alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

T-50i Terpaksa Dikandangkan Tunggu Hasil Investigasi

Mobile_AP_Rectangle 1

MAGETAN,RADARJEMBER.ID- Insiden kecelakaan T-50i Golden Eagle dipiloti Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi direspons serius oleh TNI-AU. Buntut musibah itu, seluruh jet tempur untuk sementara waktu dikandangkan di hanggar. ‘’Kami evaluasi dulu,’’ kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispen AU) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah.

BACA JUGA: Ibu Korban Kasus Pembunuhan Mahasiswa Unej 2013 Menangis Depan Hakim

Kebijakan tersebut cukup beralasan. Pasalnya, Golden Eagle yang dimiliki TNI-AU sudah tiga kali ini celaka. Panitia Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) bentukan TNI-AU bakal melakukan investigasi mendalam terkait musabab pesawat yang dipiloti Allan terjatuh di Blora. ‘’Kami akan informasikan terkait penyebab jatuhnya,’’ ujar Indan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk diketahui, T-50i Golden Eagle diandalkan sebagai pesawat latih bagi penerbang tempur lantaran kemampuan manuvernya yang mumpuni. Keandalan itu didapat dari mesin dengan kemampuan daya dorong sebesar 17.700 pounds. Dengan mesin tersebut, kecepatan maksimal bisa dicapai sebesar 1,5 kali kecepatan suara atau setara 1.600 kilometer per jam.

Jet supersonik yang dikembangkan Korean Aerospace Industries bersama Lockheed Martyn (Amerika Serikat) itu mampu mengangkut persenjataan hingga lima ton. Bahkan, pesawat tersebut mampu memuntahkan dua ribu peluru per menit. ‘’Dapat diandalkan untuk serangan udara maupun darat karena dilengkapi rudal dan peluru,’’ jelas Indan. (*)

- Advertisement -

MAGETAN,RADARJEMBER.ID- Insiden kecelakaan T-50i Golden Eagle dipiloti Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi direspons serius oleh TNI-AU. Buntut musibah itu, seluruh jet tempur untuk sementara waktu dikandangkan di hanggar. ‘’Kami evaluasi dulu,’’ kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispen AU) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah.

BACA JUGA: Ibu Korban Kasus Pembunuhan Mahasiswa Unej 2013 Menangis Depan Hakim

Kebijakan tersebut cukup beralasan. Pasalnya, Golden Eagle yang dimiliki TNI-AU sudah tiga kali ini celaka. Panitia Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) bentukan TNI-AU bakal melakukan investigasi mendalam terkait musabab pesawat yang dipiloti Allan terjatuh di Blora. ‘’Kami akan informasikan terkait penyebab jatuhnya,’’ ujar Indan.

Untuk diketahui, T-50i Golden Eagle diandalkan sebagai pesawat latih bagi penerbang tempur lantaran kemampuan manuvernya yang mumpuni. Keandalan itu didapat dari mesin dengan kemampuan daya dorong sebesar 17.700 pounds. Dengan mesin tersebut, kecepatan maksimal bisa dicapai sebesar 1,5 kali kecepatan suara atau setara 1.600 kilometer per jam.

Jet supersonik yang dikembangkan Korean Aerospace Industries bersama Lockheed Martyn (Amerika Serikat) itu mampu mengangkut persenjataan hingga lima ton. Bahkan, pesawat tersebut mampu memuntahkan dua ribu peluru per menit. ‘’Dapat diandalkan untuk serangan udara maupun darat karena dilengkapi rudal dan peluru,’’ jelas Indan. (*)

MAGETAN,RADARJEMBER.ID- Insiden kecelakaan T-50i Golden Eagle dipiloti Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi direspons serius oleh TNI-AU. Buntut musibah itu, seluruh jet tempur untuk sementara waktu dikandangkan di hanggar. ‘’Kami evaluasi dulu,’’ kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispen AU) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah.

BACA JUGA: Ibu Korban Kasus Pembunuhan Mahasiswa Unej 2013 Menangis Depan Hakim

Kebijakan tersebut cukup beralasan. Pasalnya, Golden Eagle yang dimiliki TNI-AU sudah tiga kali ini celaka. Panitia Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) bentukan TNI-AU bakal melakukan investigasi mendalam terkait musabab pesawat yang dipiloti Allan terjatuh di Blora. ‘’Kami akan informasikan terkait penyebab jatuhnya,’’ ujar Indan.

Untuk diketahui, T-50i Golden Eagle diandalkan sebagai pesawat latih bagi penerbang tempur lantaran kemampuan manuvernya yang mumpuni. Keandalan itu didapat dari mesin dengan kemampuan daya dorong sebesar 17.700 pounds. Dengan mesin tersebut, kecepatan maksimal bisa dicapai sebesar 1,5 kali kecepatan suara atau setara 1.600 kilometer per jam.

Jet supersonik yang dikembangkan Korean Aerospace Industries bersama Lockheed Martyn (Amerika Serikat) itu mampu mengangkut persenjataan hingga lima ton. Bahkan, pesawat tersebut mampu memuntahkan dua ribu peluru per menit. ‘’Dapat diandalkan untuk serangan udara maupun darat karena dilengkapi rudal dan peluru,’’ jelas Indan. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/