alexametrics
22 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Ancaman Hukuman 12 Tahun Menanti Sopir Bus Maut

Mobile_AP_Rectangle 1

MOJOKERTO_RADARJEMBER.ID – Tersangka kecelakaan bus pariwisata PO Ardiansyah dan menewaskan 16 penumpang, Ade Firmansyah, 29, terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Hal itu dikarenakan kernet tersebut terbukti memenuhi unsur kesengajaan seperti tidak memiliki SIM, serta berkendara dalam pengaruh narkoba dan alkohol.

Demikian disampaikan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto Ali Prakosa. Sesuai Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima dari penyidik Satlantas Polres Mojokerto Kota Jumat (19/5) lalu, Ade disangka dengan pasal 311 ayat 5 subsider pasal 310 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009.

Ade teranancam hukuman 12 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 24 juta serta enam tahun penjara dan atau denda Rp 12 juta. Menurut Ali, tersangka berpotensi mendapat hukuman maksimal selama unsur kesengajaan terpenuhi. ’’Faktor kesengajaan itu; satu, dia tidak punya SIM tapi nekat nyetir. Yang kedua, mungkin tanpa seizin driver (sopir utama). Apalagi kalau dia pakai narkoba indikasi ke sana (kesengajaan, Red) makin ada,’’ jelas Ali,

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan kesimpulan sementara kepolisian seperti tertuang dalam SPDP, lanjut Ali, pengemudi bus dalam hal ini Ade merupakan kernet. Selain itu, Ade mengemudikan bus dalam kecepatan tinggi dan dalam kondisi mengantuk. ’’Nanti jika dalam pengembangan ternyata ditemukan keterangan lain itu bisa diketahui pada hasil akhir penyidikan,’’ urai dia.

Keterangan itu misalnya terkait dengan dugaan Ade berkendara dalam pengaruh narkoba dan alkohol yang saat ini tengah didalami Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota. Sebagaimana diketahui hasil pemeriksaan polisi, Ade sudah empat kali mengonsumsi sabu. Selain itu, beberapa jam sebelum kecelakaan, dia juga menenggak dua botol bir.

Ali menyebut, penyidikan kasus narkoba menjadi kewenangan penyidik. Demikian juga apakah berkas kedua perkara ini dijadikan satu atau secara terpisah. Di luar itu, menurutnya, akan ada tiga jaksa penuntut umum (PJU) yang ditunjuk dalam penanganan perkara kecelakaan tersebut.

- Advertisement -

MOJOKERTO_RADARJEMBER.ID – Tersangka kecelakaan bus pariwisata PO Ardiansyah dan menewaskan 16 penumpang, Ade Firmansyah, 29, terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Hal itu dikarenakan kernet tersebut terbukti memenuhi unsur kesengajaan seperti tidak memiliki SIM, serta berkendara dalam pengaruh narkoba dan alkohol.

Demikian disampaikan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto Ali Prakosa. Sesuai Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima dari penyidik Satlantas Polres Mojokerto Kota Jumat (19/5) lalu, Ade disangka dengan pasal 311 ayat 5 subsider pasal 310 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009.

Ade teranancam hukuman 12 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 24 juta serta enam tahun penjara dan atau denda Rp 12 juta. Menurut Ali, tersangka berpotensi mendapat hukuman maksimal selama unsur kesengajaan terpenuhi. ’’Faktor kesengajaan itu; satu, dia tidak punya SIM tapi nekat nyetir. Yang kedua, mungkin tanpa seizin driver (sopir utama). Apalagi kalau dia pakai narkoba indikasi ke sana (kesengajaan, Red) makin ada,’’ jelas Ali,

Berdasarkan kesimpulan sementara kepolisian seperti tertuang dalam SPDP, lanjut Ali, pengemudi bus dalam hal ini Ade merupakan kernet. Selain itu, Ade mengemudikan bus dalam kecepatan tinggi dan dalam kondisi mengantuk. ’’Nanti jika dalam pengembangan ternyata ditemukan keterangan lain itu bisa diketahui pada hasil akhir penyidikan,’’ urai dia.

Keterangan itu misalnya terkait dengan dugaan Ade berkendara dalam pengaruh narkoba dan alkohol yang saat ini tengah didalami Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota. Sebagaimana diketahui hasil pemeriksaan polisi, Ade sudah empat kali mengonsumsi sabu. Selain itu, beberapa jam sebelum kecelakaan, dia juga menenggak dua botol bir.

Ali menyebut, penyidikan kasus narkoba menjadi kewenangan penyidik. Demikian juga apakah berkas kedua perkara ini dijadikan satu atau secara terpisah. Di luar itu, menurutnya, akan ada tiga jaksa penuntut umum (PJU) yang ditunjuk dalam penanganan perkara kecelakaan tersebut.

MOJOKERTO_RADARJEMBER.ID – Tersangka kecelakaan bus pariwisata PO Ardiansyah dan menewaskan 16 penumpang, Ade Firmansyah, 29, terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Hal itu dikarenakan kernet tersebut terbukti memenuhi unsur kesengajaan seperti tidak memiliki SIM, serta berkendara dalam pengaruh narkoba dan alkohol.

Demikian disampaikan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto Ali Prakosa. Sesuai Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima dari penyidik Satlantas Polres Mojokerto Kota Jumat (19/5) lalu, Ade disangka dengan pasal 311 ayat 5 subsider pasal 310 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009.

Ade teranancam hukuman 12 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 24 juta serta enam tahun penjara dan atau denda Rp 12 juta. Menurut Ali, tersangka berpotensi mendapat hukuman maksimal selama unsur kesengajaan terpenuhi. ’’Faktor kesengajaan itu; satu, dia tidak punya SIM tapi nekat nyetir. Yang kedua, mungkin tanpa seizin driver (sopir utama). Apalagi kalau dia pakai narkoba indikasi ke sana (kesengajaan, Red) makin ada,’’ jelas Ali,

Berdasarkan kesimpulan sementara kepolisian seperti tertuang dalam SPDP, lanjut Ali, pengemudi bus dalam hal ini Ade merupakan kernet. Selain itu, Ade mengemudikan bus dalam kecepatan tinggi dan dalam kondisi mengantuk. ’’Nanti jika dalam pengembangan ternyata ditemukan keterangan lain itu bisa diketahui pada hasil akhir penyidikan,’’ urai dia.

Keterangan itu misalnya terkait dengan dugaan Ade berkendara dalam pengaruh narkoba dan alkohol yang saat ini tengah didalami Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota. Sebagaimana diketahui hasil pemeriksaan polisi, Ade sudah empat kali mengonsumsi sabu. Selain itu, beberapa jam sebelum kecelakaan, dia juga menenggak dua botol bir.

Ali menyebut, penyidikan kasus narkoba menjadi kewenangan penyidik. Demikian juga apakah berkas kedua perkara ini dijadikan satu atau secara terpisah. Di luar itu, menurutnya, akan ada tiga jaksa penuntut umum (PJU) yang ditunjuk dalam penanganan perkara kecelakaan tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/