alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Subsidi Dicabut Harga Pupuk Melambung

Mobile_AP_Rectangle 1

BLITAR-RADARJEMBER.ID – Dilema petani soal pupuk sepertinya tak berujung. Sebab, bulan depan Kementerian Pertanian (Kementan) bakal menghapus subsidi untuk tiga jenis pupuk. Yakni, S36,ZA, dan organik.Jika itu benar-benar terjadi, otomatis petani harus siap merogoh kocek lebih dalam, dipastikan harga tiga jenis pupuk itu bakal lebih mahal.

Menanggapi rencana regulasi pemerintah pusat, Wawan Widianto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kabupaten Blitar, melalui Sekretaris Dinas, Nevi Setyabudiningsih mengatakan, para kelompok tani sudah memahami informasi tersebut. Namun, dia tak memungkiri bahwa masih ada petani resah.

“Benar nanti cuma Urea dan NPK mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat, sedangkan SP-36 dan ZA, itu harus selesai (diserap, Red) Juni. Termasuk pupuk organik, akan dicabut subsidinya. Itu tidak masalah, semua sudah paham akan hal tersebut,” ujar Nevi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejatinya, tahun ini penggunaan pupuk bersubsidi jenis SP-36, ZA, dan pupuk organik hanya dialokasikan untuk tanaman hortikultura. Itu pun sudah harus rampung diserap pada distribusi terakhir Juni mendatang. Sebab setelah itu, bantuan tiga jenis pupuk itu bakal dihapus.

Kebijakan dari pemerintah pusat itu, menurut Nevi, untuk memaksimalkan bantuan dua pupuk subsidi lainnya. Yakni Urea dan NPK. Kendati begitu, pihaknya masih belum mengetahui apakah alokasi dua pupuk tersebut akan lebih banyak usai pemerintah mencabut subsidi pupuk SP-36, ZA, dan organik.

- Advertisement -

BLITAR-RADARJEMBER.ID – Dilema petani soal pupuk sepertinya tak berujung. Sebab, bulan depan Kementerian Pertanian (Kementan) bakal menghapus subsidi untuk tiga jenis pupuk. Yakni, S36,ZA, dan organik.Jika itu benar-benar terjadi, otomatis petani harus siap merogoh kocek lebih dalam, dipastikan harga tiga jenis pupuk itu bakal lebih mahal.

Menanggapi rencana regulasi pemerintah pusat, Wawan Widianto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kabupaten Blitar, melalui Sekretaris Dinas, Nevi Setyabudiningsih mengatakan, para kelompok tani sudah memahami informasi tersebut. Namun, dia tak memungkiri bahwa masih ada petani resah.

“Benar nanti cuma Urea dan NPK mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat, sedangkan SP-36 dan ZA, itu harus selesai (diserap, Red) Juni. Termasuk pupuk organik, akan dicabut subsidinya. Itu tidak masalah, semua sudah paham akan hal tersebut,” ujar Nevi.

Sejatinya, tahun ini penggunaan pupuk bersubsidi jenis SP-36, ZA, dan pupuk organik hanya dialokasikan untuk tanaman hortikultura. Itu pun sudah harus rampung diserap pada distribusi terakhir Juni mendatang. Sebab setelah itu, bantuan tiga jenis pupuk itu bakal dihapus.

Kebijakan dari pemerintah pusat itu, menurut Nevi, untuk memaksimalkan bantuan dua pupuk subsidi lainnya. Yakni Urea dan NPK. Kendati begitu, pihaknya masih belum mengetahui apakah alokasi dua pupuk tersebut akan lebih banyak usai pemerintah mencabut subsidi pupuk SP-36, ZA, dan organik.

BLITAR-RADARJEMBER.ID – Dilema petani soal pupuk sepertinya tak berujung. Sebab, bulan depan Kementerian Pertanian (Kementan) bakal menghapus subsidi untuk tiga jenis pupuk. Yakni, S36,ZA, dan organik.Jika itu benar-benar terjadi, otomatis petani harus siap merogoh kocek lebih dalam, dipastikan harga tiga jenis pupuk itu bakal lebih mahal.

Menanggapi rencana regulasi pemerintah pusat, Wawan Widianto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kabupaten Blitar, melalui Sekretaris Dinas, Nevi Setyabudiningsih mengatakan, para kelompok tani sudah memahami informasi tersebut. Namun, dia tak memungkiri bahwa masih ada petani resah.

“Benar nanti cuma Urea dan NPK mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat, sedangkan SP-36 dan ZA, itu harus selesai (diserap, Red) Juni. Termasuk pupuk organik, akan dicabut subsidinya. Itu tidak masalah, semua sudah paham akan hal tersebut,” ujar Nevi.

Sejatinya, tahun ini penggunaan pupuk bersubsidi jenis SP-36, ZA, dan pupuk organik hanya dialokasikan untuk tanaman hortikultura. Itu pun sudah harus rampung diserap pada distribusi terakhir Juni mendatang. Sebab setelah itu, bantuan tiga jenis pupuk itu bakal dihapus.

Kebijakan dari pemerintah pusat itu, menurut Nevi, untuk memaksimalkan bantuan dua pupuk subsidi lainnya. Yakni Urea dan NPK. Kendati begitu, pihaknya masih belum mengetahui apakah alokasi dua pupuk tersebut akan lebih banyak usai pemerintah mencabut subsidi pupuk SP-36, ZA, dan organik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/