Sementara dalam video Prof Roeslan Abdulgani yang diabadikan oleh Cucu Tjilik Riwut Clara Anindita beberapa bulan sebelum meninggal, ia mengisahkan bahwa Tjilik Riwut selalu memperjuangkan kepentingan daerah tetapi tetap dalam bingkai NKRI. Hal itu yang kemudian sangat dihargai Presiden Soekarno saat itu.

“Salah satu yang diusulkan Tjilik Riwut saat melakukan rapat di Dewan Nasional, menjadikan kota Jakarta menjadi kota yang baik. Karena kepentingan asing sudah banyak, maka Ibu Kota harus dipindahkan keluar Jakarta,” tutur Alm Prof Roeslan dalam video tersebut.

Usulan dari Tjilik Riwut langsung diterima oleh seluruh anggota Dewan Nasional. Kemudian Bung Karno membentuk panitia khusus untuk menyelidiki hal itu karena sangat tertarik dengan usulan tersebut.

“Ini merupakan gagasan yang sangat berani. Namun sayangnya hal itu tidak dilanjutkan oleh para menterinya di kabinet,” sesalnya.

Terpisah, Nila Riwut selaku salah satu putri dari Tjilik Riwut mengungkapkan, keputusan yang akan diambil presiden ke depan merupakan kehendak dari Yang Maha Kuasa untuk memindahkan Ibu Kota  baik di Kaltim dan di Kalteng.

“Kita melihat bahwa Kalteng sudah sangat siap untuk menjadi Ibu Kota negara, tetapi tentu membutuhkan proses yang cukup panjang,” ungkapnya.

Editor : Dimas Ryandi