alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Suka Barang Impor Menteri Bakal Di-Reshuffle

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Ancaman rombak kabinet (reshuffle) bukanlah guyonan, kocok ulang kabinet dilakukan bila para menteri tetap suka membeli barang dari luar negeri alias impor untuk pemenuhan pengadaan barang.

Orang nomor satu di Indonesia dan mantan Gubernur DKI Jakarta Meminta kepada menteri, gubernur, walikota dan bupati, memasukkan kebutuhan barang dan jasa melalui sitem e-catalog hal ini untuk mendorong produk dalam negeri.

“Kemarin dari 50 ribu lantas meloncat 161 ribu masuk e catalog, akhir tahun harus bisa tembus 1 juta.Lompatan harus jauh, kepala daerah seperti gubernur, walikota dan bupati bisa memasukkan UKM bonafit ke e catalog.”tutur Jokowi.(*)

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Ancaman rombak kabinet (reshuffle) bukanlah guyonan, kocok ulang kabinet dilakukan bila para menteri tetap suka membeli barang dari luar negeri alias impor untuk pemenuhan pengadaan barang.

Orang nomor satu di Indonesia dan mantan Gubernur DKI Jakarta Meminta kepada menteri, gubernur, walikota dan bupati, memasukkan kebutuhan barang dan jasa melalui sitem e-catalog hal ini untuk mendorong produk dalam negeri.

“Kemarin dari 50 ribu lantas meloncat 161 ribu masuk e catalog, akhir tahun harus bisa tembus 1 juta.Lompatan harus jauh, kepala daerah seperti gubernur, walikota dan bupati bisa memasukkan UKM bonafit ke e catalog.”tutur Jokowi.(*)

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Ancaman rombak kabinet (reshuffle) bukanlah guyonan, kocok ulang kabinet dilakukan bila para menteri tetap suka membeli barang dari luar negeri alias impor untuk pemenuhan pengadaan barang.

Orang nomor satu di Indonesia dan mantan Gubernur DKI Jakarta Meminta kepada menteri, gubernur, walikota dan bupati, memasukkan kebutuhan barang dan jasa melalui sitem e-catalog hal ini untuk mendorong produk dalam negeri.

“Kemarin dari 50 ribu lantas meloncat 161 ribu masuk e catalog, akhir tahun harus bisa tembus 1 juta.Lompatan harus jauh, kepala daerah seperti gubernur, walikota dan bupati bisa memasukkan UKM bonafit ke e catalog.”tutur Jokowi.(*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/