-bully dan diduga dipaksa memperkosa kucing sambil direkam.

Adegan itu dilakukan menggunakan ponsel di Tasikmalaya, Jawa Barat. Rekaman tersebut tersebar dan mengakibatkan korban depresi. Hal ini membuat bocah malang itu tidak mau makan dan minum sebelum akhirnya meninggal.

Hingga saat ini, penyidikan kasus perundungan anak tersebut masih dilakukan. Namun, Saraswati mengaku aneh dengan usulan Wagub Jabar agar dilakukan upaya perdamaian antara para pihak dalam kasus tersebut.

“Pesan didamaikan di sini sangat tidak pas karena dampak akhir harus menjadi pertimbangan. Jika didorong untuk damai, pesan apa yang kita kirimkan ke para pelaku dan korban lainnya? Bahwa perundungan itu diperbolehkan dan tidak ada sanksinya?” ucap Saraswati.

Terlepas dari betul atau tidak korban memiliki sejarah depresi dan ada tidaknya pemaksaan perkosaan terhadap seekor kucing, peristiwa perundungan itu nyata terjadi. Karena terdapat pihak-pihak yang menyebarkan video.

“Yang awal mula menyebarkannya jelas harus diproses secara serius,” tegas Saraswati.Oleh karena itu, mantan Anggota DPR RI ini mengingatkan bahaya perundungan ini memiliki dampak kuat terhadap potensi kekerasan seksual.

Data tahun 2022, menyatakan Jawa Barat memiliki tingkat kekerasan seksual anak dan perempuan tertinggi di Indonesia.Hal ini mengindikasikan adanya ancaman serius akan potensi kekerasan seksual jika negara bersikap permisif, bahkan terhadap kasus perundungan.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati menyesalkan pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang terkesan menyepelekan kasus perundungan anak SD yang berakhir dengan bunuh diri.

Menurut Saraswati, perundungan dalam bentuk apapun bukanlah candaan seperti yang diutarakan Wagub Jabar.“Perundungan dalam bentuk apapun bukanlah candaan! Apalagi kali ini berakibat sangat fatal, korban bunuh diri.

BACA JUGA : Hari Kelima, Area Pencarian Korban KM TB Rita 103 Diperluas
Jadi bukan persoalan seburuk apa perundungannya tetapi bahwa perundungan itu betul terjadi,” kata Saraswati kepada wartawan, Senin (25/7).Belakangan ini, viral berita mengenai anak 11 tahun yang bunuh diri usai di-bully dan diduga dipaksa memperkosa kucing sambil direkam.

Adegan itu dilakukan menggunakan ponsel di Tasikmalaya, Jawa Barat. Rekaman tersebut tersebar dan mengakibatkan korban depresi. Hal ini membuat bocah malang itu tidak mau makan dan minum sebelum akhirnya meninggal.

Hingga saat ini, penyidikan kasus perundungan anak tersebut masih dilakukan. Namun, Saraswati mengaku aneh dengan usulan Wagub Jabar agar dilakukan upaya perdamaian antara para pihak dalam kasus tersebut.

“Pesan didamaikan di sini sangat tidak pas karena dampak akhir harus menjadi pertimbangan. Jika didorong untuk damai, pesan apa yang kita kirimkan ke para pelaku dan korban lainnya? Bahwa perundungan itu diperbolehkan dan tidak ada sanksinya?” ucap Saraswati.

Terlepas dari betul atau tidak korban memiliki sejarah depresi dan ada tidaknya pemaksaan perkosaan terhadap seekor kucing, peristiwa perundungan itu nyata terjadi. Karena terdapat pihak-pihak yang menyebarkan video.

“Yang awal mula menyebarkannya jelas harus diproses secara serius,” tegas Saraswati.Oleh karena itu, mantan Anggota DPR RI ini mengingatkan bahaya perundungan ini memiliki dampak kuat terhadap potensi kekerasan seksual.

Data tahun 2022, menyatakan Jawa Barat memiliki tingkat kekerasan seksual anak dan perempuan tertinggi di Indonesia.Hal ini mengindikasikan adanya ancaman serius akan potensi kekerasan seksual jika negara bersikap permisif, bahkan terhadap kasus perundungan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/