alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Ancaman Hukuman 12 Tahun Menanti Sopir Bus Maut

Mobile_AP_Rectangle 1

Secara terpisah, sopir utama bus Ahmad Ari Ariyanto, 31, mengaku tidak tahu rekannya, Ade menjadi pemadat. Kendati demikian, informasi yang didapatnya tersangka sudah berkali-kali diingatkan keluarga untuk berhenti mengonsumsi sabu. ’’Waktu itu saya ketemu istrinya (Ade, Red) kalau sudah disuruh mandek. Tapi pancet ae,’’ tuturnya ditemui, kemarin.

Secara khusus, Ari menggariskan jika Ade sudah bertahun-tahun kerja di PO Ardiansyah yang beralamat di Menganti, Gresik. Namun, bukan sebagai sopir, melainkan kernet atau sopir cadangan untuk jarak jauh. Secara resmi, tersangka tak pernah diizinkan untuk mengemudikan bus. ’’Soalnya dia tidak punya SIM dan ngantukan. Makanya sama umi-nya (pemilik PO Ardiansyah, Red) tidak diizinkan meskipun sudah lima tahun kerja,’’ jelasnya.

Ari menyebut, jika tersangka sering mengambil alih kemudi tanpa izin. Menurutnya, hal itu juga dialami oleh sopir-sopir lain. ’’Mungkin karena kepengen pegang sendiri (jadi sopir bus, Red) jadinya ceroboh,’’ lontar warga Desa Boteng, Kecamatan Menganti, itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, bus pariwisata PO Ardiansyah yang dikemudikan Ade menghantam tiang beton rambu multipesan VMS (variable message sign) di KM 712+200 ruas Tol Sumo, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15. Bus nopol S 7322 UW itu baru saja mengantar rombongan asal Benowo, Surabaya berwisata di Dieng, Jateng dan Jogja. T

Tanpa izin pengemudi bus, Ade semula sebagai kernet mengambil alih kemudi saat bus istirahat di rest area Saradan, Madiun. Kecalakaan tunggal yang terjadi di lokasi yang masuk wilayah Desa Canggu, Kecamatan Jetis, tersebut mengakibatkan 16 orang tewas dan belasan luka.(*)

Editor:Winardyasto
Foto:Yulianto Adi Nugroho
Sumber Berita; Jawa Pos Radar Mojokerto

- Advertisement -

Secara terpisah, sopir utama bus Ahmad Ari Ariyanto, 31, mengaku tidak tahu rekannya, Ade menjadi pemadat. Kendati demikian, informasi yang didapatnya tersangka sudah berkali-kali diingatkan keluarga untuk berhenti mengonsumsi sabu. ’’Waktu itu saya ketemu istrinya (Ade, Red) kalau sudah disuruh mandek. Tapi pancet ae,’’ tuturnya ditemui, kemarin.

Secara khusus, Ari menggariskan jika Ade sudah bertahun-tahun kerja di PO Ardiansyah yang beralamat di Menganti, Gresik. Namun, bukan sebagai sopir, melainkan kernet atau sopir cadangan untuk jarak jauh. Secara resmi, tersangka tak pernah diizinkan untuk mengemudikan bus. ’’Soalnya dia tidak punya SIM dan ngantukan. Makanya sama umi-nya (pemilik PO Ardiansyah, Red) tidak diizinkan meskipun sudah lima tahun kerja,’’ jelasnya.

Ari menyebut, jika tersangka sering mengambil alih kemudi tanpa izin. Menurutnya, hal itu juga dialami oleh sopir-sopir lain. ’’Mungkin karena kepengen pegang sendiri (jadi sopir bus, Red) jadinya ceroboh,’’ lontar warga Desa Boteng, Kecamatan Menganti, itu.

Sebelumnya, bus pariwisata PO Ardiansyah yang dikemudikan Ade menghantam tiang beton rambu multipesan VMS (variable message sign) di KM 712+200 ruas Tol Sumo, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15. Bus nopol S 7322 UW itu baru saja mengantar rombongan asal Benowo, Surabaya berwisata di Dieng, Jateng dan Jogja. T

Tanpa izin pengemudi bus, Ade semula sebagai kernet mengambil alih kemudi saat bus istirahat di rest area Saradan, Madiun. Kecalakaan tunggal yang terjadi di lokasi yang masuk wilayah Desa Canggu, Kecamatan Jetis, tersebut mengakibatkan 16 orang tewas dan belasan luka.(*)

Editor:Winardyasto
Foto:Yulianto Adi Nugroho
Sumber Berita; Jawa Pos Radar Mojokerto

Secara terpisah, sopir utama bus Ahmad Ari Ariyanto, 31, mengaku tidak tahu rekannya, Ade menjadi pemadat. Kendati demikian, informasi yang didapatnya tersangka sudah berkali-kali diingatkan keluarga untuk berhenti mengonsumsi sabu. ’’Waktu itu saya ketemu istrinya (Ade, Red) kalau sudah disuruh mandek. Tapi pancet ae,’’ tuturnya ditemui, kemarin.

Secara khusus, Ari menggariskan jika Ade sudah bertahun-tahun kerja di PO Ardiansyah yang beralamat di Menganti, Gresik. Namun, bukan sebagai sopir, melainkan kernet atau sopir cadangan untuk jarak jauh. Secara resmi, tersangka tak pernah diizinkan untuk mengemudikan bus. ’’Soalnya dia tidak punya SIM dan ngantukan. Makanya sama umi-nya (pemilik PO Ardiansyah, Red) tidak diizinkan meskipun sudah lima tahun kerja,’’ jelasnya.

Ari menyebut, jika tersangka sering mengambil alih kemudi tanpa izin. Menurutnya, hal itu juga dialami oleh sopir-sopir lain. ’’Mungkin karena kepengen pegang sendiri (jadi sopir bus, Red) jadinya ceroboh,’’ lontar warga Desa Boteng, Kecamatan Menganti, itu.

Sebelumnya, bus pariwisata PO Ardiansyah yang dikemudikan Ade menghantam tiang beton rambu multipesan VMS (variable message sign) di KM 712+200 ruas Tol Sumo, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15. Bus nopol S 7322 UW itu baru saja mengantar rombongan asal Benowo, Surabaya berwisata di Dieng, Jateng dan Jogja. T

Tanpa izin pengemudi bus, Ade semula sebagai kernet mengambil alih kemudi saat bus istirahat di rest area Saradan, Madiun. Kecalakaan tunggal yang terjadi di lokasi yang masuk wilayah Desa Canggu, Kecamatan Jetis, tersebut mengakibatkan 16 orang tewas dan belasan luka.(*)

Editor:Winardyasto
Foto:Yulianto Adi Nugroho
Sumber Berita; Jawa Pos Radar Mojokerto

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/