alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Sempat Terpuruk Kini Kampung Batok Kembali Menggeliat

Mobile_AP_Rectangle 1

BLITAR,RADARJEMBER.ID-Isma Rofi kini mulai angkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Perajin limbah batok kelapa sekaligus penggagas Kampung Batok di Kelurahan Tanjungsari, Blitar itu bahkan sempat bangkrut namun kini kampung tersebut pelan-pelan kembali mulai berproduksi.

Akibat pandemi Covid-19 usaha limbah batok Ini tersungkur, kini mulai dari awal lagi apalagi sekarang modal minim. Baru sekarang usaha ini kembali dimulai, apalagi pemerintah pusat telah mengeluartkan kebijakan pelonggaran masker.Semoga ini langkah awal kebangkitan home industri, termasuk kerajinan tempurung atau batok ini ,” ungkap Isma Rofi

Bisa dibilang modal usaha kerajinan batok danj telah digeluti pria itu sejak 2009 itu kini sudah pas-pasan. Pandemi Covid-19 menghantam Indonesia turut melumpuhkan usaha kerajinan, kerajinan batok milik Rofi, tidak luput dari imbas wabah virus mematikan tersebut dan ia pun terpaksa menghentikan produksi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dampak pandemi Covid-19 tak hanya dirasakan oleh Rofi. Namun hampir semua pelaku usaha maupun industri rumahan juga merasakan.Saat itu usaha langsung terjun bebas, Rofi pun sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Ia cuma bisa mengandalkan stok produk untuk dijual,itu pun tidak seberapa karena stok juga sedikit waktu itu.

- Advertisement -

BLITAR,RADARJEMBER.ID-Isma Rofi kini mulai angkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Perajin limbah batok kelapa sekaligus penggagas Kampung Batok di Kelurahan Tanjungsari, Blitar itu bahkan sempat bangkrut namun kini kampung tersebut pelan-pelan kembali mulai berproduksi.

Akibat pandemi Covid-19 usaha limbah batok Ini tersungkur, kini mulai dari awal lagi apalagi sekarang modal minim. Baru sekarang usaha ini kembali dimulai, apalagi pemerintah pusat telah mengeluartkan kebijakan pelonggaran masker.Semoga ini langkah awal kebangkitan home industri, termasuk kerajinan tempurung atau batok ini ,” ungkap Isma Rofi

Bisa dibilang modal usaha kerajinan batok danj telah digeluti pria itu sejak 2009 itu kini sudah pas-pasan. Pandemi Covid-19 menghantam Indonesia turut melumpuhkan usaha kerajinan, kerajinan batok milik Rofi, tidak luput dari imbas wabah virus mematikan tersebut dan ia pun terpaksa menghentikan produksi.

Dampak pandemi Covid-19 tak hanya dirasakan oleh Rofi. Namun hampir semua pelaku usaha maupun industri rumahan juga merasakan.Saat itu usaha langsung terjun bebas, Rofi pun sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Ia cuma bisa mengandalkan stok produk untuk dijual,itu pun tidak seberapa karena stok juga sedikit waktu itu.

BLITAR,RADARJEMBER.ID-Isma Rofi kini mulai angkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Perajin limbah batok kelapa sekaligus penggagas Kampung Batok di Kelurahan Tanjungsari, Blitar itu bahkan sempat bangkrut namun kini kampung tersebut pelan-pelan kembali mulai berproduksi.

Akibat pandemi Covid-19 usaha limbah batok Ini tersungkur, kini mulai dari awal lagi apalagi sekarang modal minim. Baru sekarang usaha ini kembali dimulai, apalagi pemerintah pusat telah mengeluartkan kebijakan pelonggaran masker.Semoga ini langkah awal kebangkitan home industri, termasuk kerajinan tempurung atau batok ini ,” ungkap Isma Rofi

Bisa dibilang modal usaha kerajinan batok danj telah digeluti pria itu sejak 2009 itu kini sudah pas-pasan. Pandemi Covid-19 menghantam Indonesia turut melumpuhkan usaha kerajinan, kerajinan batok milik Rofi, tidak luput dari imbas wabah virus mematikan tersebut dan ia pun terpaksa menghentikan produksi.

Dampak pandemi Covid-19 tak hanya dirasakan oleh Rofi. Namun hampir semua pelaku usaha maupun industri rumahan juga merasakan.Saat itu usaha langsung terjun bebas, Rofi pun sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Ia cuma bisa mengandalkan stok produk untuk dijual,itu pun tidak seberapa karena stok juga sedikit waktu itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/