alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

222 Perusahaan Tunggak Premi BPJS

Mobile_AP_Rectangle 1

TULUNGAGUNG,RADARJEMBER.ID-Pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar membawahi Tulungagung, Kota/Kabupaten Blitar dan Trenggalek harus memutar otak untuk menagih 222 perusahaan karena masih menunggak premi.

Namun jika dibanding dengan tahun 2021, total tunggakan perusahaan menurun cukup drastis. Mengingat ditahun lalu terdapat 323 perusahaan nakal, total tunggakan mencapai Rp 514 juta.Kini ditahun 2022 tinggal dua ratus lebih perusahaan menunggak premi BPJS, alasan mereka menunggak pun beragam..

“Sebagian perusahaan atau badan usaha beralasan sama dengan tahun lalu bila masih terimbas pandemi Covid-19, hingga membuat pendapatan merosot. Lalu sebagian juga melaporkan bila tidak ada kegiatan usaha, sehingga tidak melaporkan ke kami hingga kini,” kata Kepala Kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Agus Dwi Fitriyanto, melalui staf administrasi, Mahesa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia melanjutkan, jika perusahaan menunggak karena korona, mereka langsung melaporkan ke pihak BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan ada beberapa perusahaan yang nunggak enam bulan, bayarnya tiap dua bulan.

Dari 222 perusahaan yang menunggak pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan, dibagi menjadi dua klasifikasi. Yakni, 185 perusahaan telah menunggak pembayaran iuran selama tiga bulan. Serta 37 perusahaan sudah menunggak pembayaran iuran selama enam bulan.

- Advertisement -

TULUNGAGUNG,RADARJEMBER.ID-Pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar membawahi Tulungagung, Kota/Kabupaten Blitar dan Trenggalek harus memutar otak untuk menagih 222 perusahaan karena masih menunggak premi.

Namun jika dibanding dengan tahun 2021, total tunggakan perusahaan menurun cukup drastis. Mengingat ditahun lalu terdapat 323 perusahaan nakal, total tunggakan mencapai Rp 514 juta.Kini ditahun 2022 tinggal dua ratus lebih perusahaan menunggak premi BPJS, alasan mereka menunggak pun beragam..

“Sebagian perusahaan atau badan usaha beralasan sama dengan tahun lalu bila masih terimbas pandemi Covid-19, hingga membuat pendapatan merosot. Lalu sebagian juga melaporkan bila tidak ada kegiatan usaha, sehingga tidak melaporkan ke kami hingga kini,” kata Kepala Kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Agus Dwi Fitriyanto, melalui staf administrasi, Mahesa.

Dia melanjutkan, jika perusahaan menunggak karena korona, mereka langsung melaporkan ke pihak BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan ada beberapa perusahaan yang nunggak enam bulan, bayarnya tiap dua bulan.

Dari 222 perusahaan yang menunggak pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan, dibagi menjadi dua klasifikasi. Yakni, 185 perusahaan telah menunggak pembayaran iuran selama tiga bulan. Serta 37 perusahaan sudah menunggak pembayaran iuran selama enam bulan.

TULUNGAGUNG,RADARJEMBER.ID-Pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar membawahi Tulungagung, Kota/Kabupaten Blitar dan Trenggalek harus memutar otak untuk menagih 222 perusahaan karena masih menunggak premi.

Namun jika dibanding dengan tahun 2021, total tunggakan perusahaan menurun cukup drastis. Mengingat ditahun lalu terdapat 323 perusahaan nakal, total tunggakan mencapai Rp 514 juta.Kini ditahun 2022 tinggal dua ratus lebih perusahaan menunggak premi BPJS, alasan mereka menunggak pun beragam..

“Sebagian perusahaan atau badan usaha beralasan sama dengan tahun lalu bila masih terimbas pandemi Covid-19, hingga membuat pendapatan merosot. Lalu sebagian juga melaporkan bila tidak ada kegiatan usaha, sehingga tidak melaporkan ke kami hingga kini,” kata Kepala Kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Agus Dwi Fitriyanto, melalui staf administrasi, Mahesa.

Dia melanjutkan, jika perusahaan menunggak karena korona, mereka langsung melaporkan ke pihak BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan ada beberapa perusahaan yang nunggak enam bulan, bayarnya tiap dua bulan.

Dari 222 perusahaan yang menunggak pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan, dibagi menjadi dua klasifikasi. Yakni, 185 perusahaan telah menunggak pembayaran iuran selama tiga bulan. Serta 37 perusahaan sudah menunggak pembayaran iuran selama enam bulan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/