alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Wonogiri Miliki Petani Cabai Militan dan Petani Cabai Kagetan

Mobile_AP_Rectangle 1

WONOGIRI-RADARJEMBER.ID-Petani cabai di Kismantoro, Wonogiri ada dua macam, yakni petani cabai militan dan kagetan. Di sisi lain, beberapa petani cabai di Wonogiri sempat memilih menanam porang karena dinilai lebih prospektif.

BACA JUGA: T-50i Terpaksa Dikandangkan Tunggu Hasil Investigasi

Penyuluh Pertanian di Kecamatan Kismantoro, Widodo, mengaku telah memantau kondisi penanaman komoditas cabai di wilayahnya. Hasilnya, kabar gagal panen cabai itu terjadi di Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Juni 2022 dianggap tak sepenuhnya benar.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Hanya beberapa yang masih menanam cabai, tidak sampai puluhan orang. Terkait gagal panen seluas 1/2 ha itu saya kira hal yang wajar, tidak begitu masalah [jumlah petani cabai terbanyak di Kismantoro berturut-turut berada di Bugelan, Ngroto, dan Pucung,” kata Widodo

Ia mengatakan banyak petani yang mulai meninggalkan komoditas cabai di Desa Ngroto akhir-akhir ini. Para petani lebih memilih menanam porang karena harga jualnya sempat tinggi sebelum merosot akhir-akhir ini.

“Kalau dikalkulasi ada penurunan sebesar 40 persen jumlah petani cabainya. Ada dua tipe petani di Desa Ngroto. Pertama, ada yang memang petani cabai militan dan petani cabai kagetan.”tegas Widodo.

Petani Militan, yaitu mereka yang tetap menanam cabai mau bagaimanapun kondisinya. Kedua, ada yang menjadi petani cabai kagetan. Biasanya saat harga cabai merosot, petani jenis kagetan ini memilih meninggalkan cabai,” tutur pria itu.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Petani Cabai Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Suratno, menyebutkan lahan pertanian di Kecamatan Kismantoro luasnya mencapai ratusan hektare. Dari jumlah luas lahan tersebut, mayoritas ditanami komoditas cabai.

- Advertisement -

WONOGIRI-RADARJEMBER.ID-Petani cabai di Kismantoro, Wonogiri ada dua macam, yakni petani cabai militan dan kagetan. Di sisi lain, beberapa petani cabai di Wonogiri sempat memilih menanam porang karena dinilai lebih prospektif.

BACA JUGA: T-50i Terpaksa Dikandangkan Tunggu Hasil Investigasi

Penyuluh Pertanian di Kecamatan Kismantoro, Widodo, mengaku telah memantau kondisi penanaman komoditas cabai di wilayahnya. Hasilnya, kabar gagal panen cabai itu terjadi di Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Juni 2022 dianggap tak sepenuhnya benar.

“Hanya beberapa yang masih menanam cabai, tidak sampai puluhan orang. Terkait gagal panen seluas 1/2 ha itu saya kira hal yang wajar, tidak begitu masalah [jumlah petani cabai terbanyak di Kismantoro berturut-turut berada di Bugelan, Ngroto, dan Pucung,” kata Widodo

Ia mengatakan banyak petani yang mulai meninggalkan komoditas cabai di Desa Ngroto akhir-akhir ini. Para petani lebih memilih menanam porang karena harga jualnya sempat tinggi sebelum merosot akhir-akhir ini.

“Kalau dikalkulasi ada penurunan sebesar 40 persen jumlah petani cabainya. Ada dua tipe petani di Desa Ngroto. Pertama, ada yang memang petani cabai militan dan petani cabai kagetan.”tegas Widodo.

Petani Militan, yaitu mereka yang tetap menanam cabai mau bagaimanapun kondisinya. Kedua, ada yang menjadi petani cabai kagetan. Biasanya saat harga cabai merosot, petani jenis kagetan ini memilih meninggalkan cabai,” tutur pria itu.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Petani Cabai Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Suratno, menyebutkan lahan pertanian di Kecamatan Kismantoro luasnya mencapai ratusan hektare. Dari jumlah luas lahan tersebut, mayoritas ditanami komoditas cabai.

WONOGIRI-RADARJEMBER.ID-Petani cabai di Kismantoro, Wonogiri ada dua macam, yakni petani cabai militan dan kagetan. Di sisi lain, beberapa petani cabai di Wonogiri sempat memilih menanam porang karena dinilai lebih prospektif.

BACA JUGA: T-50i Terpaksa Dikandangkan Tunggu Hasil Investigasi

Penyuluh Pertanian di Kecamatan Kismantoro, Widodo, mengaku telah memantau kondisi penanaman komoditas cabai di wilayahnya. Hasilnya, kabar gagal panen cabai itu terjadi di Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Juni 2022 dianggap tak sepenuhnya benar.

“Hanya beberapa yang masih menanam cabai, tidak sampai puluhan orang. Terkait gagal panen seluas 1/2 ha itu saya kira hal yang wajar, tidak begitu masalah [jumlah petani cabai terbanyak di Kismantoro berturut-turut berada di Bugelan, Ngroto, dan Pucung,” kata Widodo

Ia mengatakan banyak petani yang mulai meninggalkan komoditas cabai di Desa Ngroto akhir-akhir ini. Para petani lebih memilih menanam porang karena harga jualnya sempat tinggi sebelum merosot akhir-akhir ini.

“Kalau dikalkulasi ada penurunan sebesar 40 persen jumlah petani cabainya. Ada dua tipe petani di Desa Ngroto. Pertama, ada yang memang petani cabai militan dan petani cabai kagetan.”tegas Widodo.

Petani Militan, yaitu mereka yang tetap menanam cabai mau bagaimanapun kondisinya. Kedua, ada yang menjadi petani cabai kagetan. Biasanya saat harga cabai merosot, petani jenis kagetan ini memilih meninggalkan cabai,” tutur pria itu.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Petani Cabai Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Suratno, menyebutkan lahan pertanian di Kecamatan Kismantoro luasnya mencapai ratusan hektare. Dari jumlah luas lahan tersebut, mayoritas ditanami komoditas cabai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/